Begitu hangat dan semaraknya ulang tahunnya Bung karno, diliput di TV dan
koran-koran Nasional dan daerah, saya kira si Bung ini pantas menerimanya,
karena pada  diri si Bung inilah Indonesia lahir, yang meliputi wilayah
dari sabang sampai meroke tampa mengecilkan arti perjuangan Syahrir, agus
salim, tan malaka dll( saya tidak menyebutkan bung hatta karena soekarno
hatta adalah suatu kalimat yang mempunyai arti satu ) dan kelemahan pada
diri sibung ini tentu saja ada,
 pada awal-awal pergerakan indonesia pola perjuangan bung karno sangat
bagus seorang pemuda yang cerdas, pandai mengambil kesempatan dan seorang
agitator dan orator yang ulung serta sangat pintar memobilisasai masa tapi
kurang pintar dalam perhitungan matematik, gampang disanjung( hal ini tidak
terlepas dari sifat soekarno yang paternalistik, jawani dan masih ada darah
biru bali  walau dia sendiri sangat menentang sifat feodal).

Lain dengan Bung Hatta seorang yang egaliter dan demokrat, bung hatta
sangat mahir dalam  menghitung angka-angka ekonomi tapi kurang dalam
memobilasasi massa serta bukan seorang orator.
Dan karena itulah keduanya saling isi mengisi dalam perjuangan melawan
imperialisme dalam menyatukan diri ke dalam suatu kesepakatan bersama yaitu
Dwi Tunggal, Bung Hatta pernah berujar bahwa saya tidak ada bedanya dgn
soekarno, gaji serta wewenang saya sama dgn soekarno, terbukti  Bung
Hattalah  yang menandatangini terbentuknya TKR(cikal bakal TNI),
pembentukan Badan KNIP serta dokumen-dokumen negara lainnya.
Jadi apa yang medasari pecahnya Dwi tunggal tersebut adalah terjadinya
perobahan UUD'50 serta keahlian Aidit(PKI) memperalat Bung karno serta
kepemimpinan Bung karno yang terlalu bebas dibanding kedudukannya sebagai
seorang President yang Konstitisional.
Pernah Aidit berujar, saya tak mudah kagum pada seseorang tapi pada
soekarno saya sangat Kagum. Bung hatta pernah menasehati soekarno bahwa
hati-hati terhadap PKI, tapi Soekarno membantah bahwa PKI  Indonesia ini
lain karena ide-ide soekarno tak terbendung lagi serta keakrabannya dgn
Aidit  maka akhirnya terbentuklah poros Jakarta-Hanoi-Peking-Pyongyang.
Akibatnya dari itu semua pecahlah Dwi tunggal tersebut, tapi hubungan
sosial antar keduanya  tetap baik, terbukti  pada awal-awal pisah setiap
soekarno keluar negeri mampir dulu kerumah bung Hatta untuk sekedar makan
serta menum teh, pernah suatu kali soekarno, sudah lama tidak pernah
kerumah Bung Hatta, dan ketemu sama Ibu Rahmi Hatta, Dik Om mau kejepang
kapan Om mau diundang kerumah, Ibu rahmi Hattapun menjawab, nanti akan saya
sampaikan ke Kak Hatta dulu Om, jadi  terbukti walaupun si Bung ini sudah
lama berpisah tapi tetap rukun. Dan untuk menjaga hati bung karno, bung
hatta tidak pernah mengkritik secara terbuka melainkan dia akan memanggil
soekarno untuk berdiskusi.
Sekarang keduanya terlah pergi,  soekarno lahir tahun 1901, Hatta lahir
1902, harusnya perayaan keduanya  harus disandingkan, tidak boleh terpisah,
sepak terjangnya soekarno dimasa awal kemerdekaan selalu di ilhami oleh
pola pikirnya Bung Hatta, tapi kenyataanya Haulnya soekarno sangat meriah
sedangkan  suaranya Bung Hatta malah tidak terdengar...kasihan dan
ironis....Mungkinkah Elit politik melupakan sejarah lagi...?
atau masih ingat nyanyi Iwal Fals tentang Bung Hatta, Bung Hatta meninggal
waktu saya masih SMP, bagaimana terharunya rakyat dikala si Bung ini
meninggal.


By : Rego devila



RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke