> --- In [EMAIL PROTECTED], "mBin" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> ada lagi saya dengar (cmiiw),
> hamzah has juga mengusulkan sumbar bisa menerapkan syariah islam..:-(
> semangkin bingun dan sumpek jadinya..
> ketika kepentingan kekuasaan akhirnya bisa mendompleng apa saja...

Muhammad SAW: �Sungguh merugi seorang yang beriman bila tidak berilmu.
Sungguh merugi seorang yang berlmu tetapi tidak beramal. Sumgguh merugi
seorang beramal bila tidak ikhlas�.

Orang Islam---di mana saja---tentu hendaknya menjalankan syariat Islam.
Persoalannya perlukakah pelaksanaan syariat Islam didukung oleh
peraturan perundangan-undangan (UU dan Perda) yang bersifat memaksa?
Dapatkah keikhlasan dipaksakan?

Dan Al Qur�an sendiri menyatakan bahwa tidak ada paksaan dalam agama.

Orang Islam---di mana saja---tentu hendaknya menjalankan syariat Islam,
termasuk orang-orang Islam yang berada di Sumbar. Sekitar 98% penduduk
Sumbar adalah dari etnis Minang. Dan sekitar 99% orang Minang adalah
penganut Agama Islam. Malah orang Minang mempunyai �kredo�: Adat
bersyandi syarak, syarak bersandi Kitabullah (Al Qur�an)

Tetapi persoalannya, perlukah pelaksanaan syariat Islam di Sumbar
didukung oleh peraturan perundangan-undangan yang bersifat memaksa?
Dapatkah keikhlasan dipaksakan?

(Saya waktu ini sedang membaca versi Bahasa Indonesia dari Dr. Jefferey
Lang, �Even Angle Ask: A Journey to Islam in Amerika�*]. Dan tidak
jarang saya �merinding� membaca beberapa bagian dari bukunya, bagaimana
beratnya tantangan yang dihadapi mualaf yang Profesor matematika
berkulit putih ini---yang sebelumnya penganut Katholik---untuk menjadi
muslim di masyarakat Barat yang menurut pengakuannya sendiri �sangat
membenci Islam�. Dan bagaimana dia tumbuh menjadi seorang muslim taat,
yang tidak saja yakin akan kesucian dan keotentikan Al Qur�an sebagai
wahyu Illahi serta kepada kenabian Muhammad SAW, tetapi berusaha hidup
sesuai dengan keyakinannya tersebut. Sangat mengharukan membaca,
bagaimana Prof Lang pertama kali melakukan salat, serta �kenikmatan�
yang dialaminya dalam melaksanakan salat, yang mungkin sudah tidak lagi
dirasakan oleh kebanyakan orang Islam yang melakukan salat sebagai
rutinitas, sehingga tidak mampu lagi mencegah mereka dari perbuatan keji
dan mungkar seperti korupsi dan berbagai tindakan antikemanuasiaan
lainnya).

Saya orang Minang dan---tentu saja---beragama Islam. Tetapi saya
termasuk orang Minang yang beranggapan bahwa pelaksanaan syariat Islam
di Sumbar dan di mana saja tidak perlu didukung oleh peraturan
perundangan-undangan yang bersifat memaksa, karena saya termasuk orang
yang percaya, bahwa keikhlasan---yang merupakan pilar utama seseorang
menjadi Islam, sesuai dengan makna terminologi Islam itu sendiri, tidak
mungkin tumbuh karena paksaan.

Saya juga percaya bahwa Islam akan bersemai lebih baik di tengah-tengah
masyarakat yang demokratis dan menjunjung tinggi pluralisme, hatta, di
masyarakat tersebut berkembang subur miskonsepsi yang mendarah mendaging
terhadap Islam.

Bukankan Islam agama yang pertumbuhan penganutnya di AS waktu ini paling
cepat?

Lagipula, bukankah Al Qur�an sendiri menyatakan bahwa tidak ada paksaan
dalam agama?

Salam, Darwin

*] Buku yang edisi Inggrinya berharga US$ 117 ini mendapat rating 5
bintang di Amazon Book.


>
> mBin
> ====


RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke