Sanak Budi, Berbeda pandangan dalam menilai Kekerasan, Teroris, deelel ini wajar dan bolehkan?? Dalam menilai hal-hal yang saya maksud diatas, terus terang saya juga nggak suka kekerasan, tapi juga nggak bisa dengan cara yang sanak budi kemukakan. mungkin kalau umur panjang, saya bisa terima pemikiran dan cara demikian itu pada usia 50-an nanti. Tapi kalau dalam usia saya yang masih 20-an ini saya belum bisa terima.
Istilah orang sekarang, LU JUAL GUE BELI. Kata-kata semacam ini masih menyatu dalam darah saya saat ini, kalau nggak bisa dengan cara yang lunak, saya akan mencoba carra yang keras... dan itu nggak ada yang larangkan????? karena itu hak saya. Sanak budi, saya masih ingat yang terjadi pada diri saya dan kebanyakan anak2 muda minang yang merantau. Dalam suatu bis kota yang padat, seorang penumpang ter-injak kakinya oleh orang lain, lalu orang yang terinjak bilang : Sambil senyum, ma'af mas, kaki saya keinjak. Lain halnya terjadi pada anak muda minang (karena saya memang masih merasa muda, dan masih suka nongkrong dan keluyuran, dan alhamdulillah saya tidak terlibat untuk mengikuti hal-hal yang merusak) kalau dia ter-injak seperti itu maka ia akan bilang, Hei...... kau nggak lihat!! ini kaki namanya, (sambil nangkis kaki yang menginjak). Sanak Budi, Seperti kata sanak, kita semua harus berjuang dan berusaha keras untuk menegakkan kebenaran dan keadilan, tapi.... bagai mana caranya???? tolong kasih jalan yang baik. Apakah kita akan selalu diam dengan damai, sementara orang-orang men-zalimi kita?? Asal sanak tau, kekerasan timbul karena penguasa menggunakan kekerasan itu sendiri, Teroris lahir karena Teror nyata dari yang takut tersaingi. Tapi masalah kekerasan dan teror yang timbul akhir-akhir ini, adalah ulah penguasa-penguasa itu sendiri. Apakah selalu akan kita amini..... dan kita dukung????... Wallahualam, Ma'af.. Saya beropini berdasarkan kata hati saya..... bolehkan????? Tidak ada referensi sama sekali. ----- Original Message ----- From: "Budi Kurniawan" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, November 06, 2002 7:47 PM Subject: Re: [RantauNet.Com] Fw: Mujahidin Chechen, Bukan Terrorist, bukan syahid ----cut------ > Saatnya bagi kita bersama menyuarakan bahwa kekerasan, apapun bentuknya, > bukanlah jalan keluar. Kita semua harus "berjuang dan berusaha keras" utk > menegakkan kebenaran dan keadilan, tapi tidak melalui "kekerasan"....seperti > yg pernah diingatkan oleh Paolo Freire, "jgn sampai upaya kita menumbangkan > opressor melahirkan opressor-opressor yg baru"... > > Banyak ma'af... > Wassalam, > BUDI > > ----- Original Message ----- > From: "Nofendri T. Lare" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Wednesday, November 06, 2002 12:07 AM RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

