---------- Original Message ----------------------------------
From: "Sjamsir Alam" <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
Date:  Wed, 3 Jul 2002 16:55:49 +0700

>
>Mambangun perpustakaan? Wishful thinking. Nan ado sajo co karakok tumbuah di
>batu. 

>
>Kok pakaro perpustakaan ko, tanyoan ka ambo. Ampia saparampek abaik ambo
>abihan umua ambo mambangun perpustakaan sikola jo mambantu perpustakaan umum
>di Sumbar. 

>mS
>
>

[abr]:  Mungkin selama seperempat abad ini pendidikan untuk memanfaatkan perpustakaan 
belum banyak berhasil.  Mungkin guru tidak pernah menyuruh muridnya ke perpustakaan.  
Mungkin PR yang diberikan Cikgu tidak memerlukan perpustakaan.  Mungkin orang Banten 
belum belajar dari orang Sumbar, atau mungkin sudah belajar lebih jauh dan punya cara 
untuk mengatasi masalah seperti yang disebutkan Mak Sati.

Saya kira kita harus juga belajar dari pengalaman orang lain, baik itu orang Banten 
maupun dari mana saja.
Dulu waktu saya sekolah saya tak pernah ke perpustakaan, karena tidak perlu, ujian 
cukup dipersiapkan dengan baca catatan kuliah.  Tapi kalau sekolah ditempat lain (?) 
belajar di kelas 2 jam mengharuskan murid/mhs belajar di perpustakaan 3-4 kali lebih 
lama.  Kalau tidak begitu nggak bisa lulus.

Jadi kembali lagi ke sistem pendidikan.

Dari yang awam soal pendidikan dan perpustakaan tapi masih ingin belajar.

Abrar di Oz


RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke