Ni Evi, Maksud harga diri yang dibicarakan antara da-Hendra dan Bapak Barijambek hendaknya janganlah diartikan secara sempit, menurut saya saya itu udah benar, dek karena harga diri orang minang bisa maju, dan dek harga diri pula orang kita banyak yang gagal.
Dihubungkan dengan qurban nabi Ibrahim dengan harga diri kita, memang sangat jauh beda, Nabi Ibrahim meng-qurbankan anaknya hanya semata atas perintah Allah Swt, sedangkan harga diri manusia rata-rata dikorbankan hanya untuk mendapatkan punjian dari atasan. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang mengkorbankan harga diri, asal apa yang dicita-citakan berhasil, dan dengan cara demikian mereka juga bisa menjilat (maambiak mungko kecek urang awak), ini yang tidak dipunya sebahagian urang minang, tapi jangan hubungkan dengan pepatah (Asa tanduak lai makan, bialah kapalo bakubang). Salam hormat untuak Uni, ----- Original Message ----- From: " -- (*o*) --" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, February 11, 2003 11:01 AM Subject: Re: [RantauNet.Com] qurban dan rang awak Well Hendra, kalau rumus diatas adalah betul, jadi mudah memahami mengapa suku Minang ini makin nyungsep saja ke tepi jurang. Amboi! Betapa mahalnya harga diri kita, terlalu mahal malah sehingga "sayang" untuk di korbankan. Saya tidak mengerti siapa pak Jambek yang Hendra maksud, tapi saya berharap kalimat diatas keluar dalam kerangka chit-chat pribadi belaka dan bukan sebagai pimpinan sebuah organisasi.Memalukan!! Saya ulang kalimat Hendra: "Pengorbanan harga diri dan korban perasaan adalah sangat mahal sekali , padahal nabi Ibrahim ( darimana ritual berkorban dimulai ) rela mengorbankan miliknya yg berharga , anaknya nan semata wayang." Pengorbanan memang mahal Hendra, itu lah sebab mengapa sedikit saja orang yang mampu melakukannya. --GM-- RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR ketika subscribe, anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini. Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ===============================================

