-----Original Message-----
From: Rudy Gunawan Syarfi
Subject: Comment 1,Re: [RantauNet] Kaba dari Berpolitik.comyou wrote:
Jadi pada kesimpulannya saya setuju bila dilakukan reformasi dan competency screening yang lebih ketat terhadap anggota DPR/MPR, karena dengan system perwakilan, bila wakil kita tulalit, maka negara ini akan hancur bukan oleh satu orang (presiden misalnya) tapi dilengkapi oleh sekelompok orang binga yang ditempatkan oleh partai yg kita pilih mewakili kita untuk melakukan kontrol dan membuat dan bertanggung jawab atas konstitusi, peraturan perundang2an. Apo nan salah? System perwakilan? Sia nan paliang bertanggung jawab atas system tu? >>>>......>> Rudy, saya juga sependapat dengan Anda atau dengan Arbi Sanit bahwa penempatan orang-orang yang akan mengatas namakan kita, rakyat Indonesia, haruslah orang-orang yang cukup repsentatif dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan individual kita sebagai rakyat suatu bangsa. Kalau tidak bisa; ya bubarkan saja. Sebab apa? Sebab yang mereka wakili adalah rakyat dari suatu bangsa yang sangat majemuk;baik dalam agamanya, geografisnya, asosiasi-2nya, pendapatannya, pendidikannya atau secara keseluruhan adalah sangat majemuk dalam struktur sosialnya. Cuma kita punya masalah, Rudy, siapakah orang-orang yang mewakili kita; rakyat Indonesia ini? Di MPR kita yang terhormat ini, yang setiap kali sidang menghabiskan duit milyaran rupiah itu, yang anggotanya kalau bicara di muka kamera TV sangat artikulasi tapi tiba-tiba jadi bisu kalau di minta berhadapan dengan rakyat sungguhan, ternyata yang disebut dengan perwakilan adalah political representation dan functional reprensentation.Political reprentation jelas dari partai-partai politik dan tujuan partai politik cuma dua yakni ingin merebut atau mempertahankan kekuasaan agar bisa mempengaruhi kebijakan umum. Sementara kalau kita menukik lebih kebawah, tentu dalam perspektif yang lebih luas, yang mereka sebut dengan kebijakan umum itu (kita juga ikut-ikutan)adalah suatu peraturan yang dibuat oleh kelompok minoritas, yang dimanipulasi secara demikian rupa, dengan tujuan akhir sejelas bahwa besok matahari pasti muncul kembali: mempertahankan status quo.Sebenarnya sebagai suatu lembaga, sistem ketatanegaraan kita sudah bagus dengan memberi peluang kepada rakyat yang tidak terwakili dalam partai politik untuk ikutan menjadi wakil di MPR yaitu dengan memberi kursi kepada kelompok profesi (minus ABRI tentu saja :)) yang kita sebut functional represention itu. Tapi apa daya, selama ini peranan mereka tidak lebih dari elitis dan aristikratis ketimbang populis, yang mana tak punya kesesuaian sama sekali dengan harapan perwakilan yang sesungguhnya.So?So, kalau perwakilan-perwakilan yang kita tunjuk itu hanya tenggelam dalam scisme-2 (maksudnya kepentingan) mereka saja, mestinya memang ada yang salah dalam sistem bentuk pemerintahan kita karena tak semua negara yang menggunakan sistem perwakilan ini korup seperti negara Indonesia.Saya kok cenderung melihat bahwa bukan sistemnya yang salah melainkan lebih kepada manusia yang berfungsi sebagai salah satu subsistem yang mewakili negara (negara kan hanya kata benda abstrak). Memang sudah kodratnya bahwa perjuangan manusia itu selalu berupa hirarki yang mengedepankan kepentingan individualnya, kemudian kepentingan kelompoknya, bangsanya dan terakhir mungkin baru kemanusiaannya. Tapi ini bukan berarti bahwa kepentingan individual kita harus berbeda tajam dengan kepentingan , kelompok, atau kepentingan masyarakat luas karena masyarakat itu sendiri merupakan sistem. Seperti halnya sebuah sistem dalam arti saling kait mengait dan mempengaruhi, negatifnya satu subsistem akan mempengaruhi kinerja sistem secara keseluruhan. Kita sekarang sudah lihat bahwa anggota DPR/MPR itu, kebanyakan, dapat nilai negatif dari masyarakat yang mereka wakili. Dari pada memperburuk kedaan dan merusak keseluruhan sistem kenegaraan Indonesia, yah, mendingan mereka di bubarkan saja. Hanya saja kita dapat PR besar lagi;siapa yang akan menggantikan mereka?wassalam,Evi(Sanak di Palanta, sori, kalau tata kalimatnya atau isinya kacau balau. Menulisnya terburu-buru!)
- Comment 1,Re: [RantauNet] Kaba dari Berpolitik.com Rudy Gunawan Syarfi

