--- In [EMAIL PROTECTED], Puarman Kahar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- Rinaldi Munir <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Quoting rarachm <[EMAIL PROTECTED]>: > > > > > ... > > > yang pulang kampuang buek musajik adalah gadang > > dosonyo, karena > > > mementingkan akhirat daripada dunia. yang kini > > dibutuhkan urang > > > kampuang adalah sual dunia. > > > > ===> Astghfirullah, saya berisitighfar membaca > > pernyataan Rarachman ini. > > Dia sudah menghakimi orang lain, lebih dari > > Tuhan. Membuat mesjid > > dianggap berdosa karena dianggap mementingkan > > akhirat. Membuat pernyataan > > harus jelas rujukannya. Apakah ada di dalam alquran > > atau hadis yang menyatakan > > membuat mesjid berdosa? Kalau begitu, berapa banyak > > orang yang telah berdosa > > karena membangun mesjid di kampungnya? > > > > > > > > yang menaikkan haji urang nan indak mampu, juga > > gadang dosonyo, > > > karena mewajibkan yang sunat dan melakukan > > kemubaziran. > > > > ===> ini juga sama, langsung mengatakan orang > > berdosa. Apakah anda Tuhan? > > > > ===> Siapakah rarachman ini? Jangan-jangan dia ini > > wujud lain dari Urpas yang > > dulu pernah menghina agama Islam dan umat Islam. > > > > wassalam > > > > > > > > > > > Di salah satu milis muslim, ado yang menulis bahwa > Nabi Muhammad SAW itu perampok. Urang nan manulis tadi > alah 6 bulan bagabuang di millis tsb dan rajin > posting. > Karano isi postingnyo menghina islam, mako diselidiki > asal usul urang tadi. Hasilnya : "TERNYATA DIA BUKAN > MUSLIM"!. > > Mudah-mudahan Tn/Ny rarach indak tagolong sarupo nan > diateh. > > Wassalam, > > Puarman (34) >
Ini juga tergolong postingan provokatif, walau pakai kata-kata BUKAN. Anda sudah separuh menuduh, bahwa saya bukan muslim. Huiiiii, tidak bisa adu argumentasi kok ujung-ujungnnya cari lobang buat menyalahkan oranglain lewat dugaan dan tuduhan semacam ini. Kalau anda berani, silahkan patahkan argumentasi saya bahwa mewajibkan sesuatu pada orang yang tidak terbebani oleh kewajiban tersebut adalah hal yang sia-sia. Bila anda menaikkan haji seorang pengurus masjid yang punya anak lagi sekolah SMU dan tidak berencana kuliah karena tidak mampu; apa artinya itu? See.... I have been around in sumbar for quite long time. Saya sudah lihat banyak haji dan hajjah bansaik; atau mereka yang meninggalkan keturunan yang miskin. Atau mereka yang kekurangan gizi, tapi menabung untuk naik haji. Atau mereka yang naik haji tanpa pernah mampu membayar zakat harta... Kontradiktifif sekali kan..? Dan memang ada anjuran bahwa akhirat itu lebih penting dari dunia. Padahal mustinya keduanya harus dikejar. Tidak ada akhirat yang selamat tanpa dunia yang barokat. ~rarach grrrhhhhh.... RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

