Dunsanak....
Iko alah  ado jawaban dari anggota DPRD nagari kito nan alah awak sorak ii
basamo,
mari kito baco pulo aaa jawaban nyo....sasudah tu baru kito pikia kan baliak
..apo jadi juo kito
buek MMRM (maklumat > Masyarakat Rantau Minang) bahwa seluruh anggota DPRD
Sumbar di Pecat semua; kecuali yang maliaangg...

     Salam
==St Batuah==


Jumat, 18/10/2002 08:00 wib

DPRD Sumbar Bantah Bikin Malu di Malaysia

PADANG, mimbarminang.com - Seluruh anggota 'kloter' I DPRD Sumbar yang
'menyilau' persiapan Malaysia menyambut AFTA membantah keras kalau mereka
membikin malu bangsa di negeri orang. Bahkan Ketua DPRD mengatakan semua
yang dilontarkan staf Kedubes RI di KL itu bohong. Jadi? Terserah rakyat
sajalah! DPRD Sumbar memban tah tudingan seorang pejabat Kedutaan Besar
Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur bahwa DPRD telah bikin malu di
Malaysia dalam kunjungan kerja awal September lalu. "Apa yang dikatakan di
pejabat kedubes itu tidak benar. Itu bohong," kata Ketua DPRD Arwan Kasri
kepada wartawan di DPRD Kamis (16/10) kemarin. Dikatakan, kunjungan kerja
Tim I DPRD Sumbar ke Malaysia tempo hari sesuai dengan rencana semula. Semua
agenda berjalan baik dan bahkan mendapat sambutan hangat baik dari
masyarakat, pengusaha setempat, maupun pejabat konsulat dan KBRI Kuala
Lumpur. "Kami malahan dipinjamkan KBRI sebuah mobil sedan untuk saya dan
Mitsubishi L300 untuk anggota. Sambutannya baik dan bersahabat sekali," kata
Arwan.

Seperti diberitakan Mimbar Minang kemarin, Kepala Divisi Perdagangan KBRI
Indra Yefitmon membeberkan kurenah para wakil rakyat itu selama berada di
Malaysia. Di samping membatal kan sejumlah janji pertemuan dengan pejabat
dari Dewan Perniagaan Melayu (DPM) Negeri Sembil an, Arwan dan kawan-kawan
juga dinilai arogan.

Arwan Kasri mengaku terkejut dengan pemberi taan pers lokal tentang laporan
salah seorang pejabat KBRI bernama Indra Yefitmon yang dinilai menyudutkan
secara telak DPRD Sumbar. Oleh karena itu pihaknya langsung mengontak KBRI
Kuala Lumpur lewat telepon dan faksimili mengkonfirmasi siapa orang itu.
"Ternyata dia (Indra Yefitmon) bukan Kepala Divisi Perdagang an KBRI
melainkan seorang staf biasa saja," kata Arwan dengan nada tinggi yang
mengaku telah mengontak salah seorang pejabat KBRI.

Dijelaskan pula, tidak satupun rencana pertemuan yang disepakati DPRD di
Malaysia yang dibatalkan secara sepihak. Di Negeri Sembilan, umpamanya,
pihaknya tidak pernah merencanakan pertemuan dengan pihak parlemen setempat,
melainkan hanya dengan pihak pengusa hanya. "Pertemuan lainnya adalah dengan
Dewan Perniagaan Melayu (DPM) atau Kadin-nya Malaysia. Jadi tidak ada yang
yang dibatalkan," kata Arwan.

Ketua Komisi D Sueb Karsono yang ikut di Tim I, juga membantah tudingan
Indra Yefitmon. Disebutkan, kunker DPRD Sumbar ke Malaysia bulan lalu
dilakukan sesuai prosedur dan rencana semula. Tidak ada pula janji yang
dibatalkan dengan pihak-pihak di Malaysia termasuk dengan pejabat KBRI Kuala
Lumpur. "Tidak ada janji yang dibatalkan. Semuanya sesuai rencana," kata
Sueb Karsono.

Orang Golkar ini juga menjelaskan, bahwa jadwal Tim I DPRD selama di
Malaysia sibuk sekali. Mereka telah melakukan pertemuan dengan banyak pihak,
mulai pengusaha, pejabat KBRI, konsulat di Penang, masyarakat Minangkabau di
Negeri Sembilan, dan kunjungan ke industri di Penang. "Kami tak sempat
berbelanja (shopping -red)," kata Sueb dengan ekspresi yang serius.

Pembelaan senada juga dikemukakan kader Golkar lainnya dari Komisis D,
Djufri Hadi. Disebutkan, selama kunker di negeri jiran, anggota DPRD Sumbar
tetap mematuhi kaidah yang berlaku di sana. Dalam pertemuan dengan
pengusaha, pejabat, anggota parlemen setempat termasuk masyarakat Minang di
Seremban, anggota DPRD juga tetap memakai adat dan sopan santun. "Tidak
benar kami bersikap arogan. Tahulah kami di adat ini," kata bekas birokrat
ini. Ia juga mengatakan bahwa justru mendapat sambutan hangat di Seremban
karena mereka merasa bertemu dengan saudara sendiri. isr/hc


----- Original Message -----
From: "Dewis Natra" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, October 18, 2002 9:57 AM
Subject: RE: [RantauNet.Com] Protes Keras


>
> Sebaiknya, memang musti dikeluarkan MMRM (maklumat
> Masyarakat Rantau Minang) bahwa seluruh anggota DPRD
> Sumbar di Pecat semua; kecuali yang maliaangg...
> [Dewis Natra] Setuju jo Rarach. Tambah kriteria ciek kecuali nan indak tau
> malu tatap buliah jadi anggota DPR
> Supaya terpisah arang dan abu, supaya jelas bareh jo
> atah....
> [Dewis Natra] Binguang memang ado bareh disinan, ijan atah sadonyo..!!!
> ~rarach.
>
> --- Indra Piliang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Assalamu'alaikum Wr Wb
> > Dengan Hormat Sepuluh Jari
> > Sebelas Dengan Kepala
> >
> > Sebagai rang rantau, ambo iyo maraso malu jo aka.
> > Apa memang anggota DPRD tak punya lagi harga diri
> > dan nurani? Apa yang dikatakan oleh Pak Dr. Arwan
> > Kasri ketika bersama saya menjadi pembicara di Pusat
> > Studi Jepang Universitas Indonesia beberapa bulan
> > lalu itu bohong semua? Pak Arwan, dengan
> > senioritasnya, mengatakan sampai kini tak ada bukti
> > anggota DPRD menyelewengkan aspirasi rakyat Sumbar.
> > Bahkan, Pak Arwan mengatakan, selalu kedatangan
> > delegasi masyarakat menyampaikan aspirasi. Lalu, di
> > depan ratusan mahasiswa-civitas akademika UI, pak
> > Arwan menyindir saya sebagai orang yang hanya
> > mendengarkan berita miring soal Sumbar, tapi tak
> > melihatnya sendiri.
> >
> > Kini, kilek ladiang lah ka kapalo. Kilek pakak lah
> > ka talingo. Kilek buto alah ka mato. Kilek kampih
> > lah ka paruik. Apo lai nan harus dikatakan, kalau
> > ladiang itu akan membelah seluruh kepala orang
> > Minang, tanpa pernah bisa lagi tegak, selain
> > menunduk seperti Burung Onta.
> >
> > Sebagai rang rantau, ambo iyo janyo bisa memberikan
> > petisi ketidak-percayaan kepada DPRD Sumatera Barat,
> > lengkap dengan seluruh begundal-begundalnya di
> > jajaran pers, kaum intelektual. Juga, hormat ambo
> > kepada Zen M. Gomo yang memilih protes kepada
> > rekan-rekannya, dengan tidak bekerja di DPRD.
> >
> > Ibarat serangan pianggang, kini pucuk daunnya yang
> > busuk. Busuk di pucuk daun, juga menularkan busuk
> > pada batang dan akar pohon.  Pertanda bahaya
> > kekeringan akan menyebar. kekeringan nurani,
> > keimanan, juga pertanggungjawaban kepada publik dan
> > Tuhan.
> > --cut ----
>
>
>


RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
===============================================
Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
===============================================

Kirim email ke