Pada waktu bersamaan kita mengatakan orang tolol, kita juga sudah mempertontonkan betapa tololnya kita.
Pada Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini mengapa kita mengutamakan emosi pribadi, kita bisa mengatakan biarkan generasi muda untuk berfikir mngapa kita membatasi orang lain punya pikiran. Nauzubillah minzalik, semoga Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk menjadi orang yang sabar dalam mengahadapi kehidupan yang semakin keras ini Amiiiinnnn AAR -----Original Message----- From: panggugek panggugek [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Tuesday, November 27, 2001 6:31 AM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [RantauNet] re: Sumbar Wajib Laksanakan Syariat Islam Hanya manusia tolol yang mau mempraktekkan syariat islam di minang. Urusan agama adalah urusan masing-masing yang tidak seharusnya dipaksakan kepada siapa pun dan kapan pun. Beri kesempatan kepada generasi muda untuk berpikir menentukan budaya dan ideologi yang cocok dengan generasinya. Panggugek 26/11/2001 Sumbar Wajib Laksanakan Syariat Islam Padang, Mimbar Minang Anggota DPRD Sumbar di Komisi E (Kesra), Buya Drs. H. Khaidir Khatib Bandaro berpendapat, penerapan syariat Islam di Ranah Miang sudah menjadi kewajiban, sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi agama dan nilai-nilai adat. "Komitmen terhadap agama dan adat tersebut tertuang jelas dalam filosofi yang menjadi pedoman hidup masyarakat Minang yang berbunyi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, ujarnya, Ahad kemarin. Khaidir Khatib Bandaro yang juga merupakan salah satu tokoh dibelakang kelahiran Perda pencegahan dan pemberantasan maksiat yang selalu bersuara lantang tentang syariat Islam di Ranah Minang ini menjelaskan filosofi tersebut berarti bahwa tatanan dan nilai-nilai adat Minang bersendikan agama, dan agama bersendikan Kitabullah (Alqur'an). Khaidir Khatib mengatakan, daerah berpenduduk 4,5 juta jiwa yang mayoritas muslim ini sekarang perlu mengupayakan syariat Islam sebagaimana yang dilakukan Aceh dan segera menyusul Sulsel. "Kita lihat beberapa daerah sudah lebih maju selangkah dibandingkan Sumbar dalam merealisasikan syariat Islam, ujarnya. Dalam upaya lebih memfokuskan program penerapan syariat Islam, Kata Buya Khaidir, sudah saatnya Sumbar membentuk sebuah panitia atau badan khusus yang melibatkan tiga unsur tokoh masyarakat Minang yang dikenal dengan Tigo Tungku Sajarangan yang terdiri atas alim ulama, ninik mamak dan cadiak-pandai. "Mereka perlu berkumpul untuk membahas atau merencanakan, mempelajari dan menyiapkan langkah-langkah yang perlu diambil demi penegakkan syariat Islam di daerah itu, ujarnya. Buya mengatakan, di masa lalu upaya menggemakan syariat Islam di Ranah Minang nampaknya kurang mendapat respon, namun kini seiring telah diberlakukan Perda pencegahan dan pemberantasan maksiat diharapkan perjuangan menegakkan syariat Islam bisa menjadi kenyataan. Bentuk Komite Persiapan Sementara intelektual muslim Drs.H. Syahbuddin yang dikontak Mimbar Minang Ahad petang menyatakan, pemberlakuan Syariat Islam di Sumbar tidak harus menunggu diamandemennya Pasal 29 yang memasukan Kewajiban Melaksanakan Syariat Islam bagi pemeluknya sebagaimana yang tertuang dalam Piagam Jakarta. "Jauh sebelum Indonesia lahir, Minangkabau (kini Sumbar-red) sudah punya Piagam Bukit Marapalam yang merupakan komitmen mendasar untuk melaksakan Adat Basandi Syara, Syara Basandi Kitabullah yang intinya adalah Syariat Islam, tegasnya. Wakil Ketua DPRD Sumbar H. Masfar Rasyid SH, dalam perbincangan dengan Mimbar Minang sebelumnya juga menegaskan, Piagam Bukit Marapalam yang pernah disalin asli oleh Inyiak Canduang tersebut merupakan komitmen bersama para ulama dan pemuka adat serta cadiak-pandai Ranah Minang yang bahkan mempunyai sangksi bila tidak menerapkannya. "Jika tidak salah, sangsinya berbunyi; ka ateh indak bapucuak, ka bawah indak baurek, di tangah digiriak kumbang, jelas H. Masfar saat itu. Melihat makin rusaknya sendi-sendi agama dan adat terutama yang menimpa kawulamuda Minangkabau hari ini. "Mungkin sangsi pelanggaran atas Piagam Bukit Marapalam dengan tidak menjalankan ABS-SBK yang intinya Syariat Islam itulah, yang kita jalani di Sumbar hari ini, timpal H. Syahbudin. Namun dia menilai, Sumbar belum terlambat untuk kembali ke ABS-SBK, kembali ke Syariat Islam. Seperti juga disarankan Buya Khaidir, dia berharap semua komponen urek tunggang masyarakat adat Minangkabau yakni alim ulama, ninik mamak dan cadiak-pandai perlu segera duduk semeja menyusun strategi dan langkah-langkah bagi pembentukan Komite Persiapan Pemberlakuan Syariat Islam. "Sementara tanggalkan 'baju partai, jabatan, dan formalitas lainnya. Mari kita duduk selaku urang awak yang sungguh-sungguh ingin kembali ke jatidiri urang awak, yakni menegakan Syariat Islam, sarannya. (dod/ant) _________________________________________________________________ Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com/intl.asp RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung =============================================== RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

