----- Original Message -----
From: "Rahima" <[EMAIL PROTECTED]>

>
> Assalamualaikum.Wr.Wb.
>
> Uni Evi,..salut atas pendapat cemerlang yg uni
> tuliskan di bawah ini.masyaAllah,semoga Allah
> memberikan terus ilmuNya buat Uni Evi.

Hai, terima kasih atas doanya. Dengan ketulusan yang
sama doa itu sekarang tak tujukan untukmu.


> Negara kita sgt gampang di rasuki org luar.Uni tahu
> ngak kenapa,..?krn memang penyakit yg di derita oleh
> bgs Indonesia sdh semakin parahnya.manusia manapun dr
> luar,klu melihat bgs kita yg krg bersatu akan mudah
> sekali menyobek2nya.spt menyobek kertas halus,atau
> tissue lembut, tdk menyobek kain yg sdh terjalin
> kuat,atau bahkan yg lbh kuat dr itu.

Iya sih, kalau untuk bersatu kita susahnya minta ampun.
Sebetulnya banyak sebab mengapa terjadi demikian, tapi
untuk hari ini aku pengen cari biang keroknya pada
kepemimpinan negara saja, lebih mudah karena emang
terpampang di depan mata setiap hari.

Sudah baca cerita internet kan ttg seorang nenek bernama
Anne Scheider yang hidup dari tunjangan sosial dan
pensiunnya yang kecil tapi ketika tutup usia pada
hitungan ke 101 tahun ternyata dia mewariskan  $22 juta
kepada Yeshiva University? Ketika di selidiki oleh
president universitas yang tidak pernah ramah kepada
Scheider ini, baru ketahuan bahwa nenek tua yang tidak
pernah langganan koran selain membaca Wall Street
Journal di perpustakaan seminggu sekali ini ternyata
telah menanamkan uang pensiunnya yang $,5000 lima puluh
tahun yang lalu ke dalam saham. Dengan cerdik ia
melakukan diversifikasi (pembagian) disana-sini, lalu si
nenek membiarkan nilai-nilai saham tersebut berkembang
biak sendiri.

Dan ternyata menjadi pemimpin itu mirip-mirip dengan
cara-cara Scheider berinvestasi yakni memupuk efek
akumulasi.Apa yang kita buat sekarang, hari demi hari,
akan berefek pada jangka panjang. Jika seorang pemimpin
memutuskan untuk tidak jujur, melangkah dari
harapan-harapan ideal yang telah di berikan rakyat
kepadanya,artinya dengan berjalannya waktu dia sedang
mengakumulasikan segudang masalah. Seperti juga Yeshiva
University yang tidak tahu menahu akhirnya dapat durian
runtuh, kita rakyat indonesia saat ini juga sedang
menikamati hasil investasi para pemimpin kita. Bedanya
Scheider jadi pahlawan dalam satu malam, pemerintahan
kita yang korup ini mungkin akan dapat cercaan sampai
tujuh turunan. Yah mau ngomong apa karena tampaknya
hidup itu memang mengalir dengan caranya sendiri.

Wassalam,

GM



RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke