--- In [EMAIL PROTECTED], "GM" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > ----- Original Message ----- > From: "Yesi Elsandra" <[EMAIL PROTECTED]> > > Assalamualaikum, > > Yesi Wrote: > > > Saya salut dengan mereka yang berada di kedua bi'ah ini, > mereka > > memiliki resistensi yang cukup tinggi menghadapi dua tempat > yang > > berlainan market orientationnya=== >
> Tapi setelah dewasa, dengan membaca banyak buku, menemukan > seorang 'guru ngaji" yang tepat bahwa dalam kemahaan-Nya itu, > Allah juga punya wajah lain selain keangkara murkaan. Dia maha > kasih, maha pemurah, maha tertawa, maha perhatian dan maha2 baik > lainya, lalu saya putuskan bahwa saya akan akan mengenal Allah > dari wajah-Nya yang surgawi itu. Dengan menyimpan memori bahwa > di akhirat nanti ada surga dan neraka, saya memutuskan agar > berusaha untuk masuk pintu surga melalui wajah Allah yang > surgawi. Begitu pula dalam mendidik anak-anak, saya berusaha > menonjolkan sifat2 surgawi Allah, hal-hal yang "mengerikan" > hanya saya berikan dalam bentuk informasi. Jadi saya tidak > menanamkan "rasa takut" kepada anak-anak saya dalam beragama. > Jika mereka menjauhi apa yang di larang-Nya dan menjalan apa > yang disuruh-Nya, tidak ada alasan untuk takut kepada-Nya. > syukurlah uni emut berhasil menemukan 'guru ngaji' yang cocok. guru ngaji model itu harus lebih banyak disemaikan di taman-taman al- quran, majlis taklim dan sarapan ramadhan. saya seringkali ogah ikutan majlis karena isinya horor melulu... hiiii.... (dan karena emang dasarnya males ke majlis, maka 'horor' ini jadi justifikasi yang pas sekali buat saya:)) waduh nikmat sekali rujak yang saya nikmati siang ini. nikmat Allah yang sangat hebat. Rujak itu paling enak dimakan pada siang hari.... di bulan puasa...:)) ~rarach. > > > bagaimana seandainya tiba-tiba saja itu semua lenyap dari diri > kita, > > tiba-tiba kita tidak bisa bernafas (minum nafasin dong, kata > iklan, > > tapi jangan percaya deh), tiba-tiba kita buta, tiba-tiba ada > bom > > (bilang aja "coba kalo berani" emang permen polo) lalu > semuanya jadi > > berantakan... > > Jika seorang manusia telah bersaha keras memenuhi harapan Allah, > apakah perlu takut jika tiba-tiba harus mati? Kalau memang > saatnya harus menghadap sang khalik, tidak ada yang perlu di > cemaskan. Mati ya mati saja, mengapa pula harus menawar. Cuma > bagaimanapun kita harus tetap berusaha, bila sakit, harus > berusaha cari obat untuk sembuh. Siapa tahu itu cuma cobaan > dari-Nya. Begitu pula bila kecelakaan, berusaha menyelamat diri, > tapi jika semua usaha telah di lakukan dan elmaut tidak mau > menghindar juga, itu lah saatnya untuk pasrah.Sederhana saja > kan? Yang jelas bila kita yakin pada diri sendiri bahwa di dunia > kita telah berusaha berjalan dalam garis-garis Allah, tidak > perlu menyimpan kekuatiran ttg akhirat. > > Sekian dulu. Senang bisa berdikusi dengan dik Yesi. > > Wassalam, > > GM RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

