"J.Dachtar" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Cadiak tajua, binguang babali. Antah sajak bilo adaik maajakan
marampok barang nan lah tagadai.

Inyiak: ambo setuju dengan Bapak, dulu yang mengundang mereka adalah kita juga, gubernur tidak pernah merembukkan dulu dengan awak, kini kita mencaplok dengan semena-mena barang nan alah tagadai.

JD

> Catatan:
>
Apakah pengambil-alihan ini benar-benar cerminan dari keinginan
masyarakat Sumbar? Saya sendiri koq nggak merasa begitu.
Soalnya, harga semen tetap saja mahal. Kecenderungan
semacam ini, mungkin, hanya terjadi di Sumbar. Sangat
chauvinistik, kalau pertimbangannya "harga diri Minang". Kalau
begitu, bagaimana dengan usaha orang Minang di daerah lain,
misalnya, yang tiba-tiba diambil-alih oleh Pemda setempat? Koq
seenaknya saja membuat aturan main, tanpa mempertimbangkan
imlikasinya.

Inyiak: ambo setuju bana dengan apa pendapat Bapak, karena ini akan menimbulkan implikasi negatif terhadap Sumatera Barat pada khususnya dan Indonesia pada umumnya terhadap investor luar.

 

Inyiak
>
Sebaiknya keputusan ini ditinjau ulang. Dan harap keputusan ini
tidak mengatas-namakan rakyat Sumbar. Tidak semua rakyat
Sumbar berpikiran seperti ini.
>
> Salam Heran,
>
> ijp
> ==========================
>
>
> Semen Padang Dinyatakan Resmi Diambil Alih Pemda Sumbar
> Kontributor: Ch. Roelmi
> detikcom - Padang, Tak sabar menunggu keputusan dari pusat, akhirnya Semen Padang dinyatakan resmi diambil alih Pemda Sumatera Barat. Pengambilalihan itu dihasilkan lewat sidang paripurna khusus DPRD Sumbar dan didukung sekitar 15 ribu masyarakat Sumbar.
>
> Sidang paripurna khusus itu digelar hari Kamis, 1 November 2001, di Gedung DPRD Sumbar Jl. Khatib Sulaiman, Padang, mulai pukul 11.45 WIB.
>
> Keputusan pengambilalihan itu dituangkan lewat surat DPRD dengan nomor 13/SB/2001, tentang persetujuan DPRD Sumbar terhadap maklumat rakyat Sumbar. Adapun bunyi surat keputusan itu sbb;
>
> I Sumatera Barat
>
> Acara ini tidak dihadiri Ketua DPRD Arwan Kasri karena sakit. Namun, seluruh wakil ketua
DPRD seperti Mas par Rasid dan Syhrial TNI. Begitu juga seluruh anggota Muspida, termasuk Gubernur
dan Pemda Sumbar pun hadir.
>
> Sementara itu di luar, sekitar 15 ribu masyarakat dari berbagai elemen, menunggu hasil si
dang paripurna khusus tersebut. Sidang ini tampaknya terpaksa digelar, karena selama beberapa hari
ini, berbagai kelompok masyarakat telah melakukan desakan dengan demo ke DPRD untuk mendesak segera
dilakukan spin off terhadap Semen Padang. Bahkan pada Rabu (31/10/2001) kemarin, sekitar 10 ribu m
asyarakat unjukrasa menekan DPR untuk segera menyatakan Semen Padang diambil alih rakyat Sumbar.
>
> Semen Padang selama ini dikuasai oleh PT Semen Gresik, yang dalam sruktur sahamnya dimili
ki pemerintah (51%), PT Cemex (25,5%), dan sisanya saham publik. Berkaitan dengan munculnya otonomi
daerah, masyarakat Sumbar ingin i kngin sehingga semua mengambil
keputusan secara bijaksana agar tidak merusak citra Indoensia secara keseluruhan," terangnya.
>
> Pada bagian lain, Laksamana menjelaskan soal tertundanya privatisasi Semen Gresik. Menuru
t Laks, hal itu terkait dengan target-target yang harus dipenuhi kementeriannya dalam APBN. "Harus
dilihat dulu perkembangan jangan dipaksa. Targetnya tetap, akan tetapi kita harus hati-hati," ujarn
ya.
>
> Ketika disinggung seandainya target tersebut tidak tercapai, Laks berkilah harus ada jala
n keluar lain. "Kita harus mencari jalan keluar apakah pemotongan anggaran atau mencari pinjaman la
gi," imbuh Laks sambil meninggalkan wartawan.(san)
>
>
> Pengambilalihan Semen Padang oleh Pemda Sumbar Memprihatinkan
> Reporter: Sapto Anggoro
> detikcom - Jakarta, Pengambilalihan secara resmi PT Semen Padang oleh Pemda Sumatera Barat yang d
ikukuhkan DPRD Sumbar, direspon PT Semen Gresik. Selaku pemegang saham mayoritas,ka ditanya apakah Semen Gresik melihat pengambilalihan itu sebagai tindakan anarki, Suwandi t
idak berani memberikan komentar. Ia hanya menyatakan bahwa PT Semen Gresik sebagai badan hukum, keb
eradaannya dilindungi oleh undang-undang. Bila ada pihak yang kemudian mengambil alih milik, menuru
t dia bila memakai common sense merupakan pelanggaran hukum. "Tapi, sekali lagi, kami masih menungg
u bukti-bukti berupa dokumen resmi dari Pemda dan DPRD Sumbar," tukasnya.
>
> Dokumen-dokumen resmi itu sangat diperlukan, karena menurut Suwandi PT Semen Gresik sebagai perus
ahaan publik punya kewajiban untuk menyampaikan sesuatu yang penting yang terjadi di lingkungan per
usahaan. "Termasuk kejadian di Semen Padang ini," ujar dia.
>
> Semen Gresik tampak hati-hati menyikapi hal ini, karena ini pertama kalinya masyarakat beserta Pe
mda dan DPRD bertindak seperti itu terhadap perusahaan publik. "Ini preseden baru," tambah lelaki a
sal Surabaya ini. Semua kejadian itu, k ateperti biasa. Tapi, yang dikhawatirkan dia adalah saham PT Semen Gresik di BEJ.(asa
)
>
>
>
> Soal Semen Padang Diambil Pemda Sumbar
> Ekonom: Cermin Perilaku Sempit
> Reporter: A Krisna Maharani
>
> detikcom - Jakarta, Ekonom Indef (Institute for Development of Economic and Finance) Didik J. Rac
hbini mengatakan pengambilalihan sepihak Semen Padang oleh pemerintah daerah (Pemda) dan masyarakat
Sumatra Barat (Sumbar), merupakan cermin dari perilaku yang sempit.
>
> Menurutnya, pengambilalihan Semen Padang oleh Pemda dan DPRD, merupakan sikap politik yang terbel
akang.
>
> "Dengan sikap seperti itu masyarakat Sumbar tidak akan maju, sikap seperti itu mencerminkan peril
aku yang sempit. Sikap itu untuk meraih keuntungan politik dengan menindas ekonomi," kata Didik.
>
> Selain itu lanjut dia, kepemilikan tanah Sumbar mirip dengan sistem ekonomi sosialis akan membuat
semakin terbelakang. "Dan harusnya ang
Bali atau tidak usah mempermasalahkan kepemilikan tapi ada 100 hotel. Dengan 100 hotel lanjut Didik
mencontohkan, banyak lapangan kerja dan banyak pemasukkan.
>
> Tapi dia mengaku setuju jika ada pihak yang melakukan koreksi terhadap langkah privatisasi pemeri
ntah, karena ia melihat privatisasi yang dilakukan banyak yang sembrono. (Ir)
>
>



RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register..php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
============================================== =Yahoo! Personals.

Kirim email ke