Onde gajala apoko bayua tu dakek rumah gaek ambo di akaik,
baa mangko urang jadi nekaik nekaik babuaek salah giko ko. aneh juo nan nyo
katokan untuak mambebaskan suadaranyo dipinjaro paralu banyak pitih (apo
ado nan kaparalu dibaii banyak untuak mambebaskanyo) apo iko jebakan, apo
imang batua tu, mudah mudahan pulisi bisa mansortir urang nan ado dipinjaro
dan maindentifikasi badasarkan ciri ciri pisiknyo.
kolo rang nagari bisa mambuek paga batih mudah mudahan capek tatangkoknyo.
Salam prihatin dari rang akaik dan saruan untuak managakkan kaadailan di
sagalo segi.
----- Original Message -----
From: "Nofendri T. Lare" <[EMAIL PROTECTED]>
Assalamualaikum Wr, wb.
Mamak-mamak jo dunsanak kasadonyo.
Dari berita yang diturunkan Mimbar Minang hariko dan salah satu radio
swasta di Jakarta tadi pagi, terus terang ambo sangek takajuik,
Perampokan yang disertai dengan pembantaian satu keluarga di Maninjau.
Sungguh sadis urang awak, dibulan puaso, bulan yang penuh rahmat ini
sebegitu teganya membunuh dan merampok dengan alasan mambantu saudara
kalua dari penjara???????
Ndak bisa ambo berkata banyak dek berita samacam iko do, hanya satu..
hukuman matilah yang setimpal bagi pelakunya.
Wassalam
T. Lare
===============
Kamis, 6/12/2001 07:45 wib
MANINJAU, mimbarminang.com -- Dua pelaku pembunuhan dan perampokan di
rumah Thamrin St. Makmur, nekat membantai Thamrin beserta istri dan
anak laki-lakinya hanya untuk men-dapatkan sejumlah uang untuk
menebus saudara mereka di penjara. Pengakuan ini sempat didengar oleh
Refelita (15), anak korban yang selamat dari perbuatan sadis kedua
pelaku. Peristiwa berdarah ini terjadi di Nagari Bayau Maninjau
Kecamatan Tanjung Raya Ka-bupaten Agam sekitar pukul 01.45 WIB,
Selasa (4/12). Thamrin St Makmur (45) bersa ma istrinya Syamsinar
(43) dan anak lelakinya Dodi Mahendra (17), tewas terkapar bersimbah
darah setelah dihujani dengan senjata tajam.
Sedangkan empat orang anak korban yang malam itu sedang tertidur
pulas selamat dari per buatan sadis kawanan rampok. Refelita (15),
yang mendengar ribut-ribut berusaha menyela-matkan adik bungsunya
Rama-dhani (2). Kendati senjata ta jam sempat melukai punggung nya,
Refelitas dengan sekuat tenaga berlari ke tengah sawah sambil
menggendong si bungsu dua adiknya, Rini Ma yasari (11) dan Dewi
Agustini (7).
Seperti yang dituturkan Refli ta kepada Mimbar Minang, malam kejadian
selain menyak sikan kedua orang tua dan saudara laki-lakinya
dihabisi, ia juga sempat mendengarkan ucapan yang keluar dari mulut
pelaku, Irwansyah (19) dan Roni (21). Pemandangan sadis ini masih
mengiang di benak siswi SMU Maninjau ini.
Menurut Reflita, saat mela-kukan aksinya, seorang pelaku berpostur
gemuk - Irwan-syah- mengatakan kepada ke-pada dia dan adik-adiknya
sete lah diikat dan disekap di dalam kamar. Saat itu, Reflita men
dengar perkataan pelaku, bah wa ia membutuhkan uang un tuk
mengeluarkan saudaranya yang sedang dalam penjara.
"Setelah terkena tusukan dan tendangan serta mengikat kami, pelaku
lalu memaksa kami masuk ke dalam kamar untuk diam. Dari dalam kamar
saya mendengar perkataan salah seorang pelaku bahwa ia membutuhkan
uang untuk membebaskan saudara mereka yang sedang dalam penjara,"
tutur Reflita sembari mengatakan perkataan pelaku diucapkan dengan
Bahasa Indonesia.
Masih dituturkan Reflita, setelah melakukan perbuatan sadis pelaku
menyatakan penyesal-annya karena informasi yang diterima tidak sesuai
dengan kenyataan. Maksudnya, perkiraan mereka Thamrin merupakan
pengusaha ikan kering yang kaya raya dan telah mengekspor ikan ke
Malaysia. Namun kenyataan, harta yang ada di dalam rumah tidak
seperti yang mereka bayangkan.
"Informasi yang diterima pelaku tidak sesuai dengan kenyataan. Kalau
tahu begini pelaku tidak akan melakukan," kata Reflita yang matanya
masih terlihat sembab.
Menurut Reflita, saat diikat bersama adiknya Rini Mayasari (11),
pelaku mengancam akan membunuh jika berteriak atau menceritakan pada
orang lain seraya menendang korban ke meja dapur. "Kalau kamu katakan
kepada orang lain akan saya bunuh. Karena kami membutuh-kan uang
untuk mengeluarkan saudara yang berada dalam penjara," ujar Reflita.
Setelah melihat kedua orang tua dan abangnya terkapar bersimbah
darah, Reflita bersama kedua adik perempuanya sambil mengendong
Ramadhani yang masih berumur dua tahun melarikan diri ke tengah
sawah. Sekitar jarak 300 meter, barulah anak-anak yang malang ini
mendapat pertolongan dari masyara-kat dan menelpon polisi.
Sampai kemarin, ratusan masyarakat masih menapaki jejak yang
melarikan diri di Kelok 44 Maninjau. Siang malam masyarakat memban tu
aparat kepolisian dari Polres Agam menelu suri hutan kecil di sekitar
Danau Maninjau.
Peristiwa berdarah ini tidak saja membuat duka masyarakat sekitar
lokasi kejadian tetapi suasana duka sampai ke Salingka Danau
Maninjau. Terbukti Pasar Rabu di Sungai Batang dan Pasar Rabu VI
Koto, sehari kemarin terlihat lengang.
Di setiap sudut, mulai di rumah-rumah penududuk sampai ke warung-
warung, pembi-caraan masih seputar peristiwa sadis ini. Bahkan Wakil
Bupati Agam H. Syafruddin Arifin ,S.H., dan Ketua DPRD Agam Drs.
Putra Utama turut mengucapkan berlangsungkawa dengan melawat ke rumah
duka.
Kedua tokoh masyarakat Agam ini berharap aparat kepolisian bisa
segera menangkap seorang pelaku lagi yang masih melarikan diri.
Sedangkan pelaku yang ditangkap, bisa segera diperiksa dan diadili
sesuai dengan hukum yang berlaku.(ram/jon)
Get your Free E-mail at http://minangkabau.zzn.com
____________________________________________________________
Get your own FREE Web and POP E-mail Service in 14 languages at
http://www.zzn.com.
RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di
http://www.rantaunet.com/register.php3 ================ Mendaftar atau
berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To:
[EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom
pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti---->
unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] =sikan alamat
email anda tanpa tanda kurung ================
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================