Assalamu'alaikum wr. wb.

Manga sampai manggigia pulo sanak Darwin Bahar, mungkin masih
basiso penataran P4 di kapalo angku, ambo mintak maaf labiah dulu
kalau sanak tasingguang, mudah-mudahan indak ado lai siso P4 tu.

Masalah ini terjadi adalah konsekuensi logis dari bom waktu undang2
otonomi daerah yang dibuat dizaman habibie oleh arsitek golkar,
sebentar lagi mereka akan berkelahi soal air dan aliran sungai
serta segudang hal lainnya. Setelah seabreg persoalan, rakyat akan
jijik dengan otonomi daerah dan baliaklah NKRI beserta P'silanya,
atau mau menyikapi pendapat si Urpass untuk membubarkan NKRI dengan
kepala dingin.

Karena mereka yang jadi birokrasi di Bukittinggi dan Kab Agam itu
orang golkar atau kalaupun partainya bukan golkar, tapi pola pikirnya
sama sebangun dengan golkar, jadilah yang dikejar pertama ialah hegemoni
memperluas wilayah bukannya kesejahteraan rakyat yang pokok: PENDIDIKAN.
Orientasi mereka persis saja dengan yang di Jakarta, sebentar lagi akan
muncul pula pertengkaran antar nagari soal air untuk sawah dlsb.

Nggak perlu ditangisi, setelah memberlakukan SI si Sumbar, nanti mereka
akan perang-perangan sendiri, setelah yang menang jadi arang dan yang
kalah jadi abu, barulah mata mereka mulai terbuka seperti di Ambon,
(harapan kita ini tidak terjadi kembali perang paderi kedua).

Solusi? Nggak ada solusi cepat, silahkan pelajari kembali falsafah adat
Minangkabau, masyarakatkan dan tumbuhkan kembali rasa malu..... atau:
mau nggak rrrrrrevolusi?

Sakali aia gadang,
sakali tapian baraliah.
Sakali taun baraliah,
sakali musim bakisa.
Usang-usang dibarui,
lapuak-lapuak dikajangi.
Adat dipakai baru,
kain dipakai usang.
Gabak diulu tando ka ujan,
cewang dilangik tando kapaneh.
Pulai bapangkek naiak,
manusia bapangkek turun.

Wassalam,
SBN


-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED]]On Behalf Of Darwin Bahar
Sent: Saturday, March 30, 2002 9:40 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [RantauNet] Pernik-Pernik Desotda: PP 84/1999 Itu, Sakit Serasa
Kan Membunuh

--- dikarek---

Tiba-tiba saya menggigil, peluh bercucuran---karena khawatir kalau
dugaan saya salah---apakah ini merupakan pertanda bahwa kemandirian,
yang menyebabkan tingginya partisipasi masyarakat seperti yang menjadi
ciri masyarakat Minang di awal tahun lima puluhan, mulai bersemai
kembali setelah dihidupkannya kembali lembaga nagari di Sumbar melalui
Perda Provinsi Sumbar?

Kalau iya---sembari tubuh saya tetap menggigil dan peluh
bercucuran---ini merupakan cerita sukses pelaksanaan desentralisasi dan
otonomi daerah (desotda) di Indonesia, karena hakekat dari  desotda
ialah semakin berdayanya masyarakat dan bukan penguatan disertai
�kegarangan� eksekutif dan legislatif daerah, fenomena yang sangat
menonjol selama tahun pertama pelaksanaan desotda yang menyebabkan
tangan Pemerintah Pusat menjadi �gatal� untuk segera merevisi UU 22 dan
25/99 yang baru berjalan satu tahun.

Tubuh saya tetap menggigil dan peluh bercucuran mengingat posisi �maju
kena mundur kena� yang dihadapi Pemda Sumbar, dilaksanakan pemekaran,
alasan penolakan cukup kuat (tercermin dari pendapat Wagub seperti yang
saya baca di koran lokal), mau dibatalkan PP-nya harus dicabut, dan hal
ini jelas tidak mudah.
Lalu bagimana?

Antahlah yuang, saya berdesis pelan.

Salam, Darwin

*] cegak=sembuh
**] lagu ini dikarang oleh teman sepermainan saya waktu remaja d Padang
Panjang yang biasa kami panggil Mak Etek, terakhir saya dengan dia
berkarir di TNI sebagai Pamen
***] labuah=jalan (raya). Orang di labuah=the men in the street



RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================


RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email
Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke