saya amat terkilan dan sedih bila mendengar berita yang Bukit Tinggi kini telah tercemar ,Kota Wisata yang kita bangga banggakan kini jadi kota maksiat.....

KEMANA NINIAK MAMAK SELAMA INI.....? KEMANA PEMUKA MASYARAKAT.....?SIAPA YANG HARUS BERTANGGUNG JAWAB DENGAN ANGKARA INI NSEMUA ....? BUKAN KAH RANAH MINANG RANAH BARADAIK NAN BALIMBAGO...?

MINANGKABAU YANG KITA BANGGA BANGGAKAN KINI TELAH JADI INDONESIA JAWA........

NINIAK MAMAK SEOLAH OLAH KEHILANGAN TARING BAGAIKAN PISAU TAJAM INDAK BAPUNTIANG.....

PEMDA....APA YANG MEREKA BUAT SELAMA INI.....MENGAPA HARUS DI BIARKAN INI BERLAKU ........

DPRD......APA PUNGSI MU DI RANAH MINANG......?

KEMANA TUNGKU TIGO SAJARANGAN.........

TALI TIGO SAPILIN........

BUKIT TINGGI OH BUKIT TINGGI KOTA KEMBAR SEREMBAN N.SEMBILAN

NASIBMU .............MEMBIMBANGKAN ...........MENYEDIHKAN ...........

 

>From: "eel indra" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [RantauNet] Bukitting Kota Maksiat
>Date: Mon, 20 Aug 2001 14:58:08 +0800
>
>
>Senin, 20/08/2001
>Bukittinggi Kota Maksiat ? Di Istana Bung Hatta Muda-Mudi Tidur
>Berpagutan
>
>BUKITTINGGI, Mimbar Minang -- Di teras Istana Bung Hatta
>Bukittinggi,
>botol-botol minuman keras berserakan, belasan pasang muda-mudi yang
>bukan
>suami istri tampak tergeletak tidur berpagutan. Tampaknya habis
>berpesta
>mabuk-mabukan, dan mukin juga pesta sex semalam suntuk.
>
>Pemandangan itulah yang disaksikan anggota dewan dan beberapa tokoh
>masyarakat Ahad subuh kemarin. Di Istana Proklamotor RI saja sudah
>begitu,
>apa lagi di hotel dan kaffe shop. Bukittinggi sudah jadi Kota
>Maksiat?
>Nauzubillah !
>Beberapa orang tua dan tokoh masyarakat yang secara kebetulan
>kemeliwati
>pelataran Istana Bung Hatta di kota Bukittinggi Ahad subuh kemarin
>(19/8),
>terpaksa menutup mata, tapi ada juga yang terkejut dan berteriak
>Astagafirullah!.
>
>Ada apa di Istana Proklamator RI itu?. Nauzubillah, ternyata
>beberapa pasang
>muda-mudi sedang tergeletak tidur sambil berpagutan melawan
>dinginnya udara
>subuh.
>
>Fenomena ironis memang, meski Kota Bukittinggi sudah mengeluarkan
>Perda
>Pemberantasan Maksiat (Pekat), akan tetapi kemaksiatan di kota
>wisata itu
>makin merajalela.
>
>Tidak hanya orang awam dan tokoh masyarakat yang melihat 'panorama
>mengerikan' itu. Wakil Ketua DPRD Sumbar H. Masfar Rasyid SH dan
>keluarga
>adalah juga saksi mata dari rusaknya citra 'Kota Perjuangan' yang
>dipimpin
>Wako Drs.Djufri tersebut.
>
>Kepada Mimbar Minang kemarin petang Masfar yang juga tokoh
>masyarakjat
>Bukittinggi/Agam itu menuturkan, Ahad subuh itu secara tak sengaja
>dia dan
>keluarganya lewat di muka bekas Gedung Negara Tri Arga itu. Tapi apa
>yang
>dilihatnya pada subuh itu?
>
>"Botol-botol minuman keras dari berbagai jenis berserakan
>dimana-mana. Saya
>tanya ke sopir saya, dia bilang itu miras jenis TKW, Vodka, Mension,
>Kamput,
>Bir Bintang dan jenis lainnya. Saya juga melihat puluhan lelaki dan
>perempuan usia muda tidur campur baur di ruangan dan teras Gedung
>Istana
>Bung Hatta itu. Nauzubillah," kata Masfar Rasyid.
>
>Masfar mendapatkan informasi, bahwa pada Sabtu malam hingga Ahad
>dinihari
>digelar acara band di gedung milik negara itu. Konon kegiatan itu
>dalam
>rangkaian memperingati HUT RI ke 56. "Saya tak tahu pasti siapa yang
>mengadakan acara 'aneh' itu. Yang pasti, ini ada izinnya dari pihak
>yang
>berwenang. Mereka mesti bertanggungjawab," kata Masfar dengan nada
>menggugat.
>
>Kontan saja, informasi Masfar itu mendapatkan reaksi keras dari
>tokoh
>masyarakat Bukittinggi/Agam lainnya. Usman Husein, Ketua Tarbiyah
>Sumbar
>asal Kamang, mengecam keras kegiatan yang digelar di Istana Bung
>Hatta itu.
>Disamping berlangsung sampai pagi hari, model kegiatan itu secara
>nyata juga
>telah mengundang tindak kemaksiatan di kota Bukittinggi. "Itu
>artinya
>masyarakat telah menginjak-injak Perda Pekat yang dikeluarkan Pemko
>dan DPRD
>Bukittinggi," kata Usman Husein yang juga anggota Komisi E DPRD
>Sumbar.
>
>Djufri Bertanggung Jawab
>
>Sementara itu Marfendi, tokoh masyarakat asal Bukittinggi lainnya,
>menggugat
>tanggungjawab pemko dan pihak berwajib di Bukittinggi yang memberi
>izin
>penggelaran acara musik keras sampai pagi.
>
>Apalagi, kegiatan di pusat kota rang Agam itu berlangsung tanpa
>kontrol. "Di
>diskotik Ibukota saja acaranya sampai jam 01.00, tapi kalau disini
>sampai
>pagi, ya sungguh 'luar biasa'. Saya tak habis pikir. Ini telah
>mengangkangi
>kita semua," kata Marfendi.
>
>Marfendi meminta DPRD Bukittinggi proaktif menggugat Wako setempat,
>jajarannya serta pihak-pihak yang memberi izin kegiatan 'Pesta Malam
>Minggu'
>itu. Dia yakin kalau hal itu tidak diantisipasi, maka pada tempat
>dan saat
>lain, kegiatan serupa bisa kembali terulang. "Kita mesti
>menyelamatkan kota
>Bukittinggi dari tindak maksiat makin tak terbendungkan itu. Kalau
>pemko
>masih seperti-seperti ini, saya pesimis. Bukittinggi akan menjadi
>kota serba
>boleh di masa datang," kata Marfendi khawatir.
>
>Namun sejumlah aktivis muslim asal Bukittinggi di Padang kepada
>Mimbar
>Minang kemarin menyatakan, selain mengecam keras kelonggaran yang
>diberikan
>pemerintahan kota dan aparat berkompeten, mereka juga mengajak ummat
>di
>Bukittinggi untuk segera bangkit memerangi segala bentuk
>kemaksiatan. "Di
>Istana Proklamtor RI saja, sudah begitu kejadianya, apa lagi di
>hotel-hotel
>dan tempat-tempat terselubung lainnya," kecam Zul Feri.
>
>Kenyatan tersebut telah membuktikan, Pemko dan jajarannya telah
>gagal
>menegakan hukum (Perda) dalam memberantas kemaksiatan. "Oleh sebab
>itu
>jangan salahkan bila ummat di Bukittinggi menempuh cara mereka
>sendiri. Dan,
>itu memang sudah saatnya," tegas Zul.(isr/dod)
>
>
>
>>From: "andi ahmad" <[EMAIL PROTECTED]>
>>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>>To: [EMAIL PROTECTED]
>>Subject: [RantauNet] Anggota DPRD Temukan Praktik 'Esek-esek'
>>Date: Sun, 19 Aug 2001 23:41:24 -0700
>>
>>Senin, 20/08/2001
>>Anggota DPRD Temukan Praktik 'Esek-esek'
>>
>>PADANG, Mimbar Minang -- Meski keberadaan mobil bergoyang dan
>>tempat
>>'esek-esek' di ruas jalan Bungus telah sering diberitakan media
>>massa,
>>namun para anggota dewan yang tergabung dalam Tim II Pansus Pekat
>>masih
>>memerlukan untuk turun ke bawah (turba). Akankah ini ada
>>manfaatnya? Di
>>sepanjang jalan ke objek Wisata Bungus dan sekitar kawasan Bukik
>>Lampu,
>>Kelurahan Sungai Beremas Kecamatan Lubuk Begalung masih dijumpai
>>sejumlah
>>mobil bergoyang dan 'warung esek-esek' yang dimanfaatkan pasangan
>>muda-mudi.
>>
>>Pemantauan Tim II Pansus Pekat (Penyakit Masyarakat) DPRD Padang
>>pada Sabtu
>>(18/8) sore kemarin, dijumpai belasan anak muda yang mengisi
>>'warung
>>esek-esek', berupa tempat duduk petak ukuran dua kali dua, tertutup
>>kayu
>>pada empat sisinya, kecuali pintu masuk selebar 0.5 meter.
>>
>>Selain itu, sejumlah mobil bergoyang juga tampak parkir dipinggir
>>jalan
>>arah ke laut. Melihat hal tersebut, tim pansus II yang turba (turun
>>ke
>>bawah) dalam rangka menghimpun sejumlah data dan dalam rangka
>>pengamatan
>>terhadap ola pekat di kota Padang berpendapat, bahwa dalam
>>penyusunan
>>Ranperda nanti, bakal diatur mengenai penyelenggara tempat maksiat.
>>"Tak
>>tertutup kemungkinan soal sanksi tegas yang akan diberikan kepada
>>penyelenggara loka si areal berbuat maksiat seperti warung
>>esek-esek
>>tersebut, sekarang kan mereka berda lih untuk mencari makan
>>sehingga bukan
>>wa rung untuk istirahat bagi para pejalan yang lewat daerah ini,"
>>kata
>>Syofyan B. Amran anggota Pansus II, menjawab Mimbar Minang
>>disela-sela
>>pengamatan pada akhir pekan kemarin.
>>
>>Indikasi perbuatan maksiat lainnya yang juga jelas-jelas terlihat
>>saat tim
>>Pansus melihat dari dekat suasana di Hotel Talao dan Caroline
>>Hotel. Hotel
>>Talao, yang beberapa waktu lalu dikadukan warga sekitar yang
>>meyediakan
>>sarana maksiat itu saat didatangi tidak ada pemiliknya di tempat,
>>hanya
>>seorang petugas administrasi saja, demikian halnya di Hotel
>>Caroline.
>>
>>"Setidaknya apa yang dilakukan tim Pansus sekarang ini melihat
>>langsung
>>kondisi lapangan dan memberikan informasi kepemilik atau petugas
>>bahwa
>>bakal ada Peraturan yang akan mengikat nereka bila terkait dan
>>terbukti
>>membantu tindakan Pekat," kata Dahrief Thaher, Ketua Tim Pansus
>>Pekat
>>
>>Sebenarnya beberapa sudah dilakukan razia oleh tim Polisi Pamong
>>Praja,
>>tapi sehabis razia tetap berulang lagi, karena memang belum ada
>>dasar hukum
>>yang kuat memberikan sanksi kepada si pelaku maksiat termasuk
>>penyedia
>>sarana.
>>Diketahui, kegiatan tim Pansus ini, menyusul proses tahapan
>>pembahasan
>>Ranperda Tindak Tuna Susila dan Pekat yang dibahas tim Pansus DPRD
>>kota
>>Padang, tim selama tiga hari, Sabtu, Senin dan Selasa (18, 20 dan
>>21
>>Agustus) besok turba kelapangan guna menghimpun aspirasi dan
>>pendapat
>>masyarakat soal Ranperda yang akan diajukan keeksekutif nantinya.
>>
>>Tim yang dibagi tiga kelompok itu sejak Sabtu (18/8) kemarin sudah
>>mulai
>>mendatangi sejumlah kawasan objek wisata, salon, kafe musik serta
>>Hotel
>>yang rawan Pekat. Selain ke objek wisata Bungus, yang menjadi objek
>>turba
>>kelompok II tim Pansus, Sabtu sore kemarin mendatangi Hotel Talao,
>>Caroline
>>Hotel, dalam waktu bersamaan secara terpisah Tim I dan II Pansus
>>Pekat juga
>>meninjau beberapa lokasi yang telah ditetapkan.
>>
>>Khusus Tim II, dengan Ketua Dahrief Thaher, Sekretaris tim Arbain
>>S.H., dan
>>anggota Drs. H. Syofyan B.Amran, Alimin Chan, Idris Yusuf S.Sos,
>>Muhammad
>>Ibrahim, Saukani, B Sc dan minus dua anggota lainnya, Makmur Lubuk
>>dan
>>Syafrial Kani.(sel)
>>
>>
>>
>>
>>------------------------------------------------------------
>>Bergabunglah dengan Free Email @mimbarminang.com
>>Klik berita terbaru ranah minang di http://www.mimbarminang.com
>>
>>RantauNet http://www.rantaunet.com
>>
>>Isikan data keanggotaan anda di
>>http://www.rantaunet.com/register.php3
>>===============================================
>>Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
>>http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>>
>>ATAU Kirimkan email
>>Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
>>Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
>>-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
>>-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
>>Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda
>>kurung
>>===============================================
>
>
>_________________________________________________________________
>Get your FREE download of MSN Explorer at
>http://explorer.msn.com/intl.asp
>
>
>RantauNet http://www.rantaunet.com
>
>Isikan data keanggotaan anda di
>http://www.rantaunet.com/register.php3
>===============================================
>Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
>http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>
>ATAU Kirimkan email
>Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
>Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
>-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
>-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
>Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda
>kurung
>===============================================


Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com
RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

Kirim email ke