Ass.ww

Panggugek-panggugek nan lamo baranang di Minang net, apo kini alah
masuak ka palanta awak?

Kalau diambo iyo kurang lamak caronyo maota, antah di nan lain.
Sarancakno jan ditanggapi dulu, rami nanti, panjang ujuangnyo. Untuak
nan saromanko, iyo di MN sajolah, ndak usah di rantaunet nan lai agak
bataratik saketek-ko.

Miko .................

Wass.ww
St.P

-----Original Message-----
From: Program BUMY [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Tuesday, November 27, 2001 9:12 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [RantauNet] re: Sumbar Wajib Laksanakan Syariat Islam


Baa ko ? kok bakecek indak santun di forum bantuak iko.

Sah-sah saja sih kalau berpendapat agama merupakan urusan yang sangat
bersifat pribadi. Kayaknya saya juga begitu, tapi kan nggak perlu
sampainololin orang. Suka-suka lah, kan pendapat masing-masing.

Bagi saya bukanlah suatu hal yang perlu dipertentangkan apakah syariat
islam
diberlakukan di Sumbar atau tidak Yang penting kan penjabarannya.
Mengutip
istilah Amien Rais, lebih baik gunakan politik garam daripada politik
Gincu.

Gincu memberi warna yang bisa sangat mentereng sementara garam meski
tidak
kelihatan tapi dengan cepat bisa dirasakan kehadirannya.Artinya meski
secara
yuridis formal tidak ada aturannya tapi kalau dalam keseharian kehidupan
urang awak mencerminkan nilai-nilai islami, bukankah itu lebih baik
daripada
sebaliknya.

Kalaulah syariat islam "dipaksakan" diberlakukan, tentunya harus ada
peraturan yang bisa menjamin pelaksanaanya. Pertanyaannya perlukan
diatur
didunia ini bila orang islam tidak melaksanakan kewajiban rohaninya?.
Katakanlah shalat.Wah gimana mengawasi orang shalat atau ndak tuh. Perlu
polisi urusan shalat donk.

Just comment.

terima kasih
Dessy R

----- Original Message -----
From: "Azizar Aras" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, November 27, 2001 6:45 AM
Subject: RE: [RantauNet] re: Sumbar Wajib Laksanakan Syariat Islam


> Pada waktu bersamaan kita mengatakan orang tolol, kita juga sudah
> mempertontonkan betapa tololnya kita.
>
> Pada Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini mengapa kita mengutamakan
emosi
> pribadi, kita bisa mengatakan biarkan generasi muda untuk berfikir
mngapa
> kita membatasi orang lain punya pikiran.
>
> Nauzubillah minzalik, semoga Allah masih memberikan kesempatan kepada
kita
> untuk menjadi orang yang sabar dalam mengahadapi kehidupan yang
semakin
> keras ini Amiiiinnnn
>
> AAR
>
> -----Original Message-----
> From: panggugek panggugek [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Tuesday, November 27, 2001 6:31 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [RantauNet] re: Sumbar Wajib Laksanakan Syariat Islam
>
>
> Hanya manusia tolol yang mau mempraktekkan syariat islam di minang.
Urusan
> agama adalah urusan masing-masing yang tidak seharusnya dipaksakan
kepada
> siapa pun dan kapan pun. Beri kesempatan kepada generasi muda untuk
berpikir
>
> menentukan budaya dan ideologi yang cocok dengan generasinya.
>
> Panggugek
>
>
> 26/11/2001
> Sumbar Wajib Laksanakan Syariat Islam
>
> Padang, Mimbar Minang Anggota DPRD Sumbar di Komisi E (Kesra), Buya
Drs.
H.
> Khaidir Khatib Bandaro berpendapat, penerapan syariat Islam di Ranah
Miang
> sudah menjadi kewajiban, sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi
agama
dan
>
> nilai-nilai adat. "Komitmen terhadap agama dan adat tersebut tertuang
jelas
> dalam filosofi yang menjadi pedoman hidup masyarakat Minang yang
berbunyi
> Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, ujarnya, Ahad kemarin.
>
> Khaidir Khatib Bandaro yang juga merupakan salah satu tokoh dibelakang
> kelahiran Perda pencegahan dan pemberantasan maksiat yang selalu
bersuara
> lantang tentang syariat Islam di Ranah Minang ini menjelaskan filosofi
> tersebut berarti bahwa tatanan dan nilai-nilai adat Minang bersendikan
> agama, dan agama bersendikan Kitabullah (Alqur'an).
>
> Khaidir Khatib mengatakan, daerah berpenduduk 4,5 juta jiwa yang
mayoritas
> muslim ini sekarang perlu mengupayakan syariat Islam sebagaimana yang
> dilakukan Aceh dan segera menyusul Sulsel. "Kita lihat beberapa daerah
sudah
>
> lebih maju selangkah dibandingkan Sumbar dalam merealisasikan syariat
Islam,
>
> ujarnya.
>
> Dalam upaya lebih memfokuskan program penerapan syariat Islam, Kata
Buya
> Khaidir, sudah saatnya Sumbar membentuk sebuah panitia atau badan
khusus
> yang melibatkan tiga unsur tokoh masyarakat Minang yang dikenal dengan
Tigo
> Tungku Sajarangan yang terdiri atas alim ulama, ninik mamak dan
> cadiak-pandai. "Mereka perlu berkumpul untuk membahas atau
merencanakan,
> mempelajari dan menyiapkan langkah-langkah yang perlu diambil demi
> penegakkan syariat Islam di daerah itu, ujarnya.
>
> Buya mengatakan, di masa lalu upaya menggemakan syariat Islam di Ranah
> Minang nampaknya kurang mendapat respon, namun kini seiring telah
> diberlakukan Perda pencegahan dan pemberantasan maksiat diharapkan
> perjuangan menegakkan syariat Islam bisa menjadi kenyataan.
>
> Bentuk Komite Persiapan
> Sementara intelektual muslim Drs.H. Syahbuddin yang dikontak Mimbar
Minang
> Ahad petang menyatakan, pemberlakuan Syariat Islam di Sumbar tidak
harus
> menunggu diamandemennya Pasal 29 yang memasukan Kewajiban Melaksanakan
> Syariat Islam bagi pemeluknya sebagaimana yang tertuang dalam Piagam
> Jakarta. "Jauh sebelum Indonesia lahir, Minangkabau (kini Sumbar-red)
sudah
> punya Piagam Bukit Marapalam yang merupakan komitmen mendasar untuk
> melaksakan Adat Basandi Syara, Syara Basandi Kitabullah yang intinya
adalah
> Syariat Islam, tegasnya.
>
> Wakil Ketua DPRD Sumbar H. Masfar Rasyid SH, dalam perbincangan dengan
> Mimbar Minang sebelumnya juga menegaskan, Piagam Bukit Marapalam yang
pernah
>
> disalin asli oleh Inyiak Canduang tersebut merupakan komitmen bersama
para
> ulama dan pemuka adat serta cadiak-pandai Ranah Minang yang bahkan
mempunyai
>
> sangksi bila tidak menerapkannya. "Jika tidak salah, sangsinya
berbunyi;
ka
> ateh indak bapucuak, ka bawah indak baurek, di tangah digiriak
kumbang,
> jelas H. Masfar saat itu.
>
> Melihat makin rusaknya sendi-sendi agama dan adat terutama yang
menimpa
> kawulamuda Minangkabau hari ini. "Mungkin sangsi pelanggaran atas
Piagam
> Bukit Marapalam dengan tidak menjalankan ABS-SBK yang intinya Syariat
Islam
> itulah, yang kita jalani di Sumbar hari ini, timpal H. Syahbudin.
>
> Namun dia menilai, Sumbar belum terlambat untuk kembali ke ABS-SBK,
kembali
> ke Syariat Islam. Seperti juga disarankan Buya Khaidir, dia berharap
semua
> komponen urek tunggang masyarakat adat Minangkabau yakni alim ulama,
ninik
> mamak dan cadiak-pandai perlu segera duduk semeja menyusun strategi
dan
> langkah-langkah bagi pembentukan Komite Persiapan Pemberlakuan Syariat
> Islam. "Sementara tanggalkan 'baju partai, jabatan, dan formalitas
lainnya.
> Mari kita duduk selaku urang awak yang sungguh-sungguh ingin kembali
ke
> jatidiri urang awak, yakni menegakan Syariat Islam, sarannya.
(dod/ant)
>
>
>
> _________________________________________________________________
> Get your FREE download of MSN Explorer at
http://explorer.msn.com/intl.asp
>
>
> RantauNet http://www.rantaunet.com
>
> Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
> ===============================================
> Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
> http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>
> ATAU Kirimkan email
> Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
> Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
> -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
> -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
> Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
> ===============================================
>
> RantauNet http://www.rantaunet.com
>
> Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
> ===============================================
> Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
> http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>
> ATAU Kirimkan email
> Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
> Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
> -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
> -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
> Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
> ===============================================



RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
==============================================Mendaftar atau berhenti menerima 
RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
==============================================

Kirim email ke