Ambo takajuik bana satalah mambaco barito iko di harian Kompas
Kabatulan kajadiannyo di kampuang ambo, dakek rumah bana .
Ambo langsuang telpon ke kampuang untuak konfirmasi, tanyato bana
kajadiannyo.
Dari informasi yang ambo dapek, perampoknyo urang pandatang dan yang
surangnyo (yang tatangkok) agak bele.
Semoga para palakunyo mandapek hukuman yang setimpal (hukum mati) dan
keluarga yang ditingalkan almarhum dan almarhumah diberi ketabahan
"Nofendri T. Lare"
<de-litak@minangkaba To: [EMAIL PROTECTED],
u.zzn.com> [EMAIL PROTECTED]
Sent by: cc:
rantau-net-owner@ran Subject: [RantauNet] Merampok
untuk Tebus
taunet.com Saudara di Penjara
12/06/01 05:31 PM
Please respond to
rantau-net
Assalamualaikum Wr, wb.
Mamak-mamak jo dunsanak kasadonyo.
Dari berita yang diturunkan Mimbar Minang hariko dan salah satu
radio
swasta di Jakarta tadi pagi, terus terang ambo sangek takajuik,
Perampokan yang disertai dengan pembantaian satu keluarga di
Maninjau.
Sungguh sadis urang awak, dibulan puaso, bulan yang penuh rahmat
ini
sebegitu teganya membunuh dan merampok dengan alasan mambantu
saudara
kalua dari penjara???????
Ndak bisa ambo berkata banyak dek berita samacam iko do, hanya
satu..
hukuman matilah yang setimpal bagi pelakunya.
Wassalam
T. Lare
===============
Kamis, 6/12/2001 07:45 wib
MANINJAU, mimbarminang.com -- Dua pelaku pembunuhan dan
perampokan di
rumah Thamrin St. Makmur, nekat membantai Thamrin beserta istri
dan
anak laki-lakinya hanya untuk men-dapatkan sejumlah uang untuk
menebus saudara mereka di penjara. Pengakuan ini sempat didengar
oleh
Refelita (15), anak korban yang selamat dari perbuatan sadis
kedua
pelaku. Peristiwa berdarah ini terjadi di Nagari Bayau Maninjau
Kecamatan Tanjung Raya Ka-bupaten Agam sekitar pukul 01.45 WIB,
Selasa (4/12). Thamrin St Makmur (45) bersa ma istrinya Syamsinar
(43) dan anak lelakinya Dodi Mahendra (17), tewas terkapar
bersimbah
darah setelah dihujani dengan senjata tajam.
Sedangkan empat orang anak korban yang malam itu sedang tertidur
pulas selamat dari per buatan sadis kawanan rampok. Refelita
(15),
yang mendengar ribut-ribut berusaha menyela-matkan adik bungsunya
Rama-dhani (2). Kendati senjata ta jam sempat melukai punggung
nya,
Refelitas dengan sekuat tenaga berlari ke tengah sawah sambil
menggendong si bungsu dua adiknya, Rini Ma yasari (11) dan Dewi
Agustini (7).
Seperti yang dituturkan Refli ta kepada Mimbar Minang, malam
kejadian
selain menyak sikan kedua orang tua dan saudara laki-lakinya
dihabisi, ia juga sempat mendengarkan ucapan yang keluar dari
mulut
pelaku, Irwansyah (19) dan Roni (21). Pemandangan sadis ini masih
mengiang di benak siswi SMU Maninjau ini.
Menurut Reflita, saat mela-kukan aksinya, seorang pelaku
berpostur
gemuk ? Irwan-syah? mengatakan kepada ke-pada dia dan
adik-adiknya
sete lah diikat dan disekap di dalam kamar. Saat itu, Reflita men
dengar perkataan pelaku, bah wa ia membutuhkan uang un tuk
mengeluarkan saudaranya yang sedang dalam penjara.
"Setelah terkena tusukan dan tendangan serta mengikat kami,
pelaku
lalu memaksa kami masuk ke dalam kamar untuk diam. Dari dalam
kamar
saya mendengar perkataan salah seorang pelaku bahwa ia
membutuhkan
uang untuk membebaskan saudara mereka yang sedang dalam penjara,"
tutur Reflita sembari mengatakan perkataan pelaku diucapkan
dengan
Bahasa Indonesia.
Masih dituturkan Reflita, setelah melakukan perbuatan sadis
pelaku
menyatakan penyesal-annya karena informasi yang diterima tidak
sesuai
dengan kenyataan. Maksudnya, perkiraan mereka Thamrin merupakan
pengusaha ikan kering yang kaya raya dan telah mengekspor ikan ke
Malaysia. Namun kenyataan, harta yang ada di dalam rumah tidak
seperti yang mereka bayangkan.
"Informasi yang diterima pelaku tidak sesuai dengan kenyataan.
Kalau
tahu begini pelaku tidak akan melakukan," kata Reflita yang
matanya
masih terlihat sembab.
Menurut Reflita, saat diikat bersama adiknya Rini Mayasari (11),
pelaku mengancam akan membunuh jika berteriak atau menceritakan
pada
orang lain seraya menendang korban ke meja dapur. "Kalau kamu
katakan
kepada orang lain akan saya bunuh. Karena kami membutuh-kan uang
untuk mengeluarkan saudara yang berada dalam penjara," ujar
Reflita.
Setelah melihat kedua orang tua dan abangnya terkapar bersimbah
darah, Reflita bersama kedua adik perempuanya sambil mengendong
Ramadhani yang masih berumur dua tahun melarikan diri ke tengah
sawah. Sekitar jarak 300 meter, barulah anak-anak yang malang ini
mendapat pertolongan dari masyara-kat dan menelpon polisi.
Sampai kemarin, ratusan masyarakat masih menapaki jejak yang
melarikan diri di Kelok 44 Maninjau. Siang malam masyarakat
memban tu
aparat kepolisian dari Polres Agam menelu suri hutan kecil di
sekitar
Danau Maninjau.
Peristiwa berdarah ini tidak saja membuat duka masyarakat sekitar
lokasi kejadian tetapi suasana duka sampai ke Salingka Danau
Maninjau. Terbukti Pasar Rabu di Sungai Batang dan Pasar Rabu VI
Koto, sehari kemarin terlihat lengang.
Di setiap sudut, mulai di rumah-rumah penududuk sampai ke warung-
warung, pembi-caraan masih seputar peristiwa sadis ini. Bahkan
Wakil
Bupati Agam H. Syafruddin Arifin ,S.H., dan Ketua DPRD Agam Drs.
Putra Utama turut mengucapkan berlangsungkawa dengan melawat ke
rumah
duka.
Kedua tokoh masyarakat Agam ini berharap aparat kepolisian bisa
segera menangkap seorang pelaku lagi yang masih melarikan diri.
Sedangkan pelaku yang ditangkap, bisa segera diperiksa dan
diadili
sesuai dengan hukum yang berlaku.(ram/jon)
Get your Free E-mail at http://minangkabau.zzn.com
____________________________________________________________
Get your own FREE Web and POP E-mail Service in 14 languages at
http://www.zzn.com.
RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di
http://www.rantaunet.com/register.php3
==============================================Mendaftar atau berhenti
menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages,
ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net
[email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan:
[email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
==============================================
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
==============================================Mendaftar atau berhenti menerima
RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
==============================================