Onde ba a lai tu Mak Ban, tamu awak bisa di kecek an 90 % dari Riau tun. Mudah-mudah an capek dibenahi oleh pemda setampek, tahun baru alah ka tibo lo lai. Bisa-bisa indak tacapai target 2002 do.
Wis ----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, December 19, 2002 12:32 PM Subject: [RantauNet.Com] Dari Kompas ; Jalur PYK-PBARU amblas > Lintas Tengah Sumatera Jalur Padang-Pekanbaru Lumpuh - Rabu, 18 > Desember 2002 > > Nusantara > Rabu, 18 Desember 2002 > > Lintas Tengah Sumatera Jalur Padang-Pekanbaru Lumpuh > Padang, Kompas - > Lintas tengah Sumatera jalur Padang-Pekanbaru lumpuh, menyusul > terbannya badan jalan sedalam 20 meter sepanjang lebih kurang 100 > meter di Desa Alai, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Kampar, (Km) > 187,800 dari Pekanbaru, Provinsi Riau. > Bus dan truk/tronton dari Jakarta atau Padang tujuan Pekanbaru > disarankan melewati jalan alternatif Telukkuantan-Kiliranjao (170 km > timur Padang). > Demikian dikatakan Kepala Dinas Kimpraswil Provinsi Sumatera barat > (Sumbar) Ir Hediyanto WH MSCE dan Kepala Dinas Kimpraswil Provinsi > Riau Ir Hendrik Sitompul, yang dihubungi terpisah di Padang dan > Bangkinang, Selasa (17/12). "Peristiwa terbannya badan jalan dan > lumpuhnya jalur Padang-Pekanbaru ini sudah kami laporkan ke Dirjen. > Bus dan truk disarankan melewati jalur Telukkuantan-Kiliranjao bila > hendak ke Padang atau sebaliknya," kata Hendrik Sitompul. > Hediyanto mengatakan, sehari sebelum badan jalan di Desa Alai > terban, badan jalan sepanjang 75 meter di Lubukjantan, Kecamatan > Pangkalan, Kabupaten 50 Kota, Km 167 dari Padang, Sumatera Barat, > tertimbun tanah longsor, sehingga jalur Padang-Pekanbaru pun lumpuh. > Namun, timbunan tanah longsor dan bebatuan (galodo) tersebut baru > berhasil disingkirkan sekitar 10 jam kemudian. > "Saya sudah menyurati Bupati 50 Kota agar penambangan batu/galian C > di bukit pinggiran jalan jalur Padang-Pekanbaru tersebut dihentikan, > apalagi sekarang musim hujan. Penambangan batu itu tidak bisa > dibenarkan dan sangat membahayakan pemakai jalan," katanya. > Sejak Senin (16/12) pagi, jalan lintas tengah di wilayah Sumbar jalur > Pekanbaru tidak ada masalah, namun harus tetap diwaspadai, karena > longsor susulan bisa saja terjadi. Akan tetapi, badan jalan di > wilayah Riau pula yang terban sehingga hubungan darat jalur Padang- > Pekanbaru kembali lumpuh. > Tindakan darurat > Hendrik Sitompul yang dihubungi terpisah > menjelaskan, > amblas atau terbannya badan jalan Km 187,800 > di Desa > Alai, Kabupaten Kampar, terjadi Senin pukul > 13.30 WIB. > Saat kejadian tidak ada kendaraan yang lewat > sehingga > musibah itu tidak menelan korban jiwa. > Awalnya, ratusan > bahkan ribuan kendaraan, baik dari Padang dan > juga dari > Pekanbaru, terjebak. > "Sekarang sudah dilakukan tindakan darurat > dengan > mengerahkan 6 unit alat berat (buldoser) dan > 4 unit alat > pemadat. Kalau cuaca bagus, tidak hujan, > antisipasi > secara darurat bisa dilakukan sekitar satu > pekan. Untuk > kendaraan kecil masih bisa melewati jalan > alternatif, > yakni jalan desa di Pulau Gadang Baru/Sungai > Silau di > Desa Pasir Pangaraian, sejauh 26 kilometer," > katanya. > Badan jalan yang terban itu merupakan jalur > utama > Padang-Pekanbaru, yang sedikitnya dilalui > 11.000 unit > kendaraan per hari. Dan merupakan pengalihan > jalan > akibat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga > Air (PLTA) > Kotopanjang. Untuk kendaraan jenis bus dan > truk/tronton > disarankan melalui jalan alternatif melewati > Telukkuantan-Kiliranjao. > Menurut Hendrik Sitompul, terbannya badan > jalan > disebabkan jalan baru tersebut merupakan > daerah timbunan > tanah cadas. Akibat curah hujan yang tinggi, > tanah cadas > tersebut menjadi longsor. > Hal senada juga dikemukakan Hediyanto. > Menurut Kepala > Dinas Kimpraswil Sumbar itu, badan jalan yang > dibangun > baru akibat proyek PLTA Kotopanjang itu tidak > terlalu > baik, karena tanahnya gembur. "Apalagi > pemadatan tidak > dilakukan secara sempurna, sehingga > memudahkan air masuk > dan badan jalan menjadi terban,"ujarnya. > Baik Hendrik Sitompul maupun Hediyanto > memperkirakan, > jalan lintas tengah jalur Padang-Pekanbaru > itu > diperkirakan bisa pulih seperti semula dan > bisa dilewati > bus dan truk, memakan waktu sampai dua bulan. > > ( ........................) > > dari gelombang pasang laut) di selatan. > Akibatnya, > aliran sungai selalu terhambat. (NAL/JAN) > > RantauNet http://www.rantaunet.com > Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 > =============================================== > Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, > anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. > > Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 > =============================================== RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

