Senin, 20/08/2001
Bukittinggi Kota Maksiat ? Di Istana Bung Hatta Muda-Mudi Tidur Berpagutan

BUKITTINGGI, Mimbar Minang -- Di teras Istana Bung Hatta Bukittinggi, 
botol-botol minuman keras berserakan, belasan pasang muda-mudi yang bukan 
suami istri tampak tergeletak tidur berpagutan. Tampaknya habis berpesta 
mabuk-mabukan, dan mukin juga pesta sex semalam suntuk.

Pemandangan itulah yang disaksikan anggota dewan dan beberapa tokoh 
masyarakat Ahad subuh kemarin. Di Istana Proklamotor RI saja sudah begitu, 
apa lagi di hotel dan kaffe shop. Bukittinggi sudah jadi Kota Maksiat? 
Nauzubillah !
Beberapa orang tua dan tokoh masyarakat yang secara kebetulan kemeliwati 
pelataran Istana Bung Hatta di kota Bukittinggi Ahad subuh kemarin (19/8), 
terpaksa menutup mata, tapi ada juga yang terkejut dan berteriak 
Astagafirullah!.

Ada apa di Istana Proklamator RI itu?. Nauzubillah, ternyata beberapa pasang 
muda-mudi sedang tergeletak tidur sambil berpagutan melawan dinginnya udara 
subuh.

Fenomena ironis memang, meski Kota Bukittinggi sudah mengeluarkan Perda 
Pemberantasan Maksiat (Pekat), akan tetapi kemaksiatan di kota wisata itu 
makin merajalela.

Tidak hanya orang awam dan tokoh masyarakat yang melihat 'panorama 
mengerikan' itu. Wakil Ketua DPRD Sumbar H. Masfar Rasyid SH dan keluarga 
adalah juga saksi mata dari rusaknya citra 'Kota Perjuangan' yang dipimpin 
Wako Drs.Djufri tersebut.

Kepada Mimbar Minang kemarin petang Masfar yang juga tokoh masyarakjat 
Bukittinggi/Agam itu menuturkan, Ahad subuh itu secara tak sengaja dia dan 
keluarganya lewat di muka bekas Gedung Negara Tri Arga itu. Tapi apa yang 
dilihatnya pada subuh itu?

"Botol-botol minuman keras dari berbagai jenis berserakan dimana-mana. Saya 
tanya ke sopir saya, dia bilang itu miras jenis TKW, Vodka, Mension, Kamput, 
Bir Bintang dan jenis lainnya. Saya juga melihat puluhan lelaki dan 
perempuan usia muda tidur campur baur di ruangan dan teras Gedung Istana 
Bung Hatta itu. Nauzubillah," kata Masfar Rasyid.

Masfar mendapatkan informasi, bahwa pada Sabtu malam hingga Ahad dinihari 
digelar acara band di gedung milik negara itu. Konon kegiatan itu dalam 
rangkaian memperingati HUT RI ke 56. "Saya tak tahu pasti siapa yang 
mengadakan acara 'aneh' itu. Yang pasti, ini ada izinnya dari pihak yang 
berwenang. Mereka mesti bertanggungjawab," kata Masfar dengan nada 
menggugat.

Kontan saja, informasi Masfar itu mendapatkan reaksi keras dari tokoh 
masyarakat Bukittinggi/Agam lainnya. Usman Husein, Ketua Tarbiyah Sumbar 
asal Kamang, mengecam keras kegiatan yang digelar di Istana Bung Hatta itu. 
Disamping berlangsung sampai pagi hari, model kegiatan itu secara nyata juga 
telah mengundang tindak kemaksiatan di kota Bukittinggi. "Itu artinya 
masyarakat telah menginjak-injak Perda Pekat yang dikeluarkan Pemko dan DPRD 
Bukittinggi," kata Usman Husein yang juga anggota Komisi E DPRD Sumbar.

Djufri Bertanggung Jawab

Sementara itu Marfendi, tokoh masyarakat asal Bukittinggi lainnya, menggugat 
tanggungjawab pemko dan pihak berwajib di Bukittinggi yang memberi izin 
penggelaran acara musik keras sampai pagi.

Apalagi, kegiatan di pusat kota rang Agam itu berlangsung tanpa kontrol. "Di 
diskotik Ibukota saja acaranya sampai jam 01.00, tapi kalau disini sampai 
pagi, ya sungguh 'luar biasa'. Saya tak habis pikir. Ini telah mengangkangi 
kita semua," kata Marfendi.

Marfendi meminta DPRD Bukittinggi proaktif menggugat Wako setempat, 
jajarannya serta pihak-pihak yang memberi izin kegiatan 'Pesta Malam Minggu' 
itu. Dia yakin kalau hal itu tidak diantisipasi, maka pada tempat dan saat 
lain, kegiatan serupa bisa kembali terulang. "Kita mesti menyelamatkan kota 
Bukittinggi dari tindak maksiat makin tak terbendungkan itu. Kalau pemko 
masih seperti-seperti ini, saya pesimis. Bukittinggi akan menjadi kota serba 
boleh di masa datang," kata Marfendi khawatir.

Namun sejumlah aktivis muslim asal Bukittinggi di Padang kepada Mimbar 
Minang kemarin menyatakan, selain mengecam keras kelonggaran yang diberikan 
pemerintahan kota dan aparat berkompeten, mereka juga mengajak ummat di 
Bukittinggi untuk segera bangkit memerangi segala bentuk kemaksiatan. "Di 
Istana Proklamtor RI saja, sudah begitu kejadianya, apa lagi di hotel-hotel 
dan tempat-tempat terselubung lainnya," kecam Zul Feri.

Kenyatan tersebut telah membuktikan, Pemko dan jajarannya telah gagal 
menegakan hukum (Perda) dalam memberantas kemaksiatan. "Oleh sebab itu 
jangan salahkan bila ummat di Bukittinggi menempuh cara mereka sendiri. Dan, 
itu memang sudah saatnya," tegas Zul.(isr/dod)



>From: "andi ahmad" <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [RantauNet] Anggota DPRD Temukan Praktik 'Esek-esek'
>Date: Sun, 19 Aug 2001 23:41:24 -0700
>
>Senin, 20/08/2001
>Anggota DPRD Temukan Praktik 'Esek-esek'
>
>PADANG, Mimbar Minang -- Meski keberadaan mobil bergoyang dan tempat 
>'esek-esek' di ruas jalan Bungus telah sering diberitakan media massa, 
>namun para anggota dewan yang tergabung dalam Tim II Pansus Pekat masih 
>memerlukan untuk turun ke bawah (turba). Akankah ini ada manfaatnya? Di 
>sepanjang jalan ke objek Wisata Bungus dan sekitar kawasan Bukik Lampu, 
>Kelurahan Sungai Beremas Kecamatan Lubuk Begalung masih dijumpai sejumlah 
>mobil bergoyang dan 'warung esek-esek' yang dimanfaatkan pasangan 
>muda-mudi.
>
>Pemantauan Tim II Pansus Pekat (Penyakit Masyarakat) DPRD Padang pada Sabtu 
>(18/8) sore kemarin, dijumpai belasan anak muda yang mengisi 'warung 
>esek-esek', berupa tempat duduk petak ukuran dua kali dua, tertutup kayu 
>pada empat sisinya, kecuali pintu masuk selebar 0.5 meter.
>
>Selain itu, sejumlah mobil bergoyang juga tampak parkir dipinggir jalan 
>arah ke laut. Melihat hal tersebut, tim pansus II yang turba (turun ke 
>bawah) dalam rangka menghimpun sejumlah data dan dalam rangka pengamatan 
>terhadap ola pekat di kota Padang berpendapat, bahwa dalam penyusunan 
>Ranperda nanti, bakal diatur mengenai penyelenggara tempat maksiat. "Tak 
>tertutup kemungkinan soal sanksi tegas yang akan diberikan kepada 
>penyelenggara loka si areal berbuat maksiat seperti warung esek-esek 
>tersebut, sekarang kan mereka berda lih untuk mencari makan sehingga bukan 
>wa rung untuk istirahat bagi para pejalan yang lewat daerah ini," kata 
>Syofyan B. Amran anggota Pansus II, menjawab Mimbar Minang disela-sela 
>pengamatan pada akhir pekan kemarin.
>
>Indikasi perbuatan maksiat lainnya yang juga jelas-jelas terlihat saat tim 
>Pansus melihat dari dekat suasana di Hotel Talao dan Caroline Hotel. Hotel 
>Talao, yang beberapa waktu lalu dikadukan warga sekitar yang meyediakan 
>sarana maksiat itu saat didatangi tidak ada pemiliknya di tempat, hanya 
>seorang petugas administrasi saja, demikian halnya di Hotel Caroline.
>
>"Setidaknya apa yang dilakukan tim Pansus sekarang ini melihat langsung 
>kondisi lapangan dan memberikan informasi kepemilik atau petugas bahwa 
>bakal ada Peraturan yang akan mengikat nereka bila terkait dan terbukti 
>membantu tindakan Pekat," kata Dahrief Thaher, Ketua Tim Pansus Pekat
>
>Sebenarnya beberapa sudah dilakukan razia oleh tim Polisi Pamong Praja, 
>tapi sehabis razia tetap berulang lagi, karena memang belum ada dasar hukum 
>yang kuat memberikan sanksi kepada si pelaku maksiat termasuk penyedia 
>sarana.
>Diketahui, kegiatan tim Pansus ini, menyusul proses tahapan pembahasan 
>Ranperda Tindak Tuna Susila dan Pekat yang dibahas tim Pansus DPRD kota 
>Padang, tim selama tiga hari, Sabtu, Senin dan Selasa (18, 20 dan 21 
>Agustus) besok turba kelapangan guna menghimpun aspirasi dan pendapat 
>masyarakat soal Ranperda yang akan diajukan keeksekutif nantinya.
>
>Tim yang dibagi tiga kelompok itu sejak Sabtu (18/8) kemarin sudah mulai 
>mendatangi sejumlah kawasan objek wisata, salon, kafe musik serta Hotel 
>yang rawan Pekat. Selain ke objek wisata Bungus, yang menjadi objek turba 
>kelompok II tim Pansus, Sabtu sore kemarin mendatangi Hotel Talao, Caroline 
>Hotel, dalam waktu bersamaan secara terpisah Tim I dan II Pansus Pekat juga 
>meninjau beberapa lokasi yang telah ditetapkan.
>
>Khusus Tim II, dengan Ketua Dahrief Thaher, Sekretaris tim Arbain S.H., dan 
>anggota Drs. H. Syofyan B.Amran, Alimin Chan, Idris Yusuf S.Sos, Muhammad 
>Ibrahim, Saukani, B Sc dan minus dua anggota lainnya, Makmur Lubuk dan 
>Syafrial Kani.(sel)
>
>
>
>
>------------------------------------------------------------
>Bergabunglah dengan Free Email @mimbarminang.com
>Klik berita terbaru ranah minang di http://www.mimbarminang.com
>
>RantauNet http://www.rantaunet.com
>
>Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
>===============================================
>Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
>http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>
>ATAU Kirimkan email
>Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
>Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
>-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
>-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
>Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
>===============================================


_________________________________________________________________
Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com/intl.asp


RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke