Dear Rarach ,
 
Beberapa hari lalu kamu menyingung2 ttg Old Shaterhand n kalau gitu tentunya dikau masih ingat bagaimana rakyatnya Winnetou hancur, bercerai- berai gara-gara ulah the stupid white urban men yang mengiinvasi tanah-tanah ulayat mereka. Bangsa kulit merah ini dipaksa meninggalkan tanah-tanah mereka yang subur dan memberikannya untuk jalan kereta api. Terus si Old Shaterhand yang berikulit putih melihat bahwa pembangunan yang dimaksud orang kulit putih cuma berlandaskan pola pikir masyarakat kota yang diboncengi nilai-nilai ekonomi orang kota belaka. Eh, cerita si kulit putih yang menjadi pahlawan untuk penduduk asli ini ada kemiripan dengan Max Havelaar yah...Well, Rach walau cerita ini cuma rekaan jenius seorang Karl May, toh nyatanya kini masyarakat Indian Amerika Utara boleh dikatakan memang sudah tidak punya tanah-tanah yang subur dan mereka tergusur ke wilayah yang kurang subur yang sekarang kita sebut Reservations kan?.  Semangat vini vidi vici-nya  Colombus kan juga tidak jauh dari semangat penjajahan demikian. Kabarnya disamping membawa misi penundudukan, rombongan ini juga tak lupa membawa penyakit kelamin.
 
Ah daku mau  cerita ttg apa ya dengan ilustrasi diatas?. Hehehe...maksudnya gini, perkembangan peradaban manusia itu dari sejarah ke sejarah kayaknya memang berlangsung melalui pendudukan deh. Tidak perduli apakah pendudukan tanah atau pendudukan kultural, pokoknya  pendudukan aja. Tanpa pendudukan, rasa-rasanya mustahil sebuah masyarakat akan melalui perubahan dari masyarakat berkebudayaan tradisional menuju masyarakat masa kini seperti yang kita kenal sekarang. Seperti ceritamu tentang masyarakat Timbuktu (hehe...raja mudanya yang berkulit hitam pernah jalan-jalan ke New York untuk mencari permaisuri kan?), memang bahwa dalam setiap transformasi akan terjadi ketegangan, konflik dan kekacauan sosial akibat tidak semua  golongan sosial akan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Untuk mereka biasanya pilihannya cuma dua : Melawan atau menarik diri sambil perlahan-lahan menyerap nilai-nilai baru yang dibawa penjajah. Kalaupun golongan ini kuat, perlawanan akan berlangsung sesaat. Tapi sejarah mencatat bahwa tidak satu masyarakat pun didunia ini yang mampu membendung perubahan. Kalaupun kondisi sosial sudah dianggap sedemikian kritis, golongan ini akan ramai-ramai mencari tempat berteduh melalui pengidam-idamkan kejayaan masa lalu dan akan datangnya ratu adil suatu hari.
 
Saya sedang baca buku tentang para pedagang dari negara2 Islam yang menjadi agen perubahan pada kebudayaan Eropa yang masih berada di jaman kegelapan. Dalam buku ini tampaknya teori ilmuwan sosial berlaku  bahwa yang menjadi agen perubahan sosial adalah mereka yang berasal dari kalangan menengah dengan nilai-nilai perkotaan. Rasa-rasanya kamu termasuk ke dalam golongan ini deh Rach. Kalau sudah begitu tampaknya tugasmu dan kawan-kawan akan semakin berat. Kamu harus  selalu memacu diri untuk selalu bijaksana sebab kebijaksanaan akan membantu mengurangi ketegangan akibat perubahan. Hehehe...jangan protes, daku sedang belajar menyaingi Ima, memberi nasihat.
 
Cao,
 
GM
 
----- Original Message -----
From: rarachm
Sent: Wednesday, August 28, 2002 10:17 AM
Subject: Re: [RantauNet] Masihkah Kita Mencintai kehidupan?

merencanakan hal yang terbaik untuk sebuah kelompok; walaupun kita
berada dalam kelompok tersebut; seringkali bias.  apalagi kalau sang
perencana itu *tidak* berada pada kelompok tersebut.

sebuah kasus pembinaan suku terasing, misalnya, yang dilakukan oleh
pt kletuk pecipak indonehi baru-baru ini membuktikan hal tersebut. 
sebagai seorang kapiten yang mempunyai pedang panjang, pada suatu
hari saya ngobrol-ngobrol dengan seorang tetua suku; berikut adalah
kutipan dari dialog tersebut.*)

kapiten dua rarach: wah, alangkah senangnya bapak sekarang, sudah ada
jalan besar hingga ke kampung ini

tetua suku: amboiii, tidak jua nak.  jalan ini justru bikin ambo
lebih susah

kapiten dua rarach: mengapakah demikian, bapak?  bukankah dengan
adanya jalan ini bapak jadi lebih mudah menjual hasil hutan dan lebih
mudah untuk berhubungan dengan tempat-tempat lain?

tetua suku: ondehhh nak, dengan terbuka jalan ke kampung kami,
artinyo kami harus lebih masuk lagi ke pelosok.  sebentar lagi semuaa
padang, batak, jawa dan cino akan sampai ke kampung kami.  manalah
pula bisa kami bersaing dengan orang-orang tuunnn.  mereka lebih
punya keahlian dan ilimu pengetahuan.  sebentar lagi akan habis
ladang dan hutan di sekitar sini dibikin kebun sama mereka.  nah,
kami pun masuk lah lagi ke dalam hutannn...

kapiten dua rarach: ------  (what could i say?)

hal ini terjadi berulang-ulang.   on most of rural development
plannings.  the design was made by smart city guys who think can
immitate the point of view 'stupid' urban people. dan (sialnya) orang-
orang desa yang terpilih untuk share idea adalah orang-orang desa
yagn sedang mengimitasikan pemikiran orang kota.


~rarach
*)sengaja dibuat dalam format sandiwara sekolahan, supaya yeyen lebih
mangarati.
note:  kapiten dua adalah pangkat dalam militer negara timbuktu,
sedikit di atas letnan dua belas.
note lagi: timbuktu?  hehehe, itu nama negeri terasing dalam cerita
donal bebek.



Kirim email ke