Assalamu'alaikum wr. wb. Kenyataannya dia juga tidak suka ada sekelompok orang dari suatu agama lalu menerapkan aturan sendiri atas sejumlah maksiat yang terjadi dalam masyarakat, terus belanjut menegakan aturan sendir dan diberi label atas nama Tuhan atau agama. Persis mengulangi yang dilakukan nasrani di eropa 100 tahun silam.
SBN ----- Original Message ----- From: "Nofendri T. Lare" <[EMAIL PROTECTED]> To: "Milis RantauNet" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, October 24, 2002 10:11 AM Subject: [RantauNet.Com] Frans Magnis: Tak Ada Kaitan Aksi Teror dengan Agama di Indonesia > Assalamualaikum, Wr. Wb. > > Liat tuuh........... > Seorang Rohaniawan kristenpun tidak asal tuduh tentang teroris.... > =========================================== > > Rabu, 23 Oktober 2002 13:03:00 > Frans Magnis: Tak Ada Kaitan Aksi Teror dengan Agama di Indonesia > > Jakarta-RoL--Pakar etika politik, Frans Magnis Suseno SJ > mengungkapkan kecemasannya atas apa yang berkembang saat ini yang > mengasosiasikan teror dengan satu agama. > > Menurut dia, tidak ada kaitannya antara aksi-aksi biadab itu dengan > agama-agama di Indonesia. > > Karenanya, ia mengatakan, apabila ada tudingan yang mengarah kesana > harus terus menerus dibantah, dan agama-agama di Indonesia harus > bersatu melawan semua aksi terorisme yang mendiskreditkannya. > > Selain itu, katanya lebih lanjut, perlu ada distingsi yang tegas > antara pemahaman teroris, fundamentalis dan ekstrim radikal dalam > menanggapi berbagai aksi terorisme, kata Frans Magnis. > > Saat berbicara dalam diskusi bertema Komitmen Bersama Bagi > Kemanusiaan di Jakarta, Rabu, Magnis mengatakan ketiga kriteria itu > memiliki perbedaan satu dengan lainnya. > > "Seorang fundamentalis belum tentu seorang teroris. Demikian pula > seorang teroris belum tentu juga seorang yang ekstrim > radikal,"katanya. > > Saat ini, katanya, memang ada banyak fundamentalis yang melakukan > berbagai aksinya semata-mata untuk mempertahankan ajaran-ajaran > agamanya secara murni. > > Namun aktivitas mereka itu tidak dapat serta merta dikategorikan > sebagai kegiatan terorisme yang mengancam kehidupan banyak orang, > katanya. > > Magnis yang juga guru besar filsafat pada Sekolah Tinggi Filsafat > (STF) Drijarkara itu mengatakan, distingsi seperti itu perlu > ditekankan karena selain untuk menguak kebenaran, juga mengarahkan > bagaimana pihak-pihak bersikap kepada mereka. > > Sementara pembicara lainnya, Lily Zakiah Munir mendeskripsikan > sejumlah ciri seorang fundamentalis. > > Menurut dia, secara teoritis ada sejumlah ciri fundamentalis, > diantaranya, sikap yang terlalu teosentris, anti pluralisme, anti > kesetaraan jender hingga anti HAM. > > Sikap yang teosentris itu terlihat dari semua tindak tanduk yang > dilakukan atas nama Tuhan, kendati apa yang dilakukannya itu > seringkali jauh dari realitas karena kerapkali menggunakan kekerasan. > > "Sedangkan anti jender tercermin pada fakta tidak adanya kesempatan > bagi kaum perempuan untuk menempati posisi pemimpin. Tidak ada > pemimpin perempuan dalam kelompok mereka," katanya. > > Antara/aih > > > RantauNet http://www.rantaunet.com > Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 > =============================================== > Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, > anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. > > Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 > =============================================== > RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

