��-----Original Message-----

��From: GM [mailto:[EMAIL PROTECTED]]

��Sent: Thursday, October 03, 2002 5:19 PM

��

��Huhuhu...curhatnya diterima dengan senang hati. Hei, kami kan pernah

��mengatakan kalau tinggal di negeri seribu menara kan ya? Hehehe...Kalau aku

��tinggal di negeri seribu masalah lho, Ima. Iya di Sumbar kristenisasi

��meraja lela , iya kemiskinan semakin mencekik, iya mutu pendidikan semakin

��amburadul, iya 10 tahun lagi akan kekurangan air. So what? Sepanjang

��pengetahuanku sih, kita-kita ini, pak Emil Salim, dan pemimpin kita baru

��hanya sekedar tahu lho..Aku tahu lho beberapa blok dari rumah saya terjadi

��kecelakaan, aku tahu lho tidak jauh dari tempat tiggal saya terdapat

��sekelompok orang demo yang menuntut agar tanahnya yang dulu di rampas agar

��di ganti secara layak. Terus hanya sekedar tahu apakah itu cukup untuk

��keluar dari masalah? Menurut kamu ada tidak sih suatu mekanisme bagaimana

��caranya agar pengetahuan tsb berubah menjadi kerja?

 

[dm] Alah pernah mandanga carito pabrik tahu dari salah satu pemda di Sumbar?????????

 

Dalam suatu pertemuan dengan organ Sumbar di Jakarta duo bulan lalu, ado juo kato-kato,” iyo kalau baitu kami tahu” “baitu sajolah: kirimkanlah pitih kakami dikampuang, nanti kami olah

 

Lai tahu arati katokami olah” ………. Kiro-kiro ……… pitih habih samba indak lamak.

��

��

��Sudah ah! Nanti kita diomelin orang.

��

��Wassalam,

��

��GM

***************
DISCLAIMER:
Privileged/Confidential information may be contained within this message. If you are not the intended recipient, you must not use, copy, retain, distribute, or disclose any of its content to others. Instead, please notify the sender immediately and then delete this e-mail entirely. We have checked this e-mail for any viruses and harmful components however; we cannot guarantee it to be secured or virus free. PT Perusahaan Pelayaran EQUINOX does not accept any responsibility for any damages or any consequences therefrom.

Kirim email ke