Alah, bantah-mambantah model iko emang sudah jadi kebiasaan. DPRD membantah
penggunaan APBD untuk masalah PT SP. DPRD membantah, ada 8000 bayi penderita
gizi buruk di Sumbar. DPRD membantah, penggunaan uang sebesar Rp. 2 Juta
lebih per bulan untuk asuransi jiwa. DPRD membantah pernyataan Zen Gomo soal
korupsi etc.

Kalau memang mau lebih masuk ke inti masalah, kenapa DPRD tak menuntut si
Indra tuh ka pengadilan? tuduh saja mencemarkan "namo baiak".

Lapiah di surau alah basah. Silakan mambantah, ndak ado nan kajamban atau
manunggangkan kopi.

ijp

----- Original Message -----
From: "Jasman" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, October 17, 2002 8:26 PM
Subject: Re: [RantauNet.Com] Protes Keras...! DPRD Sumbar Bantah Bikin Malu
di Malaysia


> Dunsanak....
> Iko alah  ado jawaban dari anggota DPRD nagari kito nan alah awak sorak ii
> basamo,
> mari kito baco pulo aaa jawaban nyo....sasudah tu baru kito pikia kan
baliak
> ..apo jadi juo kito
> buek MMRM (maklumat > Masyarakat Rantau Minang) bahwa seluruh anggota DPRD
> Sumbar di Pecat semua; kecuali yang maliaangg...
>
>      Salam
> ==St Batuah==
>
>
> Jumat, 18/10/2002 08:00 wib
>
> DPRD Sumbar Bantah Bikin Malu di Malaysia
>
> PADANG, mimbarminang.com - Seluruh anggota 'kloter' I DPRD Sumbar yang
> 'menyilau' persiapan Malaysia menyambut AFTA membantah keras kalau mereka
> membikin malu bangsa di negeri orang. Bahkan Ketua DPRD mengatakan semua
> yang dilontarkan staf Kedubes RI di KL itu bohong. Jadi? Terserah rakyat
> sajalah! DPRD Sumbar memban tah tudingan seorang pejabat Kedutaan Besar
> Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur bahwa DPRD telah bikin malu di
> Malaysia dalam kunjungan kerja awal September lalu. "Apa yang dikatakan di
> pejabat kedubes itu tidak benar. Itu bohong," kata Ketua DPRD Arwan Kasri
> kepada wartawan di DPRD Kamis (16/10) kemarin. Dikatakan, kunjungan kerja
> Tim I DPRD Sumbar ke Malaysia tempo hari sesuai dengan rencana semula.
Semua
> agenda berjalan baik dan bahkan mendapat sambutan hangat baik dari
> masyarakat, pengusaha setempat, maupun pejabat konsulat dan KBRI Kuala
> Lumpur. "Kami malahan dipinjamkan KBRI sebuah mobil sedan untuk saya dan
> Mitsubishi L300 untuk anggota. Sambutannya baik dan bersahabat sekali,"
kata
> Arwan.
>
> Seperti diberitakan Mimbar Minang kemarin, Kepala Divisi Perdagangan KBRI
> Indra Yefitmon membeberkan kurenah para wakil rakyat itu selama berada di
> Malaysia. Di samping membatal kan sejumlah janji pertemuan dengan pejabat
> dari Dewan Perniagaan Melayu (DPM) Negeri Sembil an, Arwan dan kawan-kawan
> juga dinilai arogan.
>
> Arwan Kasri mengaku terkejut dengan pemberi taan pers lokal tentang
laporan
> salah seorang pejabat KBRI bernama Indra Yefitmon yang dinilai menyudutkan
> secara telak DPRD Sumbar. Oleh karena itu pihaknya langsung mengontak KBRI
> Kuala Lumpur lewat telepon dan faksimili mengkonfirmasi siapa orang itu.
> "Ternyata dia (Indra Yefitmon) bukan Kepala Divisi Perdagang an KBRI
> melainkan seorang staf biasa saja," kata Arwan dengan nada tinggi yang
> mengaku telah mengontak salah seorang pejabat KBRI.
>
> Dijelaskan pula, tidak satupun rencana pertemuan yang disepakati DPRD di
> Malaysia yang dibatalkan secara sepihak. Di Negeri Sembilan, umpamanya,
> pihaknya tidak pernah merencanakan pertemuan dengan pihak parlemen
setempat,
> melainkan hanya dengan pihak pengusa hanya. "Pertemuan lainnya adalah
dengan
> Dewan Perniagaan Melayu (DPM) atau Kadin-nya Malaysia. Jadi tidak ada yang
> yang dibatalkan," kata Arwan.
>
> Ketua Komisi D Sueb Karsono yang ikut di Tim I, juga membantah tudingan
> Indra Yefitmon. Disebutkan, kunker DPRD Sumbar ke Malaysia bulan lalu
> dilakukan sesuai prosedur dan rencana semula. Tidak ada pula janji yang
> dibatalkan dengan pihak-pihak di Malaysia termasuk dengan pejabat KBRI
Kuala
> Lumpur. "Tidak ada janji yang dibatalkan. Semuanya sesuai rencana," kata
> Sueb Karsono.
>
> Orang Golkar ini juga menjelaskan, bahwa jadwal Tim I DPRD selama di
> Malaysia sibuk sekali. Mereka telah melakukan pertemuan dengan banyak
pihak,
> mulai pengusaha, pejabat KBRI, konsulat di Penang, masyarakat Minangkabau
di
> Negeri Sembilan, dan kunjungan ke industri di Penang. "Kami tak sempat
> berbelanja (shopping -red)," kata Sueb dengan ekspresi yang serius.
>
> Pembelaan senada juga dikemukakan kader Golkar lainnya dari Komisis D,
> Djufri Hadi. Disebutkan, selama kunker di negeri jiran, anggota DPRD
Sumbar
> tetap mematuhi kaidah yang berlaku di sana. Dalam pertemuan dengan
> pengusaha, pejabat, anggota parlemen setempat termasuk masyarakat Minang
di
> Seremban, anggota DPRD juga tetap memakai adat dan sopan santun. "Tidak
> benar kami bersikap arogan. Tahulah kami di adat ini," kata bekas birokrat
> ini. Ia juga mengatakan bahwa justru mendapat sambutan hangat di Seremban
> karena mereka merasa bertemu dengan saudara sendiri. isr/hc
>
>



RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke