Dulu angku panah manangih malam-malam sasudah diberangi oleh HMNA
angku picayo sajo ka fatwa HMNA tu, kini mudah-mudahan lah tabukak bana
baliak. Ambo raso komentar J. Dachtar labiah dari cukuik, nan ambo cubo
malereng saketek:
Iduik baraka
Mati baiman
Soal mamakai "akal" nampaknyo awak sangat banyak katinggalan, karano itu
jan dihabikkan juo wakatu untuk "menerapakan syariat atau tidak"
SBN
 
----- Original Message -----
From: "Darwin Bahar" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, March 15, 2002 4:09 PM
Subject: [RantauNet] Bahkan Malaikatpun Bertanya

> Assalamu'alaikum Wr. Wb.
>
> Tanggal hari ini di kalender berwarna merah tanda hari besar, 1 Muharam,
> Hari Besar Islam.
> Banyak orang Islam---termasuk saya ---mengatakan bahwa inilah tahun baru
> saya.
>
> Tetapi hari ini saya bertanya, apakah sebenarnya yang saya peringati
> hari ini? Tahun baru yang digunakan di sejumlah negara Timteng, atau
> Hijrahnya Muhammad SAW dari Makkah ke Medinah. Sebagai seorang Muslim
> saya berpendapat Hijrah Nabi yang mulia ini dengan pengikutnya demi
> menghindarkan tekanan berat kaum kafir Quraisy ketika, merupakan tonggak
> penting dalam perjuangan beliau dalam menyampaikan pesan-pesan illahiah,
> memang sangat patut diperingati, terutama diambil maknanya.
>
> Tetapi dari beberapa buku biografi Nabi yang saya baca, saat beliau
> hijrah bukan pada tanggal 1 Muharram. Bahwa tahun beliau melakukan
> hijrah kemudian ditetapkan Khalifah Umar bin Khatab sebagai tahun 1
> dalam sistem penanggalan yang digunakan di Arabia waktu itu, tentunya
> adalah soal lain. Dan pertanyaan lain, perlukah untuk menghormati
> hari-hari besar Islam tersebut, kecuali Idulfitri dan Iduladha, kaum
> muslimin meliburkan diri dari bekerja---bekerja yang menurut sejumlah
> hadis sangat disukai Rasulullah SAW dilakukan oleh ummatnya? Apalagi
> pada saat negara yang penduduknya mayoritas Islam ini secara sosial dan
> ekonomi sedang terpuruk?
>
> (Saya mohon maaf kalau ada yang kurang nyaman dengan ungkapan di atas,
> dan kepada beliau-beliau tersebut saya mohon maaf sepuluh jari, sebelas
> dengan kepala)
>
> Tetapi saya ingin bercerita dan melagak---khas orang Minang---sedikit.
>
> Hari Selasa awal pekan lalu, saya "terpaksa" duduk di ruang tunggu
> Bandara A. Yani Semarang, karena saya tidak bisa menggunakan penerbangan
> Garuda jam 15.40 ke Jakarta karena sudah penuh, sementara saya memegang
> tiket utntuk penerbangan jam 19.40. Tetapi "keterpaksaan" itu tidak
> terlalu mengcewakan saya, karena saya memegang dua buah buku yang baru
> saya beli di TB Gramedia Semarang: "Sejarah Tuhan", edisi terjemahan
> dari buku karya Karen Armstrong "A History of God" dan buku best seller
> yang saat ini menjadi buah bibir di kalangan profesional muslim: ESQ
> yang ditulis oleh Ary Ginanjar Agustian, seorang akademisi yang kemudian
> menjadi eksekutif perusahaan telekomunikasi yang sukses di Bali. Tetapi
> waktu itu saya ingin membaca Karen Armstrong lebih dulu.
>
> Lalu mata saya tertumbuk pada sebuah paragraf. Setelah mengutip Al
> Qur'an S 2: 164*], Karen Armstrong menulis:
>
>      Al Qur'an selalu menekankan perlunya penggunaan akal dalam
>      menguraikan "tanda" atau "pesan" dari Tuhan. Kaum Msulimin
>      tidak boleh merendahkan akal mereka, tetapi harus mengamati
>      alam dengan pernuh perhatian dan keingintahuan . Sikap inilah
>      yang membuat umat muslim generasi berikutnya mampu membangun
>      tradisi Ilmu pengetahuan alam yan baik, yang tak pernah
>      dianggap sebagai ancaman terhadap agama sebagaimana yang
>      terjadi di dunia Kristen (hal 200)
>
> Kata-kata tersebut seperti menghentak-hentak dalam kalbu saya, tatkala
> ingat perjuangan, saya ulangi, perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam
> menyampaikan risalah Sang Maha Pencipta, terutama peristiwa Hijrah yang
> diperingat hari ini, walaupun tanggalnya tidak tepat.
>
> Dan apakah saya, dan orang-orang yang mengaku Islam waktu ini telah dan
> berhasil melakukan apa yang telah dilakukan oleh umat muslim
> generasi-generasi awal dalam menangkap dan melaksanakan pesan-pesan Al
> Qur'an?
>
> (Lalu saya merasa malu, kok saya perlu menggunakan tangan seorang
> non-muslim, mantan biarawati lagi, sekalipun sangat terpelajar, untuk
> mengingatkan diri saya mengenai hal-hal yang menyangkut keimanan saya?)
>
> Tetapi setelah saya pikir-pikir kenapa saya perlu malu? Apalagi
> jawabannya mudah: tidak, tidak dan tidak.
>
> Saya, dan kebanyakan orang yang mengaku Islam waktu ini hanya mampu
> menangkap kulit: cara berpakaian, bahasa dan cara berbicara (seakan-akan
> Islam identik dengan Timur Tengah), cara menghapal hukum-hukum.
>
> Tetapi di dalam banyak terjadi "pembusukan", termasuk---dan
> terutama---di kalangan pemimpin dan orang-orang yang menyebut dirinya
> kiyai dan ulama!
>
> Marah kepada saya? Monggo! Tetapi tolong jelaskan kepada saya, mengapa
> Indonesia yang penduduknya mayoritas muslim, tetapi merupakan negara
> terkorup di dunia?
>
> Tolong jelaskan kepada saya, mengapa orang Islam waktu ini sangat mudah
> melakukan tindakan-tindakan destruktif, melakukan pengeboman, melakukan
> penyanderaan yang menyebabkan jatuhnya kurban dan kerusakan harta benda
> orang-orang yang tidak ada urusannya dengan para "musuh Islam"?
>
> Rasulullah SAW dalam masa kenabian beliau berkali-kali berperang.
> Pernahkah beliau melakukan pembunuhan terhadap orang-orang yang tidak
> bersalah?
>
> Termasuk dalam peristiwa antara kaum Muslimin dengan Bani Quraizhah yang
> menerima pembalasan atas pengkhianatan dan persekongkolan mereka dengan
> Kaum Kafir Quraish yang bertujuan memusnahkan kaum Muslimin? yang
> kemudian dijadikan kontroversi oleh sebagian Kaum Orientalis dan
> orang-orang yang matanya selalu "berbulu" dalam melihat Islam, untuk
> menyerang Rasulullah SAW dengan apa yang mereka sebut sebagai melakukan
> "ethnic cleansing"?
>
> (Terpaksa  saya kutip lagi Karen Armstrong dalam bukunya mengenai
> biografi Muhammad SAW,  mengenai peristiwa tersebut: "Ummat Muslim
> berhasil lolos dari pemusnahan dan emosi masih tinggi. Quraizhah nyaris
> menghancurkan Madinah. Jika Muhammad mengizinkan mereka pergi, suatu
> ketika akan membesarkan posisi Yahudi di Khaibar dan mengorganisir
> serangan baru ke Madinah")
>
> Mengapa Rasulullah SAW bersedia menandatangani perjanjian Hudaibiah
> dengan kaum kafir Quraish yang sepertinya "menghinakan" kaum muslimin
> pada saat Islam mulai kuat secara politik dan militer? Kenapa Rasulullah
> SAW membiarkan si munafiq Abdullah bin Ubay hidup? Kenapa Rasulullah SAW
> memaafkan Abu Sufyan dan istrinya Hindun?
>
> Mengapa sangat kuat semangat untuk menjadikan perempuan sebagai makhluk
> kelas dua, padahal tidak ada ayat Al Qur'an yang secara eksplisit
> menyatakan hal ini, dan tidak pula dicontohkan oleh Sang Junjungan?
>
> (Memang ada cerita kotor isapan jempol sejumlah orang fasik, tetapi
> maukah Anda menggunakan itu sebagai acuan?)
>
> Mungkin ada yang bergumam: Ah fundamentalisme dan radikalisme ada di
> semua agama dari dulu sampai sekarang, koq cuma Islam yang dipersoalkan?
>
> Saya tidak menolak fakta bahwa fundamentalisme dan radikalisme ada di
> agama-agama di luar Islam, tetapi itu bagi saya tidak merupakan
> justifikasi bagi tumbuhnya, fundamentalisme dan radikalisme, lebih-lebih
> kriminalitas atas nama agama dalam Islam, karena hal itu sangat
> bertentangan dengan moral dan prinsip-prinsip Islam.
>
> Akhirnya, saya harap tidak hanya saya, tetapi semua muslim bertanya
> kepada dirinya, mengapa kaum muslimin terpuruk, atau lebih spesifik,
> apakah kaum Muslimin sudah benar menggunakan akalnya dengan baik dalam
> mencernakan pesan-pesan Tuhan dan perjuangan Muhammad SAW Sang
> Junjungan.
>
> Mengapa tidak? Karena saya sepakat dengan---dan tidak tidak malu untuk
> mengutip proposisi dan salah satu judul buku yang ditulis Dr. Jefferey
> Lang, seorang mualaf yang sangat yakin dengan agama barunya: "Bahkan
> Malaikatpun Bertanya" (Even Angels Ask).
>
> Wassalam, Darwin
>
> *] Lengkapnya ayat itu berbunyi:
> Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam
> dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi
> manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan
> air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (keringnya) dan Dia sebarkan di
> bumi segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan
> antara langit dan bumi, sungguh (terdapat) tanda-tanda (ayat) keesaan
> dan kebesaran Allah bagi kaum yang memikirkan.
>
>
>
> RantauNet
http://www.rantaunet.com
>
> Isikan data keanggotaan anda di
http://www.rantaunet.com/register.php3
> ===============================================
> Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
>
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
>
> ATAU Kirimkan email
> Ke/To:
[EMAIL PROTECTED]
> Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
> -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
> -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
> Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
> ===============================================
>

Kirim email ke