Assalamualaikum.Wr.Wb.
Uni Evi,..salut atas pendapat cemerlang yg uni tuliskan di bawah ini.masyaAllah,semoga Allah memberikan terus ilmuNya buat Uni Evi. Uni Evi,saya byk diam ttg kasus di Bali itu,krn byknya pro-kontra di sana,apakah memang ada dalangnya AS turut campur kesana atau tdk.Ada yg keras bilang "Iya",ada yg "Tidak". Secara pribadi,saya hanya punya instink belaka.terlepas siapa dalang dr pem boman itu,yg jelas,saya dulu pernah mengatakan akan kekhawatiran apa yg akan menimpa Indonesia di masa yad,terutama bila ada intervensi dr org luar. Negara kita sgt gampang di rasuki org luar.Uni tahu ngak kenapa,..?krn memang penyakit yg di derita oleh bgs Indonesia sdh semakin parahnya.manusia manapun dr luar,klu melihat bgs kita yg krg bersatu akan mudah sekali menyobek2nya.spt menyobek kertas halus,atau tissue lembut, tdk menyobek kain yg sdh terjalin kuat,atau bahkan yg lbh kuat dr itu.Dan Uni mgkn sdh jelas tahu knp hal itu spi terjadi,krn kurangnya rasa tanggung jawab,dan kebersamaan diantara sesama kita,yg ada hanyalah rasa egois centris,dan mau menang sendiri.dan ini di mulai dr pemimpin kita sendiri,serta para pejabat yg duduk di kursi yg empuk.Bila dr yg atas sdh rusak,maka sulit kemenangan akan di capai. Lantas mau di kemanakan Indonesia skrg,..?semoga tdk di kemana2kan.tetap ada di jazirah kepulauan Indonesia yg kita cintai ini.Jalan satu2nya sebenarnya dr kemelut yg d hadapi ini hanyalah kita "saling bersatu",di mulai dr yg terkecil(diri ,teman,dan keluarga) spi yg besar,tegakkan shalat jamaah,bicarakan persoalan dgn kepala dan hati yg dingin.Jgn malah saling tuding menuding.Hal itu tdk akan menyelesaikan persoalan,malah memperumit dan memperunyam masalah. Tdk ada kusut yg tdk selesai,bila di selesaikan dgn mata hati,kepala dingin.tapi waspada terhadap Amerika itu sgt perlu lho Uni,..kita sdh melihat sepak terjangnya,serta taringnya yg selalu meraung2 di segala penjuru dunia ini.Tapi menghadapi mrk,dgn cara Diplomatis juga. Sayang,..knp pemerintah kita terlalu takut dgn Amerika itu yah...?Dan Hidup terlalu tergantung dgn IMF?(hal ini pernah di ungkapkan langsung oleh Buk Mega,sewaktu di Kairo,dgn mengatakan,kita memang butuh bantuan IMF). Yah,..sudahlah,..saya dr jauh ini cuma berdo'a semoga hujan lebat,angin topan,badai yg gemuruh akan cepat berlalu.Amin Yrbl. Wassalam.rahima. --- GM <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > 15-10-2002 09:19 WIB > Pelukaan Bom Bali Pada Kemanusiaan Kita > Redaksi Yth, > > Satunet.Com --Saya pernah baca buku tapi sudah lupa > judulnya yang menceritakan bahwa kepak sayap > kupu-kupu > di Alaska akan membuat Tornado di Arizona. Penulis > ini > sedang menggambarkan akumulasi efek, bahwa gerakan > kecil > di suatu tempat berkat akumulasi akan membesar di > tempat > lain. > > Walaupun saya tikad mengatakan bahwa kejadian > ledakan > bom di Bali itu sebangun dengan kepak sayap > kupu-kupu di > Alaska tapi efek bencana yang ditimbulkannya akan > sama > besar bila dikaitkan dengan teori akumulasi efek di > atas. > > Pelukaan akibat ledakan bom di Legian, Kuta, Bali, > Sabtu > tengah malam (12/10) yang menewaskan puluhan orang > wisatawan mancanegara dan masyarakat lokal serta > melukai > ratusan orang, tidak hanya terjadi pada > korban-korban > yang bersimbah darah dan keluarganya. > > Pelukaan yang sesungguhnya tengah tertuju kepada > pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia dan bahkan > mungkin sampai ke Asia. > > Bagaimana pisau-pisau teroris itu merajam kehidupan > kita, lihat pada reaksi serta merta dari pelaku > pasar di > bursa efek Jakarta. Investor yang panik tanpa > pertimbangan apapun kecuali menyelamatkan investasi > mereka dari kerugian segera melepas saham-saham yang > mereka pegang. > > Jangan tanyakan efek pelukaan bom Bali ini pada > mata uang rupiah. Para wisatawan akan takut tinggal > di > Indonesia dan dengan segala cara mereka harus > kembali ke > negara masing-masing dan menjual rupiah mereka. > Begitu > pula dengan investor asing yang menjual sahamnya di > Jakarta, yang kehilangan rasa aman akan lebih banyak > lagi yang melepas sahamnya. > > Pembelian mata uang asing selain rupiah dan > pelepasan > saham, tentu saja menyebabkan BI akan kebanjiran > mata > uang sendiri. Logikanya bila pasokan membanjir dan > permintaan sedikit, > barang akan kehilangan harga fundamentalnya. Bila > boleh > mengatakan bahwa di pasar uang, rupiah tidak lebih > sebagai komoditas maka ledakan bom di Bali itu > menekan > mata uang kita tanpa ampun. Akibatnya bursa saham > dan > pasar uang akan sangat menderita. > > Dan para pelaku pasar yang melakukan panic selling > atas > rupiah tidak hanya sekedar cerita pengantar tidur. > Bila > pada perdagangan Jumat pekan lalu rupiah ditutup > pada > Rp9.005/US$, pada pada Senin pagi pukul 08:25 WIB > nilai > tukar langsung anjlok ke area Rp9.325/US$. > > Efek lebih lanjut dari pelukaan bom ini tidak akan > lama > lagi akan sampai ke rumah kita, saat saudara-saudara > kita yang terkait dengan industri pariwisata seperti > biro perjalanan dan hotel-hotel pulang ke rumah > dengan > selembar surat PHK. > > Setelah pemulangan ribuan tenaga kerja dari Malaysia > dan > sekarang di tambah akibat kejadian di Bali, akan > seberapa besar lagi sumbangan angka pengangguran > pada > statistik ketenaga kerjaan kita? > > Dalam hati saya memang bertanya akan kemanakah > Indonesia > ini akan menuju? > > Terimakasih. > __________________________________________________ Do you Yahoo!? Faith Hill - Exclusive Performances, Videos & More http://faith.yahoo.com RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

