Yth Revrison B., Ass. wr.wb
Membaca surat sanak Revrison Baswir saya manjadi mengetahui alasannya. Sebenarnya yang ditulis dalam dialek Payakumbuh itu saya semuanya sudah tahu artinya, maklumlah urang rumah saya urang Payakumbuh. Apalagi baru-baru ini ambo pulang bahari rayo ka Payakumbuh dan memang dialeknya sama seperti yang sanak Revrison ungkapkan. Untuk itu saya minta maaflah untuk kesalah tafsiran saya. Sekian saja dahulu. MII ----- Original Message ----- From: Revrisond Baswir <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, January 01, 2002 1:33 AM Subject: Re: [RantauNet] "Gotcha, Mr. Sony Baswir !" > Sanak M. Ismet Ismail yang terhormat, > > Assallamualikum Wr. Wb., > > Sanak Ismet Ismail, sejujurnya saya kemukakan bahwa saya sama sekali tidak > memiliki maksud terselubung dalam gurauan yang sampaikan ketika menanggapi > gurauan sanak J. Dakhtar. Apalagi jika diinterpretasikan kepada hal-hal yang > bersifat sempit dan berbau permusuhan. > > Kalau saya boleh bercerita, pengalaman saya ketika membaca gurauan sanak J. > Dakhtar sungguh menggelikan. Betapa tidak? > > Segera setelah membaca gurauan sanak J. Dakhtar, saya tercenung beberapa > saat. Saya bertanya-tanya, apa sesungguhnya yang dikemukakan oleh sanak J. > Dakhtar, dan kepada siapa dia menujukan pernyataannya tersebut? Bukan > apa-apa, ketika itu saya memang sama sekali tidak memahami arti pernyataan > sanak J. Dakhtar itu. > > Saya butuh waktu selama hampir lima menit untuk dapat memahaminya. Persoalan > yang saya hadapi bukan hanya soal makna kata per kata, tetapi juga soal > irama pengucapannya. > > Setelah akhirnya saya berhasil memahami makna pernyataan tersebut, karena > merasa geli, maka kemudian saya tertawa sendiri (boleh kan saya tertawa > sendiri?). > > Pertama, ungkapan 'goca' yang dikemukakan sanak J. Dakhtar ternyata > merupakan dialek Pyk untuk kata 'gaca' (= encer). > > Kedua, ungkapan 'goca' yang digunakan sanak J. Dakhtar ternyata berkaitan > pula dan merupakan plesetan dari ungkapan 'gotcha' yang merupakan plesetan > dari ungkapan 'I got you' itu. > > Ketiga, ungkapan 'goran' yang betul-betul sudah sangat lama tidak pernah > saya dengar, ternyata merupakan dialek Pyk untuk kata 'garan' (= gerangan). > > Karena merasa geli dan merasa dipermainkan oleh sanak J. Dakhtar, maka saya > tidak bisa menahan diri saya untuk membuat tanggapan balik. Saya mencoba > mengeluarkan simpanan memori saya untuk dialek Pyk lainnya. > > Oh ya, saya memang baru pulang dari kampung, tapi saya lahir dan besar dalam > lingkungan Melayu di beberapa daerah di Riau, SMA di Padang, sejak kuliah > tinggal di Yogya, dan beristeri orang Jawa pula. > > Maka yang saya tulis kemudian adalah ungkapan 'sontiang' yang merupakan > dialek Pyk untuk kata 'santiang' (= pintar). Yang saya tuju di sini adalah > sanak J. Dakhtar yang telah berhasil mempermainkan saya. > > Selanjutnya saya tulis pula kata 'dodieh' (sekadar untuk mengecek memori > sanak J. Dakhtar--wah, terbuka rahasia saya!) yang merupakan dialek Pyk > untuk kata 'dadieh' (susu yang diawetkan/mirip yoghart). Kata ini kebetulan > baru saja saya dengar di kampung, yaitu ketika saya makan durian dengan > lemang. Seseorang tiba-tiba berkomentar bahwa sesungguhnya jauh lebih enak > makan lemang dengan dadieh, daripada dengan durian. > > Jadi sanak Ismet Ismail, gurauan yang saya kemukakan, mudah-mudahan begitu > pula sanak J. Dakhtar, sama sekali tidak memiliki maksud-maksud terselubung > apalagi berbau permusuhan. > > Walau pun begitu, saya menjadi sadar bahwa manusia (termasuk saya), ternyata > memang dhaif. Kesalahan saya dalam hal ini, mungkin karena ingin bergurau > seperti Stephen Hawkin, terletak pada kegagalan mengantisipasi kemungkinan > adanya pihak-pihak yang salah tafsir. Untuk itu, kepada sanak Ismet Ismail > dan sanak Rantauers yang lain, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. > > Akhirulkalam, "Selamat Tahun Baru 2002, Semoga Menjadi Tahun Penuh Berkah." > > Wassallamualaikum Wr. Wb., > > Revrisond Baswir > > > ----- Original Message ----- > From: M. Ismet Ismail <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Monday, December 31, 2001 4:12 PM > Subject: Re: [RantauNet] "Gotcha, Mr. Sony Baswir !" > > > > Alah mulai parang darek jo pasisie ko mah, anggota milis yang lain tingga > > mancaliek sae sia yang kuek antaro kaduoko. > > Jaan sampai pulo tajadi tanah Minangko manjadi sarupo Bosnia (orang > > gunung/darek) jo Kroasia (orang pasise/pantai). > > Semoga urang-urang yang ambo acok liek di TV sebagai orang yang terdidik, > > tidak beda kalau di milisko. > > > > M. Ismet ismail > > > > RantauNet http://www.rantaunet.com > > Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 > =============================================== > Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di > http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 > > ATAU Kirimkan email > Ke/To: [EMAIL PROTECTED] > Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: > -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] > -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] > Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung > =============================================== > RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

