Babelok Jalan ka New Caledonia (1) Pesawat Air France yang kutunggangi menembus udara malam musim salju yang dingin menggigit meninggalkan Bandara Narita menuju New Caledonia yang hangat. Belokkan lurus mata ke bawah ke jutaan kunang-kunang suluh Kota Tokyo dan sekitarnya yang mengiluminasi permukaan bumi yang kian menjauh. Entah kapan pemandangan begini bisa mewarnai perjalanan hidupku sampai tiba di terminal terakhir yang berjarak kian memendek sembari memilih kata hidup yang lebih dalam dan lebih bermakna.
Selalu saja lahir perasaan boyak membayangkan duduk harus berjam-jam di kursi yang sama saban kali menghenyakkan pantat dalam pesawat. Bagai mendengar nada datar yang berkepanjangan dari gaek yang berkhotbah kebenaran mati agama yang membosankan betul. Menyeret kaki pelepas penat menelusuri koridor dalam pesawat yang sering dilalulalangi penumpang lain yang hendak ke jamban umum atau lainnya tidak begitu menyenangkan. Kalau dalam kesendirian coba bercakap dengan penumpang yang duduk di samping enggan pula bersebab tidak mau mengganggu ketenteramannya. Mana tahu lagi berkonsentrasi dia penuh merancang rencana besar bagaimana menendang lakinya yang macho dari rumah sesegera mungkin. Berbincang lama dengan pramugari ramah yang bermuka bersinar bernas senyuman yang lagi bertugas juga tidak memungkinkan. Untungnya teman seperjalanan yang mengiringiku sejak cabut dari Kota Nihonmatsu melenyapkan keboyakan yang menjengkelkan tersebut. Berbincang ria kami dari utara sampai ke selatan, "dari barat sampai ke timur, berjajar pulau-pulau, sambung-menyambung (tidak) menjadi satu, itulah indonesia". Manakala hidung pesawat mulai mendatar dengan badannya, segera saja dihidangkan makan malam dengan dua pilihan, masakan Jepang atau Prancis. "Mau yang mana?", tanya pramugari sambil melemparkan senyumnya. "Mau nasi ramas jo kalio jariang", jawabku dalam hati. Minuman anggur putih atau merah tersedia menemani makanan tersebut yang membuat seluruh isi perut pesawat harum beraroma manis anggur. Sebelum menyantap makanan, nikmati anggur merah secicip, "Toast untuk dunia!", "Toast untuk kehidupan!", "Toast untuk kematian!", dan "Toast untuk diri sendiri!" Ada monitor terpajang di depan incat mata, ditempelkan pada bagian belakang kursi penumpang yang duduk di depan, yang menawarkan banyak program yang dapat dinikmati selama penerbangan. Beberapa film berbahasa Inggris, Jepang, dan Prancis bisa ditonton kalau bosan mendengarkan musik. Tersedianya earphone sebagai satu-satunya media pemasok bunyi membuat penumpang lain tidak akan terganggu. Bisa pula waktu dibunuh dengan melakukan permainan kartu, orthelo atau lainnya yang didalangi lewat remote control. Melamun aku melompati batas waktu menaiki pesawat raksasa yang lagi dirancang di Amerika yang memiliki bar dan bioskop. Boleh jadi pesawat tersebut dibuat bertingkat tiga atau lebih yang akan menerbangkan manusia dari Bandara John F. Kennedy ke Bandara Katapiang hanya dalam waktu satu dua jam saja. Hal ini dimungkinkan dengan mengangkasa setinggi langit melepaskan diri dari gravitasi bumi dan melesat cepat bagai tamparan tangan sang bini. Pada masa itu, dengan sendirinya pesawat yang beterbangan di atas kepala dewasa ini akan menjadi barang rongsokan dan pesawat Concorde yang laju cepat melangkahi kecepatan suara yang diciptakan Inggris- Prancis tahun 1976 akan ketinggalan mode. Jendela pesawat lebih menawarkan pemandangan langit yang nirbatas. Kegelapan malam begitu cantiknya berhias lembut sinar rembulan yang sendu ditingkahi kedipan mata milyaran bintang gemintang yang genit. Entah berapa lama lebar incat mataku terbuka kagum menatapi keagungan alam ini sebelum meredup mendekati 5 watt. Kubetulkan selimutnya yang agak tersibak, kurebahkan kursiku lebih rendah ke belakangku, kutarik selimutku sampai menyentuhku leherku, dan kuserahkan jiwaku ragaku jatuh mengapung terbuai dalam dunia mimpiku yang damai. (bersambung) e RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

