Sangek memprihatin sekali, apo di tahun 2002 yang akan terlewati ini jumlah penduduk yang buta huruf dikampuang awak lai berkurang?? Antahlah.... --------------
Sumatra Barat Selasa, 31 Desember 2002 Hasil Susenas 2001, 184.247 Jiwa Penduduk Sumbar Buta Huruf PADANG, Mimbar - Sumbar atau Minangkabau dulunya adalah sebuah daerah yang terkenal sebagai kota pendidikan. Namun kebanggaan tersebut semakin lama semakin pudar, menyusul rendahnya kualitas pendidikan. Kini, masalah itu diperparah dengan kondisi masyarakat yang masih banyak buta huruf. Dari 4,4 juta penduduk Sumbar, 184.247 jiwa diantaranya masih buta huruf. Jumlah warga yang buta huruf tersebut terbagai atas kelompok usia 10-44 tahun sebanyak 64.504 jiwa atau 2,67 persen dari total 2.419.158. Sedangkan untuk kelompok usia 45 tahun ke atas sebanyak 129.743 jiwa atau 14,69 persen dari jumlah 882.962 jiwa. Sementara jumlah anak yang belum pernah mengikuti pendidikan di bangku sekolah untuk usia 7-12 tahun berjumlah 11.856 jiwa, usia 13-15 tahun 1.667 dan usia 16-18 tahun sebanyak 2.430 jiwa. Sedangkan jumlah total anak usia sekolah yang mengalami putus sekolah karena berbagai sebab dan alasan mencapai 152.670 jiwa. Hal itu dikatakan Kasubdin STPDO Dinas Pendidikan Sumbar Drs. H. Dian Wijaya kepada wartawan, kemarin (30/12/2002) dalam suatu acara di Hotel Muara Padang. Menurut Dian, data tersebut dikutipnya dari Badan Pusat Statistik (BPS) dari Sensus Pendidikan Nasional (Susenas) tahun 2001 lalu. Selama tahun 2002, sebutnya, jumlah buta huruf tersebut secara bertahap telah dilakukan pemberian pembelajaran melalui paket A (setara kelas IV,V), paket B (setara kelas I, II peserta ujian akhir) dan Paket C setara SMu (kelas I). Untuk paket A, telah tergarap sebanyak 1.700 orang , paket B 6.660 orang dan paket C sebanyak 240 orang. Menurut Dian, untuk mengatasi permasalahn tersebut, Dinas Pendidikan beserta instansi terkait dengan dukungan masyarakat terus berupaya melakukan pemberdayaan kepada masyarakat. Sebab, lanjutnya, jumlah masyarakat yang buta huruf dan tidak pernah mengikuti pendidikan di bangku sekolah di daerah lain juga masih banyak. Karena itu, untuk tahun 2003 , prioritas pendidikan luar sekolah secara nasional melakukan pemberantasan buta aksara dengan target mencapai 200.000 orang, mendukung Wajar 9 tahun 270.000 orang, kejar Paket C 17.160 orang, kejar usaha 30.000, magang 20.000 dan TLD sebanyak 5.100 orang. Sementara itu untuk merealisasikan kebijakan pemerintah, selama tahun 2002 PLS di Sumbar telah menyelenggarakan program pendidikan anak usia dini (PADU) oleh 40 lembaga, pendidikan keaksaraan melalui program keaksaraan fungsional sebanyak 1.400 orang. Sementara untuk pendidikan berkelanjutan juga telah dilakukan program kelompok belajar usaha sebanyak 1.020 orang, magang sebanyak 981 orang. Sementara dari aspek kepemudaan, menurut Dian ada sejumlah permasalahaan yang kini tengah dihadapi. Persoalan itu diantaranya angka pengangguran di Sumbar secara statistik cukup tinggi, terjadinya kemerosotan sikap mental dan etika generasi muda dalam melaksanakan ASSBK, sehingga banyak generasi mudayang terjebak prilaku menyimpang diantaranya terlibat narkoba dan Miras. "Selain itu pembinaan OKP yang terabaikan, banyak OKP yang sudah kadaluarsa kepengurusannya," kata Dian. Sementara Drs. H. Idham Hasan, salah seorang Kasubdin Diknas Sumbar menyebutkan, sejalan dengan penyerahan kewenangan penyelanggaraan pendidikan ke kabupaten dan kota, terdapat beberapa permasalahan krusila di lapangan. Dalam pengamatan Idham, masih terdapat kekurangan guru secara prinsipil baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Prosesrekrutmen kepalasekolah, penilik dan pengawas yang sebagian dilakukan pemerintah kota dan kabupatentelah menimbulkan disparitas standarrekrutmen. "Akibat dari itu tingkat mobilitas tenaga edukatif mengalami stagnan. Sebab tenaga edukatif yang memiliki prestasi baik akan tetap bertugas di tempat semula. Sebab mereka tidak memiliki kesempatan mengembangkan karir ke jabatan lain pada daerah lain," kata Idham, pada acara yang dibuka secararesmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Prof. Satni Eka Putra. Selain Dian dan Idham, ikut memberikan materi Wakil Kepala Dinas Drs. Radmijo, Ir.Danil Zainuddin, M.Sc, Drs.Dasman Lanin,M.Pd., dan Drs. Syafruddin Abbas, M.Pd. hen RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

