Assalamu'alaikum wr.wb.
Nan mambunuah tu indak urang awak doh Jon, tapi urang Nieh (Nias) nan
bakarajo di Maninjau Indah Hotel, dan baru sajo sahari sabalunnyo di "PHK"
dek Mak Bintang nan punyo Hotel tu. Baitu nan ambo baco di Media Indonesia.
Salam,
dn
At 08:52 AM 07/12/2001, you wrote:
>
>Ambo takajuik bana satalah mambaco barito iko di harian Kompas
>Kabatulan kajadiannyo di kampuang ambo, dakek rumah bana .
>Ambo langsuang telpon ke kampuang untuak konfirmasi, tanyato bana
>kajadiannyo.
>Dari informasi yang ambo dapek, perampoknyo urang pandatang dan yang
>surangnyo (yang tatangkok) agak bele.
>Semoga para palakunyo mandapek hukuman yang setimpal (hukum mati) dan
>keluarga yang ditingalkan almarhum dan almarhumah diberi ketabahan
>
>
>
>
>
> "Nofendri T. Lare"
> <de-litak@minangkaba To:
[EMAIL PROTECTED],
> u.zzn.com> [EMAIL PROTECTED]
> Sent by: cc:
> rantau-net-owner@ran Subject: [RantauNet]
Merampok untuk Tebus
> taunet.com Saudara di Penjara
>
>
> 12/06/01 05:31 PM
> Please respond to
> rantau-net
>
>
>
>
>
>
> Assalamualaikum Wr, wb.
>
> Mamak-mamak jo dunsanak kasadonyo.
> Dari berita yang diturunkan Mimbar Minang hariko dan salah satu
> radio
> swasta di Jakarta tadi pagi, terus terang ambo sangek takajuik,
> Perampokan yang disertai dengan pembantaian satu keluarga di
> Maninjau.
>
> Sungguh sadis urang awak, dibulan puaso, bulan yang penuh rahmat
> ini
> sebegitu teganya membunuh dan merampok dengan alasan mambantu
> saudara
> kalua dari penjara???????
> Ndak bisa ambo berkata banyak dek berita samacam iko do, hanya
> satu..
> hukuman matilah yang setimpal bagi pelakunya.
>
> Wassalam
> T. Lare
>
> ===============
> Kamis, 6/12/2001 07:45 wib
> MANINJAU, mimbarminang.com -- Dua pelaku pembunuhan dan
> perampokan di
> rumah Thamrin St. Makmur, nekat membantai Thamrin beserta istri
> dan
> anak laki-lakinya hanya untuk men-dapatkan sejumlah uang untuk
> menebus saudara mereka di penjara. Pengakuan ini sempat didengar
> oleh
> Refelita (15), anak korban yang selamat dari perbuatan sadis
> kedua
> pelaku. Peristiwa berdarah ini terjadi di Nagari Bayau Maninjau
> Kecamatan Tanjung Raya Ka-bupaten Agam sekitar pukul 01.45 WIB,
> Selasa (4/12). Thamrin St Makmur (45) bersa ma istrinya Syamsinar
>
> (43) dan anak lelakinya Dodi Mahendra (17), tewas terkapar
> bersimbah
> darah setelah dihujani dengan senjata tajam.
>
> Sedangkan empat orang anak korban yang malam itu sedang tertidur
> pulas selamat dari per buatan sadis kawanan rampok. Refelita
> (15),
> yang mendengar ribut-ribut berusaha menyela-matkan adik bungsunya
>
> Rama-dhani (2). Kendati senjata ta jam sempat melukai punggung
> nya,
> Refelitas dengan sekuat tenaga berlari ke tengah sawah sambil
> menggendong si bungsu dua adiknya, Rini Ma yasari (11) dan Dewi
> Agustini (7).
>
> Seperti yang dituturkan Refli ta kepada Mimbar Minang, malam
> kejadian
> selain menyak sikan kedua orang tua dan saudara laki-lakinya
> dihabisi, ia juga sempat mendengarkan ucapan yang keluar dari
> mulut
> pelaku, Irwansyah (19) dan Roni (21). Pemandangan sadis ini masih
>
> mengiang di benak siswi SMU Maninjau ini.
>
> Menurut Reflita, saat mela-kukan aksinya, seorang pelaku
> berpostur
> gemuk ? Irwan-syah? mengatakan kepada ke-pada dia dan
> adik-adiknya
> sete lah diikat dan disekap di dalam kamar. Saat itu, Reflita men
>
> dengar perkataan pelaku, bah wa ia membutuhkan uang un tuk
> mengeluarkan saudaranya yang sedang dalam penjara.
>
> "Setelah terkena tusukan dan tendangan serta mengikat kami,
> pelaku
> lalu memaksa kami masuk ke dalam kamar untuk diam. Dari dalam
> kamar
> saya mendengar perkataan salah seorang pelaku bahwa ia
> membutuhkan
> uang untuk membebaskan saudara mereka yang sedang dalam penjara,"
>
> tutur Reflita sembari mengatakan perkataan pelaku diucapkan
> dengan
> Bahasa Indonesia.
>
> Masih dituturkan Reflita, setelah melakukan perbuatan sadis
> pelaku
> menyatakan penyesal-annya karena informasi yang diterima tidak
> sesuai
> dengan kenyataan. Maksudnya, perkiraan mereka Thamrin merupakan
> pengusaha ikan kering yang kaya raya dan telah mengekspor ikan ke
>
> Malaysia. Namun kenyataan, harta yang ada di dalam rumah tidak
> seperti yang mereka bayangkan.
>
> "Informasi yang diterima pelaku tidak sesuai dengan kenyataan.
> Kalau
> tahu begini pelaku tidak akan melakukan," kata Reflita yang
> matanya
> masih terlihat sembab.
>
> Menurut Reflita, saat diikat bersama adiknya Rini Mayasari (11),
> pelaku mengancam akan membunuh jika berteriak atau menceritakan
> pada
> orang lain seraya menendang korban ke meja dapur. "Kalau kamu
> katakan
> kepada orang lain akan saya bunuh. Karena kami membutuh-kan uang
> untuk mengeluarkan saudara yang berada dalam penjara," ujar
> Reflita.
>
> Setelah melihat kedua orang tua dan abangnya terkapar bersimbah
> darah, Reflita bersama kedua adik perempuanya sambil mengendong
> Ramadhani yang masih berumur dua tahun melarikan diri ke tengah
> sawah. Sekitar jarak 300 meter, barulah anak-anak yang malang ini
>
> mendapat pertolongan dari masyara-kat dan menelpon polisi.
>
> Sampai kemarin, ratusan masyarakat masih menapaki jejak yang
> melarikan diri di Kelok 44 Maninjau. Siang malam masyarakat
> memban tu
> aparat kepolisian dari Polres Agam menelu suri hutan kecil di
> sekitar
> Danau Maninjau.
>
> Peristiwa berdarah ini tidak saja membuat duka masyarakat sekitar
>
> lokasi kejadian tetapi suasana duka sampai ke Salingka Danau
> Maninjau. Terbukti Pasar Rabu di Sungai Batang dan Pasar Rabu VI
> Koto, sehari kemarin terlihat lengang.
>
> Di setiap sudut, mulai di rumah-rumah penududuk sampai ke warung-
> warung, pembi-caraan masih seputar peristiwa sadis ini. Bahkan
> Wakil
> Bupati Agam H. Syafruddin Arifin ,S.H., dan Ketua DPRD Agam Drs.
> Putra Utama turut mengucapkan berlangsungkawa dengan melawat ke
> rumah
> duka.
>
> Kedua tokoh masyarakat Agam ini berharap aparat kepolisian bisa
> segera menangkap seorang pelaku lagi yang masih melarikan diri.
> Sedangkan pelaku yang ditangkap, bisa segera diperiksa dan
> diadili
> sesuai dengan hukum yang berlaku.(ram/jon)
>
>
>
>
>
> Get your Free E-mail at http://minangkabau.zzn.com
> ____________________________________________________________
> Get your own FREE Web and POP E-mail Service in 14 languages at
> http://www.zzn.com.
>
>
>RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di
>http://www.rantaunet.com/register.php3
>==============================================Mendaftar atau berhenti
>menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages,
>ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net
>[email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan:
>[email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
>==============================================
>
>
>
>
>
>
>
>
>RantauNet http://www.rantaunet.com
>
>Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
> >Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
>http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>
>ATAU Kirimkan email
>Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
>Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
>-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
>-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
>Keterangan: [email_anda] sikan alamat email anda tanpa tanda kurung
>
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================