Thanks Mr Darwin Bahar for your excellent post. Let me give a little note below It's someone's choice to walk on ways he believes in attracting God's attention. The way he attract His attention is called Jihad. You don't have to kill human for jihad. There are many ways to do so Among other things: uphold The Sharia guided by the Holy Book of Quran.
"If you turn away (from Quran), you shall be replaced by other communities. And they shall not be like you," as Quran quoted as saying. Perhaps we should all be affraid that no more Minangese Muslims in future if we do not start today to enforce the sharia laws. But you are correct that exercising Sharia Laws takes time and consensus. If the majority of Minangese Muslim like you who disagree the laws, then the rest of us may not carry them on. To overcome the problem we should come up with "adequate enforcement bodies" which ensure the law to be held properly. I am not sure they are prepared at present, including the lawmen. If we insist to implement them today, Sharia Laws would only reform a new radical face of Islam. And that's scary to many people, including Muslims themselves. Love Esteranc Labeh JKT --- In [EMAIL PROTECTED], Darwin Bahar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- In [EMAIL PROTECTED], "mBin" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > ada lagi saya dengar (cmiiw), > > hamzah has juga mengusulkan sumbar bisa menerapkan syariah islam..:-( > > semangkin bingun dan sumpek jadinya.. > > ketika kepentingan kekuasaan akhirnya bisa mendompleng apa saja... > > Muhammad SAW: "Sungguh merugi seorang yang beriman bila tidak berilmu. > Sungguh merugi seorang yang berlmu tetapi tidak beramal. Sumgguh merugi > seorang beramal bila tidak ikhlas". > > Orang Islam---di mana saja---tentu hendaknya menjalankan syariat Islam. > Persoalannya perlukakah pelaksanaan syariat Islam didukung oleh > peraturan perundangan-undangan (UU dan Perda) yang bersifat memaksa? > Dapatkah keikhlasan dipaksakan? > > Dan Al Qur'an sendiri menyatakan bahwa tidak ada paksaan dalam agama. > > Orang Islam---di mana saja---tentu hendaknya menjalankan syariat Islam, > termasuk orang-orang Islam yang berada di Sumbar. Sekitar 98% penduduk > Sumbar adalah dari etnis Minang. Dan sekitar 99% orang Minang adalah > penganut Agama Islam. Malah orang Minang mempunyai "kredo": Adat > bersyandi syarak, syarak bersandi Kitabullah (Al Qur'an) > > Tetapi persoalannya, perlukah pelaksanaan syariat Islam di Sumbar > didukung oleh peraturan perundangan-undangan yang bersifat memaksa? > Dapatkah keikhlasan dipaksakan? > > (Saya waktu ini sedang membaca versi Bahasa Indonesia dari Dr. Jefferey > Lang, "Even Angle Ask: A Journey to Islam in Amerika"*]. Dan tidak > jarang saya "merinding" membaca beberapa bagian dari bukunya, bagaimana > beratnya tantangan yang dihadapi mualaf yang Profesor matematika > berkulit putih ini---yang sebelumnya penganut Katholik---untuk menjadi > muslim di masyarakat Barat yang menurut pengakuannya sendiri "sangat > membenci Islam". Dan bagaimana dia tumbuh menjadi seorang muslim taat, > yang tidak saja yakin akan kesucian dan keotentikan Al Qur'an sebagai > wahyu Illahi serta kepada kenabian Muhammad SAW, tetapi berusaha hidup > sesuai dengan keyakinannya tersebut. Sangat mengharukan membaca, > bagaimana Prof Lang pertama kali melakukan salat, serta "kenikmatan" > yang dialaminya dalam melaksanakan salat, yang mungkin sudah tidak lagi > dirasakan oleh kebanyakan orang Islam yang melakukan salat sebagai > rutinitas, sehingga tidak mampu lagi mencegah mereka dari perbuatan keji > dan mungkar seperti korupsi dan berbagai tindakan antikemanuasiaan > lainnya). > > Saya orang Minang dan---tentu saja---beragama Islam. Tetapi saya > termasuk orang Minang yang beranggapan bahwa pelaksanaan syariat Islam > di Sumbar dan di mana saja tidak perlu didukung oleh peraturan > perundangan-undangan yang bersifat memaksa, karena saya termasuk orang > yang percaya, bahwa keikhlasan---yang merupakan pilar utama seseorang > menjadi Islam, sesuai dengan makna terminologi Islam itu sendiri, tidak > mungkin tumbuh karena paksaan. > > Saya juga percaya bahwa Islam akan bersemai lebih baik di tengah- tengah > masyarakat yang demokratis dan menjunjung tinggi pluralisme, hatta, di > masyarakat tersebut berkembang subur miskonsepsi yang mendarah mendaging > terhadap Islam. > > Bukankan Islam agama yang pertumbuhan penganutnya di AS waktu ini paling > cepat? > > Lagipula, bukankah Al Qur'an sendiri menyatakan bahwa tidak ada paksaan > dalam agama? > > Salam, Darwin > > *] Buku yang edisi Inggrinya berharga US$ 117 ini mendapat rating 5 > bintang di Amazon Book. > > > > > > mBin > > ==== > > > RantauNet http://www.rantaunet.com > > Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 > =============================================== > Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di > http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 > > ATAU Kirimkan email > Ke/To: [EMAIL PROTECTED] > Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: > -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] > -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] > Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung > =============================================== RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

