----- Original Message ----- From: ijp To: [EMAIL PROTECTED] Catatan:
Apakah pengambil-alihan ini benar-benar cerminan dari keinginan masyarakat Sumbar? Saya sendiri koq nggak merasa begitu. Soalnya, harga semen tetap saja mahal. Kecenderungan semacam ini, mungkin, hanya terjadi di Sumbar. Sangat chauvinistik, kalau pertimbangannya "harga diri Minang". Kalau begitu, bagaimana dengan usaha orang Minang di daerah lain, misalnya, yang tiba-tiba diambil-alih oleh Pemda setempat? Koq seenaknya saja membuat aturan main, tanpa mempertimbangkan imlikasinya. Sebaiknya keputusan ini ditinjau ulang. Dan harap keputusan ini tidak mengatas-namakan rakyat Sumbar. Tidak semua rakyat Sumbar berpikiran seperti ini. Salam Heran, ijp ==================================================== *urpas: orang-orang minang lagi hura-hura tidak jelas; harga diri minang? ohoi! orang minang layak punya harga diri yang bagaimana? lha, harga diri itu apa sih? harga diri itu maling? seperti kebanyakan birokrat dan legislator sumbar? (jangan tanya bukti sama saya, saya sudah biasa menajdi tukang 'fitnah') harga diri itu tidak punya rasa malu untuk maling uang rakyat? propinsi mana sih yang paling layak untuk tidak memperoleh harga diri lagi? sumbar salah satunya, kelakuannya menjijikkan; maling yang memalukan, malakin paskibrakalah, nyuruh istrinya maling uang rakyat dari anggaran dprd lah; dll. yang begini ini butuh harga diri? propinsi miskin yang tidak tau malu? maling yang tidak punya rasa malu butuh harga diri? onde c-r-k k-mbi-ng namonyo tumah... orang minang itu dalam keterpurukan yang dalam; makin bego makin tengak, karena berpura-pura tidak bego dan tidak tengak dalam kebegoan dan ketengakannyo itu; selain emang banyak yang tidak sadar akan ketengakannya; lalu, 'pelariannya' adalah mencari-cari 'harga diri'; pingin punya pabrik semen sendiri lah; pingin punya artis minang yang toplah; pingin punya menteri orang minang lah dalam kabinet; pingin juara sepakbola lah; mereka butuh pengakuan, walaupun 'merek' doang; jadi dalam ketengakannya masih bisa bilang: ada 3 menteri yg orang minang, lho; bintang sinetron itu urang awak lho; yang punyo perusahaan itu urang awak, lho dll. sibuk mengumpulkan 'bukti-bukti' dan 'merek-merek' minang; gejala wajar kaum terpuruk yang tidak tahu diri; jangan dikait-kaitkan semen padang dengan harga diri warga sumbar; yang terbaik bagi semen padang adalah dikelola secara profesional dan memberikan kemaslahatan bagi rakyat sumatera barat; saya TIDAK percaya pemda koruptif sumbar mampu mengelola pabrik semen itu lebih baik dari cemex! artinya nilai tambah, manfaat yang akan diterima oleh masyarakat akan lebih buruk; yang tebraik adalah kelola semen padang secara profesional; dan saya, frankly, juga jijik melihat semen padang diakuisisi dan dibawah holding semen gresik; politik sentralisasi jawais yang tidak 'menganggap' daerah; cuman dulu orang minang yang emang rada penakut, apalagi sama orang jawa, diam aja pas semen padang diakuisisi sama semen gresik; yang akibatnya jelas, kebijakan semen padang makin ditarik lagi ke pusat; power daerah dalam mengambil keputusan makin berkurang; tingkat keterjajahan semakin tinggi; artinya kita tentang management semen padang under semen gresik! tapi, jangan tolak kehadiran cemex yang terbukti satu dari grup cement terbesar dunia; semen gresik, no! cemex, yes! indonesia koruptor, no! asing profesional, yes! spin-off semen padang dari semen gresik saya dukung; DENGAN CATATAN, sertakan kehadiran cemex di dalamnya; janagn percaya begitu saja sama pemda sumbar; dari sisi dunia investasi, terus terang saya kasian dengan cemex; selain emang pemerintah indonesia kebingungan nyari duit buat nambal anggaran yang sekarat; tapi biarlah saya nggak peduli amat sama indonesia; indoensia emang sudah selayaknya dibubarkan; gara-gara indonesia semua permasalahan permasalahan yang tidak seharusnya ada menjadi ada; saya bilang juga sumatera bersatu merdeka; tapi dalam ikatan federasi, biar sumbar yang miskin nggak seenaknya aja ngedompleng; biar kejahatan sentralisasi tidak terulang; percayalah republik federal sumatera adalah solusi terbaik bagi rakyat suamtera, termasuk bagai rakyat sumbar; saya punya konsep dasar negara seperti apa yang kita inginkan; tapi kenapa mesti saya yang pasiek ini? kenapa bukan kita semua yang membangun konsep baru? toh ini negeri milik kita! tinggalkan indonesia sebelum terlambat! sebelum suharto-suharto lain, abri-abri lain, sukarno-sukarno lain berkuasa; lalu orang minang yang sekarang sudah mulai gadang karengkang akan keliatan lagi aslinya : panakuik! wass., =urpas= RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

