http://www.mimbarminang.com/cgi-bin/bacav2.cgi?sumber=hotnews/hdapbd0202

Syahrudin: APBD tidak Realistis

mimbarminang.com - Meski sudah disahkan sebagai keputusan Dewan Rabu 
(31/1/2001) lalu, APBD 2001 masih mengandung kontroversi besar. Kalangan 
pengamat ekonomi menilai APBD Sumbar 2001 tidak realistis. �Saya menilai 
APBD 2001 tidak realistis,� tegas ekonom senior Prof. Syahruddin kepada 
Mimbar Minang kemarin. Menurut dia, APBD senilai Rp297 miliar itu tidak 
masuk akal karena besarnya belanja rutin dibandingkan belanja pembangunan. 
Bahkan ketimpangan kedua jenis belanja itu mencolok sekali. �Ini rasanya 
pertama terjadi dalam sejarah APBD Sumbar. Masa belanja rutin mencapai 
hampir tiga perempat dari nilai total APBD. APBD macam apa itu,� kata guru 
besar Fakultas Ekonomi Universitas Andalas itu. Seperti diketahui, lewat 
voting (pemungutan suara) pada paripurna DPRD Sumbar Rabu, APBD senilai 
Rp297 miliar disahkan. Voting itu sendiri tidak diikuti tiga fraksi utama di 
Dewan, yakni Fraksi Amanat Nasional (F-AN), Fraksi Bulan Bintang (F-BB) dan 
Fraksi Keadilan (FK), karena terlebih dahulu melaku-kan aksi walk out (WO) 
memprotes RAPBD tersebut. Dari total RAPBD senilai Rp297 miliar itu, Rp215,8 
miliar (73 persen) diantaranya untuk belanja rutin dan Rp81,5 miliar untuk 
belanja pembangunan. Menurut Syahruddin, disamping kejanggalan itu, APBD 
Sumbar 2001 ini tidak disusun berdasarkan kewenangan yang dimiliki provinsi. 
Akibatnya terjadi pemborosan belanja di berbagai sektor yang tidak 
dibutuhkan di tingkat provinsi. �Banyak sekali kewenangan kabupaten dan kota 
yang dianggarkan di APBD Sumbar 2001. Jadi kerja kabupaten dikerjakan pula 
oleh provinsi,� kata Syahruddin. Beberapa waktu lalu, Syahruddin 
mencontoh-kan beberapa pengurusan yang tidak lagi kewenangan provinsi 
seperti Dinas Koperasi, BKPMD penanaman modal, dan beberapa dinas pekerjaan 
umum. Kalaupun tetap diadakan pengurusan itu, kewenangan provinsi sekarang 
tidak lagi sebesar kewenangan lama. Meskipun adanya ketimpangan ini, menurut 
Syahruddin, APBD 2001 secara prosedural su-dah sah meskipun diwarnai aksi WO 
oleh tiga fraksi. �Kalau pun ada yang tak puas, ya sesuai prosedur, mereka 
harus ikut APBD itu,� jelas Syahruddin. Harus Ikut Mekamisme Aksi WO tiga 
fraksi pada pengesahan APBD 2001 Rabu lalu masih mengundang pole-mik. Ada 
kalangan yang meni-lai, bila mereka mela-kukan aksi WO, mestinya 
fraksi-fraksi tersebut tetap konsisten untuk tetap tidak menerima APBD. 
�Mestinya mereka tetap kon-sisten dengan sikap mereka (menolak RAPBD-red). 
Tapi ya terserah mereka. Itu kan urusan mereka,� kata anggota Fraksi Partai 
Golkar Lief War-da kepada wartawan di ruang kerjanya kemarin. Sementara itu 
anggota Fraksi PPP Syamsul Bayan menilai bahwa sebagai keputusan De-wan yang 
sah, dia meminta F-AN, F-BB dan FK yang ber-sikap sportif menerima 
kepu-tusan APBD 2001. �Kalau mereka WO ya silahkan. Tapi kalau sudah jadi 
keputusan Dewan, ya mereka mesti ikut mekanisme,� kata Syamsul. Pendapat 
senada juga dike-mukakan anggota Fraksi Ke-bangkitan Bangsa Nazar Sidin. 
Sekali APBD disahkan, berarti anggota Dewan yang menolak, termasuk yang 
melakukan aksi WO mesti menerimanya secara fair. �Mereka mesti menerima 
keputusan Dewan. Ini sah secara hukum. Itu kalau mereka bersikap demokrat,� 
kata Nazar Sidin. Ketua F-BB Mustamir Mak-moer mengatakan, latar bela-kang 
fraksinya melakukan aksi WO karena tidak setuju RAPBD disahkan menjadi APBD. 
Soalnya banyak perma-salahan yang tidak jelas dan tuntas terdapat dalam APBD 
2001. �Kita tetap dengan sikap kita,� kata Mustamir Makmoer. Meskipun 
demikian pihak-nya akan menghormati hasil keputusan Dewan yang telah 
mengesahkan APBD 2001. Menurut dia, secara kepartaian, dia tetap menolak 
APBD 2001. Tapi itu tidak berarti dia ngotot. �Saya tidak ngotot atau mogok. 
Aksi WO itu sebagai ungkapan protes kita,� kata Mustamir. Arwan Blunder 
Partai Sikap Arwan Kasri yang ikut ambil bagian dalam voting pengesahan APBD 
2001 Rabu mengundang protes dari kader partai itu. Wakil Ketua DPW PAN 
Sumbar Jal Atri Tanjung menilai sikap Arwan tersebut kurang pantas 
dilakukan. Di-samping berseberangan dengan sikap fraksi, apa yang dilaku-kan 
Arwan itu sangat tidak etis. �Selaku kader partai sikap Arwan saya tidak 
bisa diterima. Pada-hal aksi WO itu adalah sikap fraksi,� kata Jal Atri 
Tanjung kepada Mimbar Mi-nang di Mesjid Taqwa Padang kemarin. Atas sikap 
Arwan tersebut, Jal Atri mengusulkan ke DPW untuk segera membicarakan �ulah� 
mantan Ketua DPW PAN itu. �Kita akan bicarakan segera masalah Arwan ini di 
partai. Ini jelas blunder bagi partai,� kata Jal Atri.(isr/kbt)
_________________________________________________________________
Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com


RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================

Kirim email ke