Assalamualaikum, wr, wb.
Angku Basri Hasan, Barikuik ko ambo forward, komentar dari beberapa
pembaca di sebuah media terkemuka jakarta waktu akhir2 tahun 2001
kapatang tentang syariat islam.
Wassalam
NTL
Syariat sesungguhnya merupakan konsekuensi dan implikasi logis dari
kemukminan dan keislaman seseorang. Seseorang yang sudah mengaku
muslim, untuk membuktikan dirinya benar-benar Islami tak cukup dengan
beraqidah secara Islam. Dia juga dituntut untuk bersyariat dan
berakhlak secara Islam.
Sayang tak semua orang Islam menyadari dan bersedia melakukannya. Apa
yang tampak dalam wacana tuntutan penerapan syariat Islam akhir-akhir
ini melukiskan betapa sesungguhnya orang dalam sendiri takut akan
syariat agamanya.
Lihatlah, ketiga sejumlah ormas dan eksponen Islam menuntut kembali
hidupnya penerapan syariat Islam lewat kembali masuknya Piagam
Jakarta ke UUD 45, banyak pihak menunjukkan sikap keberatan. Padahal
kita tahu, hampir semua pimpinan dan puncak kekuasaan di eksekutif,
legislatif dan yudikatif adalah mereka yang mengaku muslim dan
muslimah. Mengapa orang Islam sendiri takut terhadap shariatnya?
Bagaimana sebaiknya ummat bersikap?
BERIKUT KOMENTAR BEBERAPA PEMBACA :
Hampir 99,99% yang mengaku ummat Islam tidak mengerti syariah Islam
Tgl Kirim 12/11/2001 11:19:45 AM dari Suripto Achmad Tohir
Komentar untuk topik: Syariat Islam, Mengapa Ditakuti?
---------------------------------------------------------------------
Maaf kalau boleh dikatakan hampir 99,99% secara extreem termasuk para
ulamanya yang mengaku umat Islam diseluruh dunia hampir tidak faham
betul tentang syariat Islam.
Kalau mereka faham betul tentang syariat Islam pasti tidak akan
mempertentangkan atau mempermasalahkannya, sebab mereka tahu bahwa
syariat Islam itu datang dari Sang Maha Pencipta yang tentunya dengan
segala perhitunganNYa sangat sangat cocok kalau diterapkan kepada
hamba hamba ciptaanNya.
Tetapi karena interest manusia yang sangat berlebihan sehingga mereka
mengira dengan membuat aturan aturan mereka sendiri mereka akan
berhasil, tetapi apa kenyataannya ?
Hampir hampir 99,99% yang mengaku yang mengaku umat Islam diseluruh
dunia bermental korup, miskin dan bodoh.
Seandainya seluruh umat Islam ini kembali keajaran syariah Islam
insya Allah apa yang namanya bermental korup, miskin dan bodoh akan
terhapus, kapan terlaksana ? wallahu a`lam terserah pada umat Islam
sendiri mau berubah.
Sebagai contoh waktu kita shalat, kita berdoa tunjukilah aku ya Allah
kejalan yang lurus, misal seorang kepala proyek jalan lurusnya adalah
apabila anggaran proyek habis Rp50 juta ya dilaporkan Rp50 juta
jangan Rp 100 juta yang Rp50 juta dikantongi itu jalan bengkok
namanya. Kalau mental umat Islam sudah seperti itu munafik namanya.
Kalau suatu negeri sudah dikuasai oleh orang munafik kehancuran
namanya.
Pada akhir shalat kita ucapkan selamat atas kamu dan semoga mendapat
berkah dari Allah wahai manusia, binatang dan alam yang ada disebelah
kanan dan kiriku.
Tetapi apa kenyataannya? setelah shalat banyak umat Islam yang
memfitnah, membunuh, merampok dan merusak lingkungan yang artinya apa
yang dijanjikan atau diucapkan diakhir sholat diingkarinya ini
namanya munafik.
Seandainnya umat Islam melaksanakan ajaran ini pertikaian antar umat
Islam seperti diAceh dan hampir diseluruh dunia Islam tidak akan
terjadi.
Maka dari wahai saudaraku seluruh umat muslim di Indonesia atau
seluruh dunia kembalilah ke syariah Islam, karena didalam syariah
Islam itu ada kedamaian dan kebenaran yang hakiki.
Tingkatkanlah persaudaraan Islam atau ukhuwah Islamiah, contohlah
masyarakat madani atau Medinah dizaman rasul yang mengorbankan semua
urusan dunia nya untuk saudara nya seiman, bukan seperti sekarang
mengorbankan persaudaraan Islam demi urusan dunia (tahta,harta dan
wanita).
Ingatlah wahai saudaraku umat muslim, bahwa ritual ritual keagamaan
yang kita kerjakan seperti sholat,puasa dan lain lain sebetulnya
barulah janji seorang hamba kepada Sang Pencipta bahwa dia akan
berbuat baik, tetapi kalau implementasinya atau penerapannya tidak
ada atau nol persen itu bohong namanya atau munafik.
Wassalam
Indonesia tidak akan damai sebelum menjalan Syariat Islam
Tgl Kirim 12/10/2001 3:22:50 AM dari Utomo Muhammad Isa
Komentar untuk topik: Syariat Islam, Mengapa Ditakuti?
---------------------------------------------------------------------
As. Wr. Wb.,
Sesuai dengan judulnya bahwa Indonesia tidak akan damai sebelum
menjalan Syariat Islam. Mungkin terkesan otoriter/tidak demokratis,
tapi ini hanya analisa psikologis yang sederhana sekali.
Parameternya pun tidak banyak bahkan cenderung formal yaitu dari
statistik saja bahwa 80-90% WNI adalah Muslim.
Perumpamaan sebuah keluarga besar terdiri dari 10 orang anggota
dimana 1 atau 2 orang adalah non-muslim, apakah kita perlu merubah
perintah Allah monoteisme Shahadat dengan "Ketuhanan Yang Maha Esa",
demi 1 atau 2 orang non-muslim?
Sejarah Islam pun membuktikan betapa tingginya tingkat keadilan
terhadap WN non-muslim yang dilakukan ketika para sahabat nabi
menjalankan Pemerintahan Syariat Islam pada masanya.
Selain itu ada fakta-fakta lain bahwa Indonesia memiliki Kekayaan
Alam yang begitu beraneka ragam, tapi 80-90% Masyarakat kita miskin
dibandingkan dengan GNP negara lain.
Kita coba lagi bandingkan dengan Negara Arab(Bersyariat Islam)
umumnya hanya mengandalkan Minyak saja bisa menghidupi seluruh WN-
nya. Dengan populasi Indonesia yang memang jauh lebih besar
dibandingkan dengan Negara Islam lainnya, namun kembali lagi
Keanekaragaman Sumber Daya Alam yang melimpah ruah itu secara
matematis/ekonomis mustinya paling tidak mampu mensejahterakan WN-nya.
Artinya Allah SWT sebenarnya telah menyediakan SDA yang cukup bagi
para hamba-hambanya yang memegang pesan terakhir dari Allah SWT
melalui Nabi Muhammad SAW.
Demokrasi di Islam itu pun juga ada tapi beda sekali dengan
paham/praktek yang telah dijalankan oleh para politisi kita, bahkan
yang selalu dibicarakan/diperdebatkan di Mass Media.
Dan banyak lagi fakta-fakta lain yang dapat memperkuat asumsi bahwa
"Indonesia tidak akan damai sebelum menjalan Syariat Islam"
Ws. Wr. Wb.
Ikuti peraturan yang menciptakan manusia
Tgl Kirim 12/8/2001 3:22:30 PM dari ardiansyah fajeri
Komentar untuk topik: Syariat Islam, Mengapa Ditakuti?
---------------------------------------------------------------------
Sebagai seorang manusia yang diberikan akal dan pikiran, tentunya
kita dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Tentunya,
Dzat yang menciptakan manusia tidak akan memberikan peraturan kepada
hamba-Nya yang dapat membahayakan hamba-Nya itu. hukum yang berlaku
sekarang ini adalah hukum yang dibuat oleh manusia, yang kita sendiri
mengetahui, bahwa manusia itu tidak luput dari dosa dan kesalahan.
Buah pikiran seseorang, sebaik apapun itu, tidak akan berlaku selama-
lamanya, pada suatu saat pasti akan dikritik orang. Segala sesuatu
yang diciptakan manusia tidaklah hidup kekal. Pilihlah hukum yang
diciptakan oleh Dzat yang menciptakan manusia, yaitu hukum Allah,swt
atau sering disebut syariat Islam. Jangan menggunakan hukum manusia
yang kadangkala disisipi hukum dengan sistem/cara Nasrani atau
Yahudi. Kalau kita beriman, yakinlah pada Allah,swt. Namun tetap
diingat, bahwa syariat Islam kadangkala diputar balik cara dan
arahnya oleh orang Islam sendiri. Oleh karena itu harus dibuat dulu
Syariat Islam secara baku sesuai Al Qur`an, Hadits serta ijtihad para
ulama sesuai syar`i.
ALLAH dialah raja dari segala raja
Tgl Kirim 12/5/2001 2:10:15 PM dari sufrenita
Komentar untuk topik: Syariat Islam, Mengapa Ditakuti?
---------------------------------------------------------------------
Sesungguhnya, kalau ada yang takut dengan ditegakkannya syariat
islam, itu hanyalah karena ketidaktahuannya akan syariat islam itu
sendiri. Oleh karena itu sudah saatnya kita (umat islam)
mengejawantahkannya dalam kehidupan kita sehari-hari baik di rumah,
kantor dan dimana saja kita berada.
Jika ada yang harus ditakuti maka Dialah ALLAH , Penguasa dari segala
yang kuasa
INDO-TALIBAN
Tgl Kirim 10/17/2001 6:15:08 AM dari Baroto Isman
Komentar untuk topik: Syariat Islam, Mengapa Ditakuti?
---------------------------------------------------------------------
Saudara kita ada salah pengertian bahwa Taliban itu adalah sebuah
nama rezim. Sebenarnya Taliban bukanlah itu, tetapi suatu gerakan
yang dipelopori oleh mahasiswa Afghanistan. Tujuannya adalah untuk
memuliakan ajaran Islam. Penafsiran bahwa Taliban adalah rezim yang
represif adalah akibat publikasi oleh media barat, tetapi bagi kaum
Taliban itu sendiri adalah suatu kesepakatan atau komunike bersama
antara suku2 yang ada. Memang terjadi perang saudara, karena itu
timbul fiksi Northern Alliance. Inti dari serangan Amerika ke
Afghanistan tidak lain karena gerakan tersebut dapat mengganggu
sistem yang ada yaitu Kapitalisme. Tetapi saya katakan bahwa Amerika
tidak akan bisa memusnahkan gerakan tersebut, karena gerakan dibawah
arahan Mullah Muhammad Omar sudah mulai mengglobal. Taliban didukung
oleh 80% rakyat Pakistan dan sekarang sedang diperkenalkan kepada
publik Indonesia. Taliban bukan seperti yang ada pikir, karena yang
di Afghanistan adalah akibat dari situasi dan kondisinya yang membuat
seakan-akan Taliban adalah gerakan ekstrimist. Gerakan Taliban di
Indonesia akan berupa pendidikan murni ajaran Islam. Khusus untuk
Indonesia akan disesuaikan dengan sikon yang ada, yaitu lewat jalan
sosialisasi ke masyarakat. Tujuan akhir tentu untuk memenangkan
Pemilu dan memegang kendali pemerintahan. Kemungkinan Pakistan akan
dibawah arahan Taliban, hanya menunggu waktu yang tepat. Penyerangan
terhadap Afghanistan hanyalah untuk memuluskan gerakan Taliban ini
masuk ke Pakistan, walaupun gerakan itu lahir disana. Jangan takut
saudara, Taliban akan dibawa oleh mahasiswa dan ahli hukum Islam,
jadi tidak ada pemaksaan kehendak, dan terbuka untuk publik.
Belum dicoba sudah menolak
Tgl Kirim 10/14/2001 3:40:54 AM dari Baroto Isman
Komentar untuk topik: Syariat Islam, Mengapa Ditakuti?
---------------------------------------------------------------------
Ini semua akibat salah kaprah oleh aparat2 tertentu yang tidak
menginginkan Islam menjadi bagian dari Indonesia. Fakta sudah
membuktikan 90% populasi adalah kaum Muslimin, jadi menurut saya
kanapa tidak dicoba? Kasarnya 10% dari populasi bisa masuk program
rehabilitasi, dalam arti bukan di tekan tetapi diberi gambaran
bagaimana berperilaku sebahai Muslim walaupun mereka non-Islam.
Tetapi bagi propinsi yang mayoritas non-Islam seperti Bali misalnya,
silahkan saja menjalani ajaranya. Dalam arti seperti diberikan
otonomi khusus seperti di Aceh, semestinya Aceh tak usah di buat
otonomi khusus, mereka kan juga Muslim. Oleh sebab itu propinsi yang
mayoritas Islam diberi penjabaran lebih luas lagi mengenai pemahamn
Syariah Islam, tentunya dengan melihat kondisi realitas bangsa ini.
Ya..tidak bisa kita samakan Taliban seperti di Indonesia kan. Syariah
Islam bukan hal yang harus ditakuti apalagi dihindari, keharusan
pelaksanaannya sudah sangat mepet. Secara teknis kalau bisa Piagam
Jakarta sudah berjalan sebelum AFTA 2003. Begini, mengapa saya
dukung? Karena arus globalisasi semakin lama menjauhkan orang
daripada kebaikan, hal2 berbau negatif terlalu banyak di Indonesia
dari Narkoba sampai Kemaksiatan. Lingkup agama seakan tertekan karena
tak bisa menjaga ummatnya, alias negara ini menuju ajaran Sekularisme
murni. Globalisasi ala barat tidak bisa dipaksakan untuk bangsa2
timur, terlau riskan dan tidak cocok. Harus ada garis2 tertentu yang
membawahi boleh atau tidaknya sesuatu menurut ajaran agama disamping
itu toh kita punya hukum negara. Pemasukan piagam Jakarta kan tidak
merubah ideologi Pancasila menjadi negara Islam, hanya pemahamannya
saja disatukan dengan Pancasila. Sekali lagi bangsa ini tidak cocok
memakai sistem kapitalisme murni, harus ada garis yang membawahi
yaitu dengan ideologi agama Islam dengan patokan bahwa 90% ummat
adalah Islam. Masih ada waktu, belum terlambat koq. Yang penting
untuk saat ini penjabaran mengenai Syariah Islam harus sudah
digalakan, ormas2 Islam yang benar2 ingin Syariah Islam sudah harus
melakukan sosialisasi ke semua kalangan. Begitu kira2. Terima Kasih.
toleransi salahkaprah
Tgl Kirim 10/4/2001 9:41:08 PM dari jaelani siddiqh
Komentar untuk topik: Syariat Islam, Mengapa Ditakuti?
----------------------------------------------------------------------
akankah kelompok minoritas menguasai kelompok mayoritas? mengapa
timbul prtanyaan seperti itu?karena ada indikasi kearah situ.akankah
toleransi yang selama ini diberikan kaum mayoritas
(muslim),disalahgunakan .Takterhitung pemimpin kita yang beragama
islam,tapi kenyataan semua itu hanya simbul belaka.Syariat Islam?
Mengapa tidak!Umat manusia akan hidub tentram dan damai lahir/batin
apabila syariat Islam diberlakukan secara MUTLAK,dan dirasa indonesia
punya modal untuk semua itu.
Ideologis
Tgl Kirim 10/2/2001 7:23:22 AM dari Ahmad Fauzan
Komentar untuk topik: Syariat Islam, Mengapa Ditakuti?
---------------------------------------------------------------------
Ini permasalahan ideologis. Repotnya lagi, sebagian besar ummat tidak
lagi menganggap Islam sebagai sebuah ideologi. Kita latah mengatakan
bahwa Islam tidak ada beda dengan agama lain "yang harus terpisah
dari kehidupan duniawi". Lihat orang2 yang konsist dengan liberalis-
kapitalis dan sosialis-komunis, mereka hebat ! Mereka pelopor
peradaban2 baru ! Kenapa orang Islam tidak ? Bukankah kita sering
dengar ceramah bahwa agama Allah ini kaaffah ? Padahal dulu (ini
bukan "romantisme historis"), ummat ini berjaya dalam segala aspek,
kenapa sekarang nggak ? ingat "KUNTUM KHOIRU UMMAH", Antum semua
adalah ummat terbaik yang pernah dilahirkan dimuka bumi. Hentikan
pembodohan2 kaum sekularis & atheis sekarang juga ! ALLAHU AKBAR !
perlu proses
Tgl Kirim 9/10/2001 3:33:41 PM dari Lili Darwili
Komentar untuk topik: Syariat Islam, Mengapa Ditakuti?
---------------------------------------------------------------------
syariat islam memang perlu. setiap muslim pun wajib mendukungnya.
hanya saja perlu proses dan perjuangan panjang.
tahap demi tahap dakwah perlu dilakukan. setidaknya bagi kalangan
internal ummat. agar tidak ada penolakan dari dalam.
Bukankan tersa aneh dan aseing ketika sebagian menuntut syariat
islam. sebagian menolaknya.
kalau orang islam saja menolak, apatah lagi orang di luar islam.
syariat Islam
Tgl Kirim 9/4/2001 10:11:50 AM dari Garin Ramadan
Komentar untuk topik: Syariat Islam, Mengapa Ditakuti?
---------------------------------------------------------------------
syriat islam adalah suatu pondasi dan akan menjadi rambu-rambu dari
demokrasi yang lebih maju, bila sesuai dengan tuntunan Nabi
kalau demokrat, mengapa takut
Tgl Kirim 9/3/2001 9:52:39 PM dari Fauzi Abdul Patah
Komentar untuk topik: Syariat Islam, Mengapa Ditakuti?
---------------------------------------------------------------------
Apa yang disampaikan Pak Amien rasanya lebih demokratis. Bahwa
silakan siapa saja mengusulkan masukan apa saja ke BP MPR. Termasuk
soal Piagam Jakarta atau Syariat Islam.
Mudah-mudahan wakil-wakil kita di DPR/MPR yang notabene mayoritas
juga mengaku beragama Islam mau konsekuen dengan agamanya.
Sekurang-kurangnya tidak sampai menolak atau menghambat aspiranya
dari sesamanya.
Tetapi, menurut ana, yang terpenting malah kampanye ke ummat kita
sendiri. Insya Allah jika mayoritas ummat sendiri mau terima dan
konsekuen dengan ajarannya, DPR/MPR tpokh tak bisa mengelak.
Yakinlah firman Allah dalam Ash-shaft. Bahwa meski banyak pihak
berusaha memadamkan cahaya Allah, pastilah pada saatnya Allah akan
menyempurnakan cahayanya. termasuk memebri pertolongan lewat tangan-
tangannya untuk tegaknya syariat islam. tak hanya di Indoensia, taoi
juga dijagatraya ini.
Amiin.
Harus berani bertanggung jawab
Tgl Kirim 9/3/2001 10:09:25 AM dari Misran
Komentar untuk topik: Syariat Islam, Mengapa Ditakuti?
----------------------------------------------------------------------
Seseorang yang mengaku dirinya Islam, seharusnya dapat menelusuri dan
memahami akidah Islamiyah yang terkandung dalam agamanya.
Ibarat seseorang yang mengaku bahwa rumah itu adalah miliknya.
Tentunya ia tahu persis ruang-ruang yang ada dalam rumahnya itu. Tahu
persis keindahan yang terdapat dalam rumah itu.
Seseorang yang takut akan syariat Islam, apalagi ia seorang Muslim.
Mungkin karena ia tidak mengenal keindahan Islam, mungkin ia terlalu
panjang angan-angan. sehingga ia lupa bahwa di dunia ini hanya
sebentar saja.
Mudah-mudahan kita digolongkan oleh Allah menjadi orang yang pandai
bersyukur atas nikmat iman dan ilmu yang diberikan Allah kepada kita.
Dan semoga yang belum mendapatkan keindahan Islam, Allah membukakan
hatinya sehingga terang. Bagaikan malam yang gelap gulita kemudian
diterangi dengan cahaya sinar rembulan.
Wassalamu`alaikum Wr.Wb
Syariat Islam, konsekwensi logis
Tgl Kirim 9/3/2001 6:32:22 AM dari Anton Apriyantono
Komentar untuk topik: Syariat Islam, Mengapa Ditakuti?
---------------------------------------------------------------------
Pada saat seseorang mengucapkan syahadat, itu artinya telah rela
Islam menjadi bagian hidupnya dalam segala aspek kehidupan, dan
jangan lupa itu adalah suatu ikrar. Mengingat Islam adalah kehidupan
itu sendiri maka sudah menjadi konsekwensi logis apabila seseorang
mengaku sebagai seorang Islam harus mau menerapkan Islam dalam semua
segi kehidupan, termasuk menjalankan syariat Islam. Jika dalam
penerapannya kita menghadapai kendala, misal syariat Islam belum bisa
diterima oleh bangsa Indonesia, maka itu masalah lain, yang jelas
kita harus berusaha dengan segala daya dan upaya yang bijaksana agar
syariat Islam ini ditegakkan di muka bumi dalam segala segi, bukan
sebagian saja, misal dalam hal politik saja. Mungkin kesan yang
ditangkap oleh mereka yang belum memahami adalah penerapan syariat
Islam hanyalah ditujukan untuk memperoleh kekuasaan semata, nah oleh
karena itu tunjukkan kepada dunia bahwa Islam adalah agama yang
membawa rahmat kepada seluruh Islam. Tunjukkan Islam adalah agama
yang sempurna dan tunjukkan bahwa orang Islam itu smart, elegan,
bijak penuh toleransi tetapi tegas dalam prinsip dan akidah.
Tunjukkan pula bahwa Islam membawa kepada kemakmuran dan perdamaian,
untuk menunjukkan itu, tidak harus negara Islam berdiri dulu, akan
tetapi bisa kita tunjukkan dari mulai sekarang dengan segala upaya
yang mampu kita lakukan, sekecil apapun.
munafik?
Tgl Kirim 9/2/2001 5:42:13 PM dari Siti Chaerijah A
Komentar untuk topik: Syariat Islam, Mengapa Ditakuti?
---------------------------------------------------------------------
yang takut dan menolak syariat islam sebetulny hanya ada tiga
kemungkinan.
pertama, mereka yang nyata-nyata musuh Islam dan anti Islam.
kedua, mereka yang belkum paham apa Islam dan konsekuensinya.
ketiga, mereka yang termasuk munafikin dan hobby berbuat fasik. Ingin
disebut Islam dan muslim tyapi ogah bersyariat yang Islami.
Buek email gratis di http://sungaipagu.zzn.com
____________________________________________________________
Get your own FREE Web and POP E-mail Service in 14 languages at http://www.zzn.com.
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================