Assalaamu'alaikum wr wb
 
Jeritan Bazer Harson yang dilempar ke neraka oleh seseorang yang mengaku sebagai Malaikat Syafril (kelihatannya ini Iblis yah, karena dalam Islam malaikat-malaikat yang dikenal adalah Jibril, Israfil, Izrail, Ridwan, Raqib, Atid, Mikail, Munkar, Nakir dan Malik) didengar Allooh SWT yang mengadili seluruh manusia satu persatu pada Yaumul Hisab.
 
Kepada Allooh SWT Bazer mengadukan nasibnya tersebut.
"Ya Allooh, dalam hidupku aku telah beriman kepadamu dan menjalankan segala perintah serta menjauhi larangan-Mu, dan di akhir hayatku aku telah berusaha mati syahid, tetapi seseorang yang bernama Malaikat Syafril dengan seenaknya mendorongku masuk ke neraka-Mu ya Allooh"
 
"Aah Iblis itu masih saja mencoba mencari-cari teman untuk dia ajak ke neraka, akan Aku siksa lagi dia dengan siksaan yang lebih keras lagi nanti. Ya, Aku tahu bahwa engkau mati secara syahid dengan meledakkan bom di tengah masyarakat militer zionis Israel yang nenek moyangnya telah Aku la'nat karena mereka membunuhi Nabi-nabi yang Aku utus kepada mereka. Coba ceritakan bagaimana engkau mati syahid."
 
"Ya Allooh, sebagai bagian dari rakyat Palestina yang telah berpuluh-puluh tahun dizalimi oleh orang-orang Israel yang rasis dengan mendiskriminasikan kami melalui berbagai macam cara, dan memusuhi kami sebagai orang-orang yang beragama Islam dengan mengatakan orang-orang Islam adalah teroris yang harus ditumpas melalui media massa yang mereka miliki, serta mengusir bapak, ibu, serta saudara-saudara kami yang lain sehingga banyak di antara mereka harus tinggal di pengasingan di negara lain dan tidak bisa mengunjungi tanah kelahirannya, aku mencoba berusaha mengubah nasibku dan saudara-saudaraku sesuai perintahmu dalam Surat Ar-Ra'ad ayat 11: Sesungguhnya Allooh tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri, dengan merencanakan penyerangan kepada orang-orang Yahudi tersebut."
 
"Tetapi aku tidak mempunyai senjata yang cukup canggih untuk membunuh para penjajah itu dalam jumlah banyak dan tidak punya cukup uang untuk membeli senjata semacam itu. Aku hanya memiliki modal untuk membuat sebuah bom yang harus aku bawa dan ledakkan sendiri dengan resiko aku ikut mati bersama meledaknya bom tersebut."
 
"Karena itu aku berniat untuk mati syahid dan Engkau tahu bahwa aku bukanlah termasuk golongan orang-orang yang berputus asa, Engkau tahu bahwa aku tidak pernah meragukan eksistensi-Mu dan selalu bersyukur dengan segala ni'mat-Mu ya Allooh. Ya Allooh, Engkau juga tahu bahwa aku adalah seorang yang percaya penuh akan kekuatan-Mu dalam mengalahkan musuh-musuh-Mu dan hamba-Mu mesti berusaha untuk hidup mulia atau mati syahid."
 
"Jadi aku tekadkan diriku menyerang gerombolan penjajah Yahudi di tempat mereka berekreasi di pasar swalayan di Tek Aviv sehingga aku mati dengan niat syahid di jalan-Mu ya Allooh. Dan aku percaya hadits Rasulullaah Dari Anas bin Malik, berkata: Rasulullah bersabda, Barangsiapa yang  meminta mati syahid dengan jujur, maka Allah akan memberikan pahala mati syahid walau dia tidak mendapatkannya (tidak mati di medan perang)". (Muslim)

Allooh SWT kemudian bersabda," Wahai hamba-Ku yang Ku-cintai, Aku benar-benar mengerti akan niatmu dan Aku telah menetapkan bahwa engkau adalah termasuk orang-orang yang syahid membela agama-Ku. Maka masuklah engkau ke dalam surga yang tertinggi sebagaimana yang telah Aku janjikan!"
 
Walloohu a'lam bisshawaab,
Wassalaamu'alaikum wr wb
Muhammad Arfian
[EMAIL PROTECTED]
044-861-0217 (home)
090-3909-5742 (mobile)
"Isy Kariman Aw Mut Syahidan"
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, April 16, 2002 6:05 PM
Subject: [RantauNet] Three times gratitude of mine - Neraka !

Kirim email ke