Assalamualaikum, Wr. Wb. Liat tuuh........... Seorang Rohaniawan kristenpun tidak asal tuduh tentang teroris.... ===========================================
Rabu, 23 Oktober 2002 13:03:00 Frans Magnis: Tak Ada Kaitan Aksi Teror dengan Agama di Indonesia Jakarta-RoL--Pakar etika politik, Frans Magnis Suseno SJ mengungkapkan kecemasannya atas apa yang berkembang saat ini yang mengasosiasikan teror dengan satu agama. Menurut dia, tidak ada kaitannya antara aksi-aksi biadab itu dengan agama-agama di Indonesia. Karenanya, ia mengatakan, apabila ada tudingan yang mengarah kesana harus terus menerus dibantah, dan agama-agama di Indonesia harus bersatu melawan semua aksi terorisme yang mendiskreditkannya. Selain itu, katanya lebih lanjut, perlu ada distingsi yang tegas antara pemahaman teroris, fundamentalis dan ekstrim radikal dalam menanggapi berbagai aksi terorisme, kata Frans Magnis. Saat berbicara dalam diskusi bertema Komitmen Bersama Bagi Kemanusiaan di Jakarta, Rabu, Magnis mengatakan ketiga kriteria itu memiliki perbedaan satu dengan lainnya. "Seorang fundamentalis belum tentu seorang teroris. Demikian pula seorang teroris belum tentu juga seorang yang ekstrim radikal,"katanya. Saat ini, katanya, memang ada banyak fundamentalis yang melakukan berbagai aksinya semata-mata untuk mempertahankan ajaran-ajaran agamanya secara murni. Namun aktivitas mereka itu tidak dapat serta merta dikategorikan sebagai kegiatan terorisme yang mengancam kehidupan banyak orang, katanya. Magnis yang juga guru besar filsafat pada Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Drijarkara itu mengatakan, distingsi seperti itu perlu ditekankan karena selain untuk menguak kebenaran, juga mengarahkan bagaimana pihak-pihak bersikap kepada mereka. Sementara pembicara lainnya, Lily Zakiah Munir mendeskripsikan sejumlah ciri seorang fundamentalis. Menurut dia, secara teoritis ada sejumlah ciri fundamentalis, diantaranya, sikap yang terlalu teosentris, anti pluralisme, anti kesetaraan jender hingga anti HAM. Sikap yang teosentris itu terlihat dari semua tindak tanduk yang dilakukan atas nama Tuhan, kendati apa yang dilakukannya itu seringkali jauh dari realitas karena kerapkali menggunakan kekerasan. "Sedangkan anti jender tercermin pada fakta tidak adanya kesempatan bagi kaum perempuan untuk menempati posisi pemimpin. Tidak ada pemimpin perempuan dalam kelompok mereka," katanya. Antara/aih RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

