> Komentar :
>
> * Sangat positif bila kita manyimak komentar dengan kepala dingin dan
> dada lapang serta
> * Bijaksana bila kita mau menilai, tidak bias kepada apapun terhadap
> suatu masalah yang di bicarakan
> * Sikap mengurangi "Jumping to congclusion " menghindari kita berbuat
> "mengkondisikan" sehingga kita membantu terjadinya kesan "Fact" lebih
> memberikan nuansa "Gairah" dalam hidup ini guna melangkah lebih pasti di
> masa mendatang.
>
> Coba kita lihat apa yang disampaikan oleh Arbi Sanit :
>
> * Dia tidak mengatakan Abdurrahman Wahid tetapi "Presiden" siapa saja
> * Dia menjelaskan bahwa Politik dijalankan atas kehendak MPR (
> anggotanya )bukan kehendak rakyat, kita cukup maklum untuk ini, setiap
> sikap anggota bias terhadap keinginan partainya bukan keinginan Rakyat
> yang seyogyanya keputusan di ambil dari "sinergy" partai partai yang
> membawa mereka ke gedung MPR sehingga suara rakyat terwakili. Kuncinya
> begitu mereka menjadi anggota MPR mereka harus segera membuka baju
> partainya dan menjadi anggota MPR yang mewakili Rakyat.Keputusan di ambil
> atas kepentingan Rakyat Indonesia dari Sabang sampai Maraoke.
> * Dia mengatakan bahwa anggota DPR juga berasal dari anggota MPR,
> sangat sulita bagi setiap orang hari ini sebagai si "A" besoknya sebagai
> "B" yang harus mengambil sikap yang tidak mungkin harus berbeda sehingga
> Demokrasi berjalan utuh. keputusan ditingkat DPR tidak jauh beda dari
> keputusan di MPR karena orang orangnya itu ke itu juga , sangat logis
> untuk dimengrti dan masuk akal jika anggota DPR dan MPR adalah orang yang
> berbeda sehingga keputusan di tingkat DPR bisa di cernakan lagi di tingkat
> MPR dengan pandangan yang lebih luas lagi yang pada akhirnya keputusan
> betul betul masak.
> * Beliau juga mengkhawatirkan siapa Komunikator bangsa ini yang
> sanggup membawa bangsa ini kearah sejahtera sehingga siapa saja menjadi
> Presiden benar benar menjalankan Negara ini atas kepentingan Bangsa itu
> sendiri ( pandangan saya Politik silahkan tegang namun kegiatan Ekonomi
> jalan terus shingga Rakyat tidak tersiksa )
> * Dia juga mendambakan kekuasaan yang jelas antara Eksekutif,
> Legislatif, Yudikatif , ini sangat bisa di mengerti jika memang anggota
> DPR dan MPR berbeda guna mendapatkan kontrol timbal balik sebelum
> melakukan tindakan
> * Dia juga mengharapkan di masing masing sektor tersebut ada hak veto
> di tingkat legislatif, hak Impeachmernt di tingkat DPR dan Yudicial review
> di tingkat Yudikatif. Logis kan.
>
> Nah kita harus berdoa terhadap keinginan se orang Arbi Sanit ini guna
> mendapatkan kondisi yang berimbang di tingkat tingkat tersebut, Semohga
> Amiiiiiiin
>
> Wassalam
> Azizar Aras
>
> ----------
> From: Yasin RIDWAN[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, April 25, 2001 3:51 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re[2]: [RantauNet] Kaba dari Berpolitik.com
>
>
> Barangkali karano alah maraso santiang bana kinitu , atau
> karano
> rambuiknyo nan talalu panjang (co artis), mangkonyo caro
> mangecek jo
> bapikianyo alah agak lain.
> Kalau buliah diusulkan, angku Arbi kito suruah pulang kampuang
> agak
> sabanta,untuak maranuang ditapi lauik dakek kampuangnyo ,atau
> ambun
> pagi di Maninjau atau di tapi ngarai di Bukiktinggi, supayo
> agak
> janiah caro bapikia dan jan asa mangecek sajo, bantuak urang
> tele....
>
> RY
>
>
>
>
>
> ______________________________ Reply Separator
> _________________________________
> Subject: Re: [RantauNet] Kaba dari Berpolitik.com
> Author: [EMAIL PROTECTED] at Internet
> Date: 4/25/01 8:35 AM
>
>
> bara nyo bayie dek gus dur angku pangamat politik kito ko...
> ----- Original Message -----
> From: Muhammad Rijal <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Wednesday, April 25, 2001 10:29 AM
> Subject: [RantauNet] Kaba dari Berpolitik.com
>
>
> Iko urang awak nan sibuk ka mambubarkan DPR/MPR sajo dari
> dulu.......
> Antah apo pulo pertimbangannyo......
>
>
> Arbi Sanit: MPR Harus Dibubarkan
> Selasa, 24 April 2001, @14:04 WIB
>
> Jakarta -- Pengamat politik UI Arbi Sanit membeberkan penyebab
> mandegnya
> agenda reformasi. Menurutnya, karena para elite politik saat ini
> tidak
> sanggup mengorganisir pemerintahannya. Hal itu terjadi karena para
> elit
> yang berkuasa saat ini tidak mempunyai pengalaman dan tidak
> mempersiapkan diri baik secara ilmu dan politik untuk mengatur
> Indonesia. Akibatnya mereka memainkan politiknya secara try and
> error.
> Sehingga terjadi benturan-benturan diantara mereka. Jalan keluarnya,
>
> "MPR Harus dibubarkan."
>
> "Saya yakin elite sekarang tidak mempunyai rencana terhadap negara
> ini.
> Mereka menjalankan dengan metode coba-coba," ujarnya dalam Round
> Table
> Discussion bertajuk "Agenda Reformasi Tahap-II: Penataan Bangsa ke
> Depan" yang diselenggarakan Research Institute for Democracy and
> Peace
> (RID�P) dan Friedrich Ebert Stiftung (FES) di Cengkeh Ballroom Lt 1,
>
> Hotel Menara Peninsula, Jl. Jenderal S. Parman Kav.78, Slipi,
> Jakarta
> Barat, hari ini.
>
>
> Arbi menjelaskan, penyebab kedua adalah sistem kenegaraan Indonesia
> yang
> tidak mengkondisikan menjalankan negaranya secara demokrasi yang
> produktif. Hal itu terlihat dari pemusatan kekuasaan yang berada
> ditangan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Itu pulalah, kata
> dia,
> yang menyebabkan terjadinya manipulasi kekuasaan Dewan Perwakilan
> Rakyat
> (DPR) terhadap MPR. Mengingat, anggota DPR otomatis adalah anggota
> MPR
> juga.
>
>
> Kondisi semacam itulah, kata Arbi, yang menyebabkan Megawati
> terpental
> sebagai Presiden saat pemilihan Presiden di tahun 1999. Meskipun dia
>
> berasal dari parrtai pemenang pemilu 1999. Begitu pun dengan nasib
> Abdurrahman Wahid saat ini, dimana posisinya menjadi terpojok. Pada
> kondisi itulah, Arbi berpendapat, dalam pemerintahan Indonesia tidak
> ada
> check and balance akibat manipulasi kekuasaan.
>
>
> Beranjak dari realitas itulah, dia menyarankan MPR harus dibubarkan.
>
> Menurutnya, keberadaan MPR telah menggantikan kedaulatan rakyat yang
> kerap
> kali dimanipulir hanya untuk kepentingan para elite politik. "Jadi
> aksi
> guling menggulingkan Presiden bukan permainan politik rakyat tetapi
> permainan politik MPR," ujarnya.
>
>
> Selain itu, lanjutnya, sampai saat ini belum jelas siapa pelaku
> perubahan yang dapat diharapkan membawa bangsa Indonesia ke kondisi
> yang
> lebih bermartabat. Mencermati kenyataan itulah, Arbi menilai perlu
> dibentuk pembagian kekuasaan secara horizontal yang terdiri dari
> eksekutif, legislatif dan yudikatif tanpa ada MPR sebagai kekuasaan
> vertikal. Lebih dari itu, dimasa mendatang perlu dilaksanakannya
> pemilu
> langsung sebagai perwujudan nilai-nilai demokrasi.
>
>
> Bersamaan dengan itu perlu dilakukannya hak-hak khusus seperti hak
> veto
> pada eksekutif, impeachment pada DPR dan judicial review pada
> yudikatif.
> "Diharapkan melalui cara itu nantinya terwujud demokrasi yang
> produkktif
> bagi Indonesia," ujar Arbi.
>
>
> Sementara itu, di tempat yang sama, peneliti LIPI -yang juga
> Direktur
> RIDeP, Hermawan Sulistyo, menjelaskan bahwa kelemahan mendasar dari
> agenda reformasi pertama adalah tidak adanya kerangka waktu bagi
> perubahan yang dikehendaki segala sektor. "Yang ada hanya jadwal
> kerja
> yang bersifat teknis dan parsial pada sektor-sektor yang kurang
> bersifat
> fundamental," katanya. *** (rin)
>
>
>
>
> RantauNet http://www.rantaunet.com
> =================================================
> Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
> http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>
> ATAU Kirimkan email
> Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
> Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
> - mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
> - berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
> Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
> =================================================
> WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
> servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
> =================================================
>
> RantauNet http://www.rantaunet.com
> ================================================Mendaftar atau
> berhenti menerima RantauNet Mailing List di
> http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>
> ATAU Kirimkan email
> Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
> Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
> - mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
> - berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
> Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
> ================================================WebPage RantauNet
> dan Mailing List RantauNet adalah
> servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
> ================================================
>
>
RantauNet http://www.rantaunet.com
=================================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke / To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email / Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
- mendaftar: subscribe rantau-net [email_anda]
- berhenti: unsubscribe rantau-net [email_anda]
Ket: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
=================================================
WebPage RantauNet dan Mailing List RantauNet adalah
servis dari EEBNET http://eebnet.com, Airland Groups, USA
=================================================