Assalamualaikum Wr.Wb.

Dalam keadaan begini kita harus bisa membedakan iman jo
parangai.

Dari kenyataan bisa kita lihat,
Ada orang al kafirun yang baparangai Islami, sementara
banyak juga orang Islam bakalakuan yahudi yang selalu
dikelilingi oleh syaitanirrajim.

Dalam keadaan ideal saharusnya Urang Islam itu kalakuannyo
islami, barulah kehidupan seseorang itu penuh barokah dari
Allah SWT.

Sesungguhnya kita tidak perlu menuntut balasan apapun
kepada orang yang pernah kita tolong termasuk anak sendiri,
karena kebaikan harus dilakukan secara ikhlas atas nama
Allah, kalau kebaikan kita diterima oleh yang kuasa,
balasannya akan berlipat ganda dan datangnya dari mana
mana, balasan bukan dari orang yang pernah kita tolong,
bahkan kadang bukan berupa hartabenda tapi berupa
kemudahan, ketentraman dan kenyamanan dalam hati dan rasa
syukur kepada Allah swt.

Kalau kita mendapatkan keturunan Malin Kundang, cobalah
berserah diri dan ber doa yang penting usaha kita harus
maksimal, karena kemampuan kita terbatas dan pengaruh
lingkungan juga terlalu besar.

Yan caniago.

On Mon, 26 Aug 2002 12:10:55 +0700
 "   -- (*V*) --" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Iraf, masih muda kok pikirannya tuek banget sih? Tahu
> nggak, daku sampai pengen nangis membaca kisah si Oma
> yang pernah melahirkan orang Islam tersebut. Eh, agama
> anaknya pasti Islam kan ya? Kok ada sih orang Minang dan
> islam (lagi) yang punya kurenah al kafirun begitu?
> Bukannya orang Minang itu seratus persen baek-baek semua?
> Postulat hidup mereka adat basandi syarak syarak basandi
> kitabulllah lho. Iraf, salah kali, si Oma itu keturunan
> Yahudi 'ngkali?
> 
> Saya juga punya kisah. Tidak jauh dari tempat tinggal
> saya ada sekelompok remaja "kafir" (maksudnya agama
> mereka kristen) yang rajin menjambangi pinggir jalan dan
> kolong jembatan tiap hari. Tiap hari lho Iraf, nggak pas
> bulan ramadhan doang. Diantara mereka ada yang menjadi
> kakak asuh tetap untuk beberapa orang anak. Menjadi
> sukarelawan dengan mengajar membaca dan matematika.
> Mereka pernah mendatangi rumah-rumah warga untuk
> menanyakan kalau-kalau ada diantara kami yang mempunyai
> buku bacaan anak-anak yang bersedia di sumbangkan,
> majalah2 bekas yang sudah tidak dibaca lagi oleh
> anak-anak kami. Terus secara berkala mereka juga
> menerbitkan semacam brosur (foto kopian) bahwa mereka
> punya posko di suatu rumah, kalau ada yang terketuk
> hatinya untuk ikut terjun atau punya kelebihan rejeki
> bisa menghubungi mereka di posko tersebut. Kalaupun tidak
> ada yang akan di berikan, setiap minggu malam
> remaja-remaja tersebut tetap rajin mengunjungi adik2 asuh
> mereka dengan membawa gitar, seruling atau alat-alat
> musik sederhana lainnya. Dengan alat-alat itu lah mereka
> bernyanyi dan  memuji Yesus.
> 
> Terus terang saya memang suka "sebel" dengan kegiatan
> mereka. Hehehe...Biasalah...psikologi orang  tidak
> mampu....
> 
> Salam
> 
> GM
> 
> Tambahan:
> Saya juga mengenal beberapa orang manula minang yang
> tinggal dengan anak perempuannya tapi hidup "terlantar",
> Iraf.
> 
> ---- Original Message ----- 
>   From: [EMAIL PROTECTED] 
>   To: [EMAIL PROTECTED] 
>   Sent: Monday, August 26, 2002 10:03 AM
>   Subject: Re: [RantauNet] KISAH SEORANG OPA
> 
> 
> 
> 
>   Assalamualaikum Wr. Wb
> 
>   Terima kasih tanggapan Ajo Buyuang dan Uda Hadi atas
> kisah ini.  Saya tidak
>   berkecil hati kok kalaupun hanya sedikit yang memberi
> tanggapan terhadap cerita
>   ini.  Saya rasa bukannya tidak peduli, tapi saya yakin
> kalau yang menyempatkan
>   baca cerita ini tentunya akan merasakan hal sama dengan
> yang kita rasakan ..
>   tapi buat direnungkan sendiri kali ya ... hehehe ...
> 
>   Saya rasa cerita ini memang tidak terjadi di kalangan
> orang islam apalagi orang
>   minang, karena memang bukan budaya kita untuk
> "menitipkan" orang tua ke panti
>   jompo setelah TOPS.  Yang menulis cerita ini pun
> mungkin bukan orang kita.
>   Biasanya yang rajin mengunjungi panti jompo atau
> mengurus anak telantar (anak
>   jalanan) kebanyakan orang-orang yang non-muslim kok.
>  Mohon maaf, maksud saya
>   bukan berarti kita yang muslim tidak peduli, tapi
> kepedulian orang kita terhadap
>   orang-orang yang seperti ini memang masih kurang
> dibandingkan dengan teman-teman
>   yang kristen (wah bakalan dapat "serangan" nich saya).
>  Dari pengalaman saya
>   sendiri berteman dengan berbagai suku dan agama,
>  memang terasa bahwa kepedulian
>   teman-teman sesama muslim lebih rendah dibandingkan
> teman-teman yang non muslim.
> 
> 

Yan Taufik <[EMAIL PROTECTED]>
----------------- Kemudahan Hosting PlasaCom -------------------------------
Hosting menjadi lebih mudah dan murah dengan BEBAS!!! biaya registrasi (discount 100%) 
mail hosting dan webhosting selama bulan Agustus 2002. Klik http://idc.plasa.com untuk 
pendaftaran
---------------------------------------------------------------------------------------

RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke