Pak Zubir Amin, Pak Darul, Pak Ismet, Sanak Rahima dan rekan-rekan semua
di RN,
Ass. wr .wb.
Saya senang sekali diskusi ini telah berjalan dengan baik, banyak
peminatnya bahkan telah sampai ke Bpk Bupati Agam yang telah merespon
dengan akan menyediakan tanah.
Karena pencetus ide ini pertama adalah pak Hanafi, kredit atau penghargaan
dan pendapat teman-teman telah saya teruskan ke Pak Hanafi, karena beliau
tidak ikut milis Rantaunet (hanya ikut di milis diskusi Ekonomi dan
Pendidikan). Dibawah ini saya fwd ulang email dr Pak Hanafi yang memang
sudah punya relasi dgn PT Australia, departemen terkait di Jkt dan sumber
lainnya.
Kalau untuk Indonesia Timur e-learning sudah akan jadi akhir tahun, maka
untuk Sumbar apakah bisa mengikuti pola dengan Malaysia (email Pak Ismet
Fanany)? Pak Hanafi akan ke Pdg/Bukittinggi Oktober ini, kita harapkan
hal ini menjadi salah satu bhn pembicaraan.
Mohon; Respon atau saran/pendapat seterusnya di cc-kan ke:
[EMAIL PROTECTED]
Terima kasih,
Abrar S Yusuf
28 Wolstenholme St
CHISHOLM, ACT 2905, Canberra
AUSTRALIA
Ph. 02- 6283 2019 (w) 0411 094 707 (m)
02 6291 9426 (H)
Em: [EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
----- Forwarded by Abrar Yusuf/CBR/IPAustralia on 04/07/2002 11:40 AM
-----
hanafi guciano <[EMAIL PROTECTED]>
27/06/2002 11:47 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
cc:
Subject: Fwd: Re: Universitas AU
Pak Abrar, surat saya mental dari rantau net, belum
member.
Terlampir
Note: forwarded message attached.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! - Official partner of 2002 FIFA World Cup
http://fifaworldcup.yahoo.com
----- Message from on -----
Assalamualaikum WW.
Pak Abrar dan dunsanak kasadonyo.
Terima kasih atas penjelasannya tentang Yayasan Imam
Bonjol dan kegiatannya.
Insyaallah, saya akan berusaha mencari jalan apa yang
bisa kita sumbangkan untuk daerah, khususnya dalam
memanfaatkan jalur Australia dan Jepang. Selain
masalah pendidikan dan ekonomi, kalau boleh saya juga
ingin bantu di masalah strategi pendanaan dan IT
strategy.
Soal pendidikan saya ingin sekalu kampung kita punya
sekolah unggulan (iri saya melihat kampungnya Luhut
Panjaitan yang punya SMA Plus tercanggih dan terbaik
di Indonesia, padahal berada ditengah desa), dan
dengan e-learning, banyak yang bisa dilakukan asal
masyarakat di kampung "sadar, mau dan merasa perlu".
Memang ambo punya rencana untuk membuat universitas
Australi, tapi masih untuk Indonesia Timur, karena
infrastrukturnya sudah disiapkan untuk distance
learning (e-learning).Insyaallah akhir tahun ini jadi.
Kalau Sumbar mau, kita bisa duduk sama-sama untuk
susun strategi.
Insyaallah, bulan Oktober tahun ini saya berkesempatan
ke Padang/Bukittinggi untuk memberi pelatihan bagi
anggota DPRD dan Pemda se Sumbar tentang Perencanaan
Keuangan. Lega juga rasanya, setelah membantu hampir
200 kabupaten di Indonesia timur dan Barat, akhirnya
"kampung awak" kebagian juga. Masalah kebagian atau
tidak tergantung Depkeu dan Seknek, karena peserta
harus disediakan uang untuk penginapan dan biaya
harian. Sementara training sendiri selama 10 hari di
lakukan konsultan Australia dan Indonesia dengan biaya
dari Australia.
Saya ingin sekali mencari informasi tentang daerah
miskin di Sumbar, khususnya para Bupati yang mau
mengakui daerahnya miskin dan kena busung lapar.
Saya bisa prioritaskan untuk "kampung awak" selain
Indonesia Timur yang sekarang merupakan proyek kantor
saya untuk pengentasan kemiskinan. Kata 'proyek'
disini berarti "pekerjaan dan terkadang kerja bakti"
bukan "proyek" istilah di Indonesia untuk "bagi-bagi
uang"...:)
Mudah-mudahan 'rang kampuang' khususnya pejabat pemda
mau mengakui bahwa nggak usah malu-malu mengakui kalau
daerahnya miskin, minus, dan terbuka untuk dibantu.
Ambo soal komunikasi jo urang kampuang diakui agak
tabatas, alun bisa petatah petitih.
Salam,
Hanafi
--- Abrar Yusuf <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 23 Juni 2002
>
>
> Teman-teman di biliek Pendidikan.
> Assalamualaikum w.w.
>
> Saya sudah baca rangkuman yang dibuat Koordinator
> Bilik Pendidikan. Namun saya masih akan tambahkan
> satu ide lagi. Saya ajukan masih dalam bentuk
> pertanyaan. Masih termasuk kategori PT.
>
> Kita di LKPM akan membuat rencana jangka panjang 25
> tahun kedepan. Bisakah kita buat rencana mendirikan
> Universitas Australia di Sumatera Barat? Saya ingat
> juga ( melalui Rantaunet) ada Dr Ismet Fanani di
> Melbourne yang suka membawa rombongan mahasiswa
> Australia ke Padang.
>
> Ide ini pertama dicetuskan oleh seorang PhD
> candidate 'urang awak' di Canberra 5 tahun yang
> lalu. Dia, Pak Hanafi Sofyan yang sekarang sudah
> bekerja sebagai Konsultan di Jkt telah memberikan
> advice tentang Asset Management ke 7 Pemda/propinsi
> (200 kabupaten) di Indonesia. Pak Hanafi telah
> banyak berhubungan dengan perguruan tinggi dan
> departemen terkait di Australia dan Indonesia. Bisa
> memberikan advis tentang proyek apa sebaiknya untuk
> suatu daerah (yang bisa menghasilkan uang) dan
> sekaligus bisa menghubungkannya dengan sumber
> pendanaan proyek. Akan senang sekali memberikan
> advis ke Sumatera Barat kalau diminta.
> Masih akan berada di Canberra sampai dengan Desember
> 2002, tetapi akan berada di Jkt selama seminggu
> mulai 2 Augustus.
>
> Saya kurang tahu apakah ide Universitas Australia
> ini masih feasible atau tidak, saya rasa tak ada
> salahnya dijajaki. Pertemuan dengan Pak Hanafi ini
> bisa untuk bilik Pendidikan dan Ekonomi sakali jalan
> . Apakah mungkin Pak Suheimi dan Pak Barijambek bisa
> cari waktu agar bisa ketemu saat itu di Jakarta?
>
> Sekian dulu, Salam
>
> Abrar Yusuf.
RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.
Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di:
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================