----- Original Message -----
----Ronal tetap aktif sebagai moderator dan
kalau perlu ditambah lagi dengan bundo yang dapat dijadikan sebagai tambahan
moderator. Janganlah ia seolah-olah dikesampingkan saja dan tidak dianggap
berembuk malah yang dimintak berembuk para anonymus seperti Evie dan Esterance
Labiah. ----
Assalamualaikum,
Hehehe...Bun, untunglah ada si anonymus Evie
bercuap-cuap sehingga keluar juga para petinggi RN di Lapau. Kirain diam-diam
kabur begitu saja tanpa perduli lagi dengan nasib2 kita yang masih setia
duduk di RN.com.
Yah, syukur alhamdulillah jika Bun dan
bunda Ben sudah mempersiapkan jurus-jurus "maut" untuk pindah tempat ngobrol.
Maaf ya Bun, bunda Ben karena daku sudah lancang mengajukan ide-ide agar
rantaunet.com tetap berkiprah didunia maya. Nanda hanya tidak tahan, gemes,
dan kecewa setelah server mati selama beberapa hari, kok tidak
seorangpun dari para petinggi yang tampil ke muka untuk urun rembuk bagaimana
nasib rantaunet.com selanjutnya. Apalagi setelah tampilnya mail curhat Miko di
RN, yang tidak mendapat tanggapan baik dari Bun maupun para tetua RN lainnya,
saya kok mendapat kesan Miko sedang berjalan sendirian. Disitulah saya
terketuk untuk membantu Miko. Jadi Bun, mohon dikoreksi, Miko tidak pernah
mengajak nanda untuk urun runding dengan membelakangi Bun, Ronal ataupun
siapa sajalah penguasa RN ini seputar kelanjutan nasib RN.com. Yang nanda
tuliskan di RN sejak kemarin, hanya lahir dari rasa spontanitas sebagai
anggota yang merasa saya kalau rantaunet.com mati begitu saja. Yahoogroups
memang menawarkan tempat diskusi yang bagus, tapi ingat juga kan Bun,
kita punya home page, yang telah bersusah payah dikerjakan oleh,
Miko, Yofi almarhum dan entah siapa lagi. Alangakah sayangnya
jika home page yang walau belum sempurna tapi sudah dikerjakan dengan susah
payah itu dibiarkan mati begitu saja.
Nah, Bun, bunda Ben, dan Ronal dalam
mail kemarin saya mengajukan usul pada Miko untuk menjernihkan semua
persoalan dengan mas Eddy. Jika mas Eddy sekarang tidak bisa lagi
mensupport kita dengan gratis, kewajiban kita kan untuk bertanya
apakah sekarang harus bayar? Saya rasa dengan pertolongan beliau selama bertahun-tahun, adalah cukup
etis menjernihkan persoalan ini terlebih dahulu sebelum mengajukan "golden
shakehand". Bukankah adat kita juga mengajarkan bila datang tampak muka dan
pergi tampak punggung? Dan setelah memperoleh jawaban, barulah kita lakukan
langkah selanjutnya. Jika mas Eddy mengajukan tawaran terjangkau, mengapa
tidak kita lanjutkan bekerja dengan beliau. Kalau tidak, yah, baru kita
lanjutkan golden shakehandnya dan cari server baru yang
terjangkau.
Begitu saja Bun dan bunda Ben. Sekali lagi nanda
mohon maaf jika hal2 seperti ini menjadi kosa kata lancang dalam standar
pergaulan kalian.
Wassalam,
Evi
NB. Maaf ketinggalan sedikit. Saya menangkap kesan bahwa
segala sesuatu menyangkut kebijakan di Rantaunet.com dikerjakan diam-diam.
Setelah semua tidak teratasi tahu-tahu meledak dan saat itulah para
anggota tahu ada yang tidak beres.