Wa'alaikum salam Wr.Wb.

Uni Evi yang manis dan cantik,semanis
cerpennya.Makasih banyak atas cerpennya,yang cukup di
acung jempol.Sepertinya daya Imaginasi,kreatifitas dan
bacaan Uni sangat luas dan melebar,juga mungkin Uni
sering nonton flm percintaan kali..Ini perlu
dikembangkan terus.Tak gampang membuat,sebuah kreasi.

Ngak salah Bundo Nismah bilang Uni seperti lautan yang
bergelombang,memang nada-nada cerpen uni bergelombang
adanya.Alur ceritanya boleh juga,tinggal lagi kita
mencari Sutradara yang pas utk dijadikan sebuah flm
yang cukup menarik.Dan mana tahu ada yang menambahkan
bumbu-bumbu cerita tsb,sehingga jadilah ia suatu kisah
yang sangat digemari,dan jadi rebutan orang utk
berbondong-bondong menikmati asyiknya kisah percintaan
itu.

Hanya perlu dimasuki nilai-nilai keagamaan,sehingga
orang dapat menilai bahwa Cinta tak dilarang dalam
agama,yang dilarang apanya dulu...?

Memang dinda banyak terhibur pada hari
ini,apalagi..(baru dpt surat cinta..dari orang yang
dicintai..he..he..he..cuma canda jgn diambil hati,tapi
kalau beneran juga Alhamdulillah..).

Wassalam dinda Rahima.

 
--- Evi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamualaikum,
> 
> Dear dinda yang jauh di mata namun dekat di hati. 
> Uni punya "Cerpen" dan sengaja Uni tulis untuk Dinda
> seorang agar Dinda tidak perlu "icak-icak"
> membayangkan bagaimana perasaan seorang yang sedang
> jatuh cinta  dan bagaimana pula ketika cinta
> ternyata tidak semulus dalam menuliskannya di layar
> PC. Ini bukan hasil karya "anak gaul" tapi bukan
> pula "anak pesantren", jadi memang "rada-rada".
> Dimohonkan permakluman yang amat besar, yah.
> 
> Alkisah hiduplah sekelompok remaja di Planet Maya.
> Joko naksir berat pada Dewi tapi suatu hari tanpa
> sengaja Joko mendengar Dewi berbisik kepada Rita,
> sahabatnya, bahwa Dewi naksir berat pada Ari yang
> nota bene adalah sahabat Joko dan malah tadi malam
> dia pergi nonton dengan pujaannya itu. Merapi
> meletus, bisa dibayangkan gimana perasaan Joko? Joko
> yang terluka tiba-tiba hidup diatas bumi gonjang
> -ganjing.  Ari bukan lagi sahabat sementara  Dewi
> tak lebih baik seekor Biludak yang merayap di bawah
> kaki.  
> 
> Di belakang garis Khatulistiwa ada sebuah ruang maha
> luas. Sahabat lain yang care so much pada Joko, 
> berusaha menasehati agar sabar dalam menerima
> "musibah"ini. Tapi mereka adalah orang-orang  tidak
> merasakan bagaimana perasaan Joko sesunguhnya jadi
> kelihatannya  mudah saja mengucapkan "sabar dan
> tawakal ", sementara untuk  "Joko" yang babak belur,
> tidak nyebur ke Sungai Nile juga sudah bagus. Walau
> bagaimanapun selalu ada hikmah di balik semua
> peristiwa. Jika hanya nasihat yang bisa diberikan
> oleh sahabat lain tsb dan Joko terpaksa juga
> menerima dalam tanda kutip, "kendalikan dirimu,
> Joko."
> 
> Artinya burung pipit pencuri padi  juga tahu bahwa
> nasihat "galeme" seperti diatas tidak bermanfaat.
> Menyuruh Joko bersabar dengan mencuekin Dewi sama
> artinya dengan menyuruh Joko untuk mengabaikan
> perasaannya. Sebanding dengan menyuruh Joko
> menghindari rasa terlukanya. Tegak lurus dengan
> meminta Joko melupakan hukum alam. Tidak! Galeme
> biarkan tetap galeme! Karena  suatu hari perasaan2
> seperti milik Joko akan meledak mencari pelampiasan.
> So, karena keterbatasan ilmu, Joko harus memaafkan 
> Galeme. Tak ada maksud Galeme untuk menyesatkan
> Joko. Baca terus cerpen ni Evi, insya Allah tidak
> bertambah tersesat...
> 
> Yang lebih tepat adalah Joko disuruh mengenali
> kebenaran tentang perasaananya sendiri. Kalau Joko
> terluka, suruh dia kenali bagaimana pedih dan
> berdarah-darahnya luka yang dibuat Dewi. Patut Joko
> catat bahwa perasaan-perasaan manusia tidak bisa
> dikenai nilai "baik" dan "buruk". Perasaan adalah
> perasaan! Ia netral. Yang penting, mungkin,  adalah
> bagaimana Joko mengendalikan perasaan tersebut. Jika
> yg Joko maksud perasaan itu adalah sehat, normal,
> dan bisa di terima oleh "sebagian besar orang", itu
> namanya perasaan baik. Tapi jika yang terjadi
> sebaliknya alias tidak normal, tidak sehat maka kita
> namai perasaan itu sebagai "buruk."
> 
> Dan Joko tidak bisa dikatan "tidak normal" hanya
> karena ia merasa putus asa dan marah karena ditolak
> Dewi. Wajar kok! Ia merasa sebagaimana seharusnya
> merasa; perasaannya adalah tanggapan spontan dari
> tubuhnya terhadap dorongan kuat buah pikirnya,  "ah
> kampret! Ternyata gua telah dipermainkan". Haiya,
> manusia tidak dapat memilih bagaimana mereka harus
> merasa sebagaimana manusia tidak dapat memilih
> bagaimana agar tidak basah bila tercebur ke dalam
> air.
> 
> Intinya adalah mengendalikan diri. Aa Gym bilang
> manajemen Kalbu. Dan semua kadal penghuni bumi juga
> tahu bahwa mengendalikan "rasa terluka" dengan cara
> sehat dan positif tidak lah mudah. Apa boleh buat,
> Joko, pilihanmu hanya belajar mengendalikan
> perasaan. Tapi ingat dulu yah, perasaan seperti
> milikmu itu "sangat berharga", tidak semua makhluk
> diberi Allah karunia serupa. Jadi tangani
> perasaan-perasaan kuat yang sangat berharga itu
> dengan memetik manfaat dari rasa terluka.
> 
> 1. Kenali perasaanmu, Jok! Untukmu mudah sekali
> menumpahkan unek-unek pada sebuah tulisan. Kuncinya
> hanya satu, kau harus memilih waktu dan tempat yang
> tepat! Tapi ingat jangan menyakiti makhluk bernyawa,
> jangan memukul atau menyepak. Kalau tidak tahan
> juga, ambil bantal, bayangkan muka Dewi dan
> hantamlah bantal empuk itu. Setelah muka Dewi
> bonyok, perasaanmu akan sedikit lega.
> 
> 2. Analisa perasaanmu, Jok. Jika sudah kau tuliskan
> apa-apa yang kau rasakan, kamu akan dengan mudah
> membandingkan tentang apa yang kau pikirkan dan apa
> yang kau rasakan. Disini kadang-kadang kau takjub,
> kadang-kdang kau heran dan tak jarang kau juga
> menemukan hal2 konyol. Aneh betul makhluk bernama
> manusia, ya? Memang! Kalau tidak masak iya Adam dan
> Hawa yang sudah enak2an hidup di surga milih turun
> ke Bumi? So, antara perasaan dan pikirmu kadang
> tidak berjalan seiring. Apa yang kau rasa  ternyata
> tidak beralasan untuk buah pikir.
> 
> Jika rasa sakit tidak  juga mau pergi, salurkan
> energimu ke tempat lain. Datangi sebuah Gym dan
> katakan pada instrukturnya kau menginginkan
> otot-ototmu untuk di tata ulang atau buat gerak
> tubuhmu lebih lentur lagi dengan ber- Salsa. Syukur2
> kau menemuka instruktur yang cukup "reprentative"
> untuk menggantikan bayang2 muka Dewi.
> 
> Masih juga bandel itu perasaan, istirahatlah! Cari
> tempat sunyi, tinggalkan sejenak tugas2 sosialmu.
> Ini tidak berarti engkau melarikan diri dari
> kenyataan atau kembali menguburkan perasaanmu, dikau
> hanya menyisih sejenak. Aromatherapy di salon plus
> iringan musik bagus, wow! Manjur, Man!
> 
> Dan terakhir: Waktu mengobati segala luka. Meskipun
> rasanya tidak mungkin, percaya deh, Joko, engkau
> akan mampu mengatur kehidupanmu dengan lebih baik.
> Engkau dapat bertahan dan maju langkah demi langkah.
> Berpegang pada harapan bahwa apapun yang kau alami
> akhirnya akan berakhir. Contoh hidup ada di Serpong.
> 
> Wassalam,
> 
> Evi
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! - Official partner of 2002 FIFA World Cup
http://fifaworldcup.yahoo.com

RantauNet http://www.rantaunet.com

Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3

ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED]
Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama:
-mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda]
-berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda]
Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung
===============================================

Kirim email ke