Melengkapi informasi dari sanak Puarman...
 
salam -tg-
 
Minggu, 10 Nopember 2002  14:45:00
Kapolda Jatim Akui Bahan Kimia yang Disita Polisi Karbit
Laporan: Muhamad Nurcholis

Surabaya-RoL--Kapolda Jatim, Irjen Pol Heru Susanto, mengakui bahan kimia yang disita polisi melalui operasi penggeledehan di tempat tinggal KH Zakaria (pemimpin Ponpes Al Islam) Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Lamongan, Sabtu (9/11), adalah karbit (belerang-Red).

Bahan baku untuk proses mengelas potongan besi itu kilahnya, termasuk bahan kimia juga. ''Bisa jadi bahan kimia ini digunakan Amrozi untuk aksi pengeboman di Bali,'' ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Heru Susanto, usai menghadiri upacara Peringatan Hari Pahlawan di Halaman Gedung Grahadi Pemprov Jatim, Surabaya, Minggu (10/11).

Kapolda menolak anggapan bahwa barang bukti itu tidak ada kaitannya dengan bom Bali. Dia berkeyakinan, Amrozi menggunakan bahan kimia tersebut sebagai bahan pembuatan bom Bali. Ini mengingat jenis bom Bali yang meledak pada Sabtu (12/10) itu, bukan berjenis c-4 yang mengandung unsur micronuklir.

Meski hanya belerang, namun barang bukti lain yang disita polisi lanjut Heru, memiliki kaitan yang erat dengan bom Bali. Sayangnya dia tidak mengungkapkan kaitan antara karbit untuk las dengan bahan bom Bali itu secara rinci. ''Siapa bilang tidak ada kaitannya. Bahan itu juga bisa digunakan untuk bom di Bali,'' ujar Heru.

Selain itu Kapolda juga tidak merinci apa saja bahan kimia lainnya yang berhasil disita polisi. Dia hanya mengatakan bahwa bahan kimia yang disita itu sama dengan apa yang diungkapkan di koran-koran.

''Yang jelas bahan kimia itu kemungkinan besar adalah bahan peledak untuk bom Bali,'' ujarnya.

Dijelaskan sebelumnya, dalam aksi penggeledahan lain di Gudang milik Amrozi di lokasi yang berdekatan dengan tempat tinggalnya, polisi menemukan sejumlah barang bukti baru.

Disebutkan, di antara barang sitaan itu, terdapat dua sak berisi kristal warna putih, dua kantong plastik berisi bongkahan warna kuning yang diduga belerang, satu kantong plastik berisi serbuk putih, serta tas kresek warna hitam yang juga berisi serbuk putih. Polisi juga menyita dua tiket pesawat menuju Malaysia dan dua buah charger handphone.

Polisi yakin bahwa barang-barang sitaan itu didapatkan Amrozi dari Toko Tidar Kimia milik Silvester Tendean (bagian dari bahan yang dibeli dengan jumlah total satu ton). Diantara bahan kimia itu antara lain, potasium klorat, belerang, dan bubuk aluminium (bronze).

Bahan peledak itu, menurut Kabag Resek Polda Jatim, AKBP Conny TR, adalah sama seperti pengakuan Tendean dan sejumlah karyawannya saat dimintai keterangan polisi beberapa waktu lalu di Reserse Ekonomi Polda Jatim. Conny TR mengakui adanya pemeriksaan terhadap sejumlah orang terkait dengan penjuaan bahan kimia itu.

-----Original Message-----
From: Puarman [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
 
Republika On Line:
 
Minggu, 10 Nopember 2002
Amrozi Dituduh Merakit Bom Bali

DENPASAR -- Kejutan demi kejutan terus mengalir dari tim investigasi kasus bom Bali. Setelah menyatakan Amrozi sebagai tersangka dan memboyong KH Zakaria --pimpinan Ponpes Al Islam di Desa Tenggulun, Lamongan, Jatim-- ke Denpasar, tim investigasi kini menduga bom yang mengguncang Pantai Kuta itu hasil rakitan Amrozi dkk.

''Kita telah temukan residu di sebuah rumah di Denpasar. Kuat dugaan kalau bom yang meledak di Kuta itu dirakit di tempat tersebut,'' kata Brigjen Pol Drs Edward Aritonang, kepala penerangan tim investigasi kasus bom Bali di Denpasar, Sabtu (9/11). Meski masih perlu penelitian, tambahnya, dugaan bahwa temuan residu tersebut adalah ceceran dari bahan pembuat bom sudah mendekati kepastian.

Sisa-sisa bahan kimia serta residu bom rakitan, menurut Aritonang, kini sedang diperiksa di Laboratorium Forensik Polri Cabang Denpasar. Upaya ini penting untuk mencocokkan temuan residu dengan bahan peledak yang konon dibeli tersangka Amrozi (40) dari seorang pedagang bahan kimia di Surabaya, Jatim.

Mungkinkah bom yang meledak begitu hebat dan menewaskan hampir 200 orang di Bali itu adalah bom rakitan domestik? Bila ya, alangkah hebatnya Amrozi, seorang pemuda lugu yang pendidikannya tak pernah tamat SMP! Joe Vialls, ahli bom dan investigator independen dari Australia, tak percaya dengan kemungkinan itu. ''Bom itu bahkan jauh lebih hebat dari C-4 dan tidak mungkin dibuat orang amatiran. Hanya profesional dari negara tertentu saja yang bisa membuatnya.'' 

 ..... 
 
 
____________________________________________________
  IncrediMail - Email has finally evolved - Click Her.   e

Kirim email ke