|
dunsanak di palanta:
wakatu bajalan juo. alun ado kaputusan nan dibuek.
indak usah awak sasali lah, kini ko tatapkan sajo
bara iuran/setoran wajib nan harus awak kaluakan
Miko - jo tim admin- di tampek darurat kek/permanen kek nan
jaleh
baban GRATIS nan ado di Mas Eddy SEGERA awak lapehkan.
wass,
Boes--panyandang alamaik @rantaunet.com
-------Original Message-------
Date: Thursday,
September 05, 2002 08:34:42 PM
Subject: Re:
[RantauNet] Situasi Rantaunet
----- Original Message -----
----Ronal tetap aktif sebagai moderator
dan kalau perlu ditambah lagi dengan bundo yang dapat dijadikan sebagai
tambahan moderator. Janganlah ia seolah-olah dikesampingkan saja dan
tidak dianggap berembuk malah yang dimintak berembuk para anonymus
seperti Evie dan Esterance Labiah. ----
Assalamualaikum,
Hehehe...Bun, untunglah ada si anonymus
Evie bercuap-cuap sehingga keluar juga para petinggi RN di Lapau. Kirain
diam-diam kabur begitu saja tanpa perduli lagi dengan nasib2 kita
yang masih setia duduk di RN.com.
Yah, syukur alhamdulillah jika Bun
dan bunda Ben sudah mempersiapkan jurus-jurus "maut" untuk pindah tempat
ngobrol. Maaf ya Bun, bunda Ben karena daku sudah lancang mengajukan
ide-ide agar rantaunet.com tetap berkiprah didunia maya. Nanda hanya
tidak tahan, gemes, dan kecewa setelah server mati selama beberapa hari,
kok tidak seorangpun dari para petinggi yang tampil ke muka untuk
urun rembuk bagaimana nasib rantaunet.com selanjutnya. Apalagi setelah
tampilnya mail curhat Miko di RN, yang tidak mendapat tanggapan baik
dari Bun maupun para tetua RN lainnya, saya kok mendapat kesan Miko
sedang berjalan sendirian. Disitulah saya terketuk untuk membantu
Miko. Jadi Bun, mohon dikoreksi, Miko tidak pernah mengajak nanda untuk
urun runding dengan membelakangi Bun, Ronal ataupun siapa sajalah
penguasa RN ini seputar kelanjutan nasib RN.com. Yang nanda tuliskan di
RN sejak kemarin, hanya lahir dari rasa spontanitas sebagai anggota yang
merasa saya kalau rantaunet.com mati begitu saja. Yahoogroups memang
menawarkan tempat diskusi yang bagus, tapi ingat juga kan Bun, kita
punya home page, yang telah bersusah payah dikerjakan oleh,
Miko, Yofi almarhum dan entah siapa lagi. Alangakah
sayangnya jika home page yang walau belum sempurna tapi sudah dikerjakan
dengan susah payah itu dibiarkan mati begitu saja.
Nah, Bun, bunda Ben, dan Ronal dalam
mail kemarin saya mengajukan usul pada Miko untuk menjernihkan
semua persoalan dengan mas Eddy. Jika mas Eddy sekarang tidak bisa
lagi mensupport kita dengan gratis, kewajiban kita kan untuk
bertanya apakah sekarang harus bayar? Saya rasa dengan pertolongan beliau selama
bertahun-tahun, adalah cukup etis menjernihkan persoalan ini terlebih
dahulu sebelum mengajukan "golden shakehand". Bukankah adat kita juga
mengajarkan bila datang tampak muka dan pergi tampak punggung? Dan
setelah memperoleh jawaban, barulah kita lakukan langkah selanjutnya.
Jika mas Eddy mengajukan tawaran terjangkau, mengapa tidak kita
lanjutkan bekerja dengan beliau. Kalau tidak, yah, baru kita lanjutkan
golden shakehandnya dan cari server baru yang terjangkau.
Begitu saja Bun dan bunda Ben. Sekali lagi
nanda mohon maaf jika hal2 seperti ini menjadi kosa kata lancang dalam
standar pergaulan kalian.
Wassalam,
Evi
NB. Maaf ketinggalan sedikit. Saya menangkap kesan
bahwa segala sesuatu menyangkut kebijakan di Rantaunet.com dikerjakan
diam-diam. Setelah semua tidak teratasi tahu-tahu meledak dan saat
itulah para anggota tahu ada yang tidak
beres.
|