|
Iraf, masih muda kok pikirannya tuek
banget sih? Tahu nggak, daku sampai pengen nangis membaca kisah si Oma yang
pernah melahirkan orang Islam tersebut. Eh, agama anaknya pasti Islam kan ya?
Kok ada sih orang Minang dan islam (lagi) yang punya kurenah al kafirun begitu?
Bukannya orang Minang itu seratus persen baek-baek semua? Postulat hidup mereka
adat basandi syarak syarak basandi kitabulllah lho. Iraf, salah kali, si Oma itu
keturunan Yahudi 'ngkali?
Saya juga punya kisah. Tidak jauh dari
tempat tinggal saya ada sekelompok remaja "kafir" (maksudnya agama mereka
kristen) yang rajin menjambangi pinggir jalan dan kolong jembatan tiap hari.
Tiap hari lho Iraf, nggak pas bulan ramadhan doang. Diantara mereka ada
yang menjadi kakak asuh tetap untuk beberapa orang anak. Menjadi sukarelawan
dengan mengajar membaca dan matematika. Mereka pernah mendatangi
rumah-rumah warga untuk menanyakan kalau-kalau ada diantara kami yang mempunyai
buku bacaan anak-anak yang bersedia di sumbangkan, majalah2 bekas yang sudah
tidak dibaca lagi oleh anak-anak kami. Terus secara berkala mereka
juga menerbitkan semacam brosur (foto kopian) bahwa mereka punya posko di suatu
rumah, kalau ada yang terketuk hatinya untuk ikut terjun atau punya kelebihan
rejeki bisa menghubungi mereka di posko tersebut. Kalaupun tidak ada yang akan
di berikan, setiap minggu malam remaja-remaja tersebut tetap rajin mengunjungi
adik2 asuh mereka dengan membawa gitar, seruling atau alat-alat musik sederhana
lainnya. Dengan alat-alat itu lah mereka bernyanyi dan memuji
Yesus.
Terus terang saya memang suka "sebel"
dengan kegiatan mereka. Hehehe...Biasalah...psikologi orang tidak
mampu....
Salam
GM
Tambahan:
Saya juga mengenal beberapa orang manula
minang yang tinggal dengan anak perempuannya tapi hidup "terlantar",
Iraf.
---- Original Message -----
|
- RE: [RantauNet] KI... Boes Roestam

