*
dewi,
biar nggak bete terus,
nih cerita yang aku janjiin di sms tadi;

coba, dewi;
apa artinya sebuah kaos oblong?
ya..pakaian, pelindung tubuh;
kadang juga dapat menjadi 'perhiasan', aksesoris yang menunjang penampilan;
terutama bagi anak-anak muda;
kaos oblong kadang malah jadi komoditas politik;
ingat nggak pemberian kaos oblong oleh sukarno pada suharto?
yang kerap di kutip di buku-buku dan film sejarah;
pasti pernah nonton film 'g 30 s pki' yang dulu suka diputar di tivi kan?

namun bagi lelaki itu, dewi;
kaos oblong benarlah sebuah kaos oblong belaka;
sehelai baju kaos tipis untuk dipakai buat keseharian;
selembar duit dua puluh ribuan cukuplah untuk kaos oblong macam itu;
jadi artinya kaos oblong itu hanya dua puluh ribu;

tapi jangan salah, dewi,
kaos oblong dapat berarti tumpahan air mata tak tertahan;
siksaan penyesalan yang dalam;
jangankan dua puluh ribu,
dua puluh ribu lembar dua puluh ribuan pun tak berarti dibandingkan kaos
oblong
itu;
percaya nggak?

gini dewi,
lelaki itu itu memang tidak biasa meminta, walaupun dia deserves more than
sekedar itu;
tapi lebaran dua tahun yang lalu, entah angin dari mana yang membisikinya,
ia
meminta sesuatu;
baju kaus, alias kaos oblong;
ya,  ia meminta kaus oblong untuk lebaran itu;
tentulah senang yang diminta, walau mencoba mengelak dari permintaan itu:
'kan hari raya, masak beli baju kaus, nanti aku belikan baju koko sutera
serta
kain sarung bugis berikut kopiah aceh'
'ndak, aku ingin baju kaus saja, yang enak, yang tipis, yang tidak panas'

ya, sudah kalau maunya baju kaus;
gampang itu, ntar dibeliin yang mahal deh, yang diimpor dari amerika;

ya, begitu;
ia cuman minta baju kaus, kok;
gampang, ntar deket-deket lebaran aja dibeliin;

nah, dewi;
dua minggu sebelum lebaran datang, seorang anak lelakinya menelfon;
mengingatkan lelaki itu minta dibeliin baju kaus,
jangan yang tebal-tebal kayak di plaza-plaza itu,
panas tidak enak dipakai, gerah, begitu pesannya;
beliin baju kaus "biasa" aja;
kalau bisa, katanya, aku yang ngasihin langsung;

kan repot...
masak nggak mau dibeliin yang bagusan dikit, sih;
sekali-sekali liatinlah sama tetanggalah, walau baju kaus,
juga ada yang bermerek-merek perancis atau itali;
padahal aku sudah mau beliin dia, berikut pakaian sholat dan sajadah walau
nggak diminta;
sementara, mau ngasihin langsung bukan aku nggak mau;
tapi tau sendiri kalau ke sumatra pas lebaran, repot;
repot ngatur cuti, repot nyari tiket, repot baliknya, pake duit pula;

akhirnya, dewi;
aku nggak mau ngotot juga beliin dia baju kaos yang sudah aku incar itu;
lha, yang mau make dia, bukan aku;
aku beliin saja, seperti biasa, baju koko, kain sarung, sajadah;
baju kaus "biasa" nggak ada di jual di dept store itu;
lebaran tinggal seminggu, ku paketkan saja satu paket pakaian sholat itu;
selipin kartu lebaran, tulis dikit: mohon maaf lahir & bathin;
sambil nambahin alasan-alasan yang dibesar-besarkan kenapa tidak bisa
mengantarkan paket ini langsung;
tak lupa juga, seperti kartu lebaran tahun-tahun sebelumnya, aku bilang
betapa
menyesalnya aku tidak bisa lebaran di rumah tuanya itu;
lalu ada catatan kecil dibawahnya:
'aku sudah transfer uang sekian untuk beli
cat dan perbaikan tangga rumah'

lengkap sudah aku rasa, dewi;
kewajiban rutin setiap lebaran itu;
ya, baju kaus memang tak jadi dikirim, abis agak susah dan nggak sempat
nyarinya;
tapi aku sudah kirim macam-macam kok buat lelaki itu;

waktu berjalan seperti biasa;
lalu lebaran tahun lalu,  lelaki itu dibisiki angin lagi, dewi;
anak perpempuannya yang kebetulan bertemu aku menyampaikan pesan;
ntar kalau lebaran, lelaki itu minta aku membelikan dia baju kaus kalau bisa
diantarkan langsung;
he..he...nggak apa-apa;
jangankan baju kaus, kalau rezeki masih ada aku belikan lagi dia baju sholat
yang bagus,
kain sarung bugis favoritnya lagi; jika  perlu ntar aku belikan kemeja dan
pantalon bermerek;

lalu sama seperti tahun sebelumnya;
aku kirimkan lagi perlengkapan sholat, terselip selembar kartu lebaran;
aku tulis lagi keluhanku betapa susahnya untuk mengantarkan paket itu
langsung
padanya;
betapa urusan kantor dan mencari tiket begitu repotnya menjelang lebaran
ini;
dan aku tutup dengan ekspresi penyesalan dan kesedihanku untuk tidak bisa
mengunjungi dia pada hari raya itu,di rumah tuanya;
terus, seperti biasa juga, ada catatan kecil di bawah tanda tangan:
'aku juga mengirimkan uang sedikit buat memperbaiki dapur dan mencat rumah'

tapi emang sih, dewi;
emang aku nggak sempat belikan dia baju kaus itu;
repot kan di sini mencari baju kaus kayak yang dia inginkan itu;
tapi nggak apa-apalah, toh pasti dia senang dikirimin kiriman seabreg-abreg
itu;

cuman belakangan aku sempat agak sedih juga;
ketika dua orang anak lelakinya dan seorang anak perempuannya bercerita;
bahwa sebetulnya dia pingin baju kaus 'biasa' itu;
buat dipakai pagi-pagi selesai membereskan kebun belakang rumah;
atau sore-sore sambil baca koran usai membakar sampah;

aku jadi sedih juga, dewi;
ingat waktu kecil aku pernah beberapa kali meminta lelaki itu membelikan aku
kaos oblong;
ada yang bergambar maradona tengah menendang bola;
ada yang bergambar icuk sugiarto tengah melompat;
pernah pula yang bergambar cenkuangtai tengah terbang menendang;
sedih juga;

lalu, yang membuat aku lebih sedih juga, dewi;
adalah ketika aku tahu ternyata dia minta anak perempuannya membelikannya
baju
kaus itu;
sepertinya dia merasa aku tidak bisa diharapkan lagi;

tapi manusia hanya tersentak ketika dihadapkan kenyataan itu;
begitu waktu bergulir menggelinding meninggalkan kejadian-kejadian yang
lewat
di setiap detiknya;
kita mulai pelan-pelan lupa, kesedihan terpupuskan waktu;
sampai hari itu;

sampai hari itu,
ketika berada di negeri seberang tanjung pinang itu;
aku kebingungan, dewi, harus membawakan apa ole-ole buat lelaki itu;
aku hendak belikan pemantik rokok patung singa, dia sudah berhenti merokok;
aku belikan pena, kok sama dengan yang ku belikan buat anak bungsunya;
lalu tiba-tiba, aku melihat selembar baju kaus, kaos oblong tipis dengan
gambar singa di dadanya;
ya sudahlah, aku belikan saja kaos oblong itu, lagian murah, duitku sudah
pas-pasan pula;

aku tak sempat memberikannya langsung;
bahkan tak sempat memberitahunya kalau aku barusan pulang dari negeri
seberang
tanjung pinang itu;
aku kirimkan baju kaus singa itu ke anak bungsunya;
minta tolong disampaikan;

lalu dewi, dimulailah drama itu;
tepat jam 12.05 wib (gmt + 7) keponakannya setengah berbisik menelponku dari
1000 kms away:
'dia sudah pergi...'
pernah merasa air matamu tak pernah kering, dewi?
meski telah ditumpahkan berjerigen-jerigen?
aku merasakannya, dewi;
rasanya seluruh cairan di tubuhku, keringat, darah, semuanya bertransformasi
menjadi airmata;
sehingga air mata ku tak pernah kehabisan stok;

lalu aku melayang menemuinya setelah bertahun-tahun tak menginjak halaman
rumah
tuaya;
anak perempuannya kutemui menangis di dapur;
ia pun tak sempat membelikan baju kaus yang telah diminta lelaki itu
bertahun-tahun;
anak bungsunya kutemui menangis di kebun belakang;
'mas, maafkan aku, baju kaus itu kuambil, tidak kuberikan padanya'
'tapi kamu bilang 'kan aku belikan dia baju kaus itu buat dia di negeri
seberang tanjung pinang?'
anak bungsunya yang masih remaja itu hanya menggeleng sambil kembali
menangis;
aku mengusap kepalanya;
'lupakan sudah, dia lelaki pemaaf, lelaki yang tak pernah marah'
aku menghibur diri sendiri;
sebelum melangkah dan menumpahkan air dari mataku yang mulai lelah;

nggak tambah bete kan denger ceritaku, dewi?
jangan dong...

=urpas=

*insya allah hari rayo sekarang i'll be at your home..
though  i am surely aware that i'll not be able to shake and kiss your hands
anymore
while saying :
'minal aidin wal faidzin, maafkan urpas yo, bak....'*



RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke