Sepertinya harga diri itu seperti pestol berisi peluru ya, Fen? Bisa sebagai 
penyelamat tapi juga bisa di tembakin ke diri sendiri.

Salam hormat juga lah untuk Nofen.Untuk cari selamat, Uni tidak melayani berdebat 
dengan anak hukum. 

--GM--

----- Original Message ----- 
From: "Nofendri T. Lare" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, February 11, 2003 1:34 PM
Subject: Re: [RantauNet.Com] qurban dan rang awak


> Ni Evi,
> Maksud harga diri yang dibicarakan antara da-Hendra dan Bapak Barijambek
> hendaknya janganlah diartikan secara sempit, menurut saya saya itu udah
> benar, dek karena harga diri orang minang bisa maju, dan dek harga diri pula
> orang kita banyak yang gagal.
> 
> Dihubungkan dengan qurban nabi Ibrahim dengan harga diri kita, memang
> sangat jauh beda, Nabi Ibrahim meng-qurbankan anaknya hanya semata
> atas perintah Allah Swt, sedangkan harga diri manusia rata-rata dikorbankan
> hanya untuk mendapatkan punjian dari atasan.
> Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang mengkorbankan harga diri,
> asal apa yang dicita-citakan berhasil, dan dengan cara demikian mereka juga
> bisa menjilat (maambiak mungko kecek urang awak), ini yang tidak dipunya
> sebahagian urang minang, tapi jangan hubungkan dengan pepatah (Asa tanduak
> lai makan, bialah kapalo bakubang).
> 
> Salam hormat untuak Uni,
> 
> 




RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3
==============================================Tanpa mengembalikan KETERANGAN PENDAFTAR 
ketika subscribe,
anda tidak dapat posting ke Palanta RantauNet ini.

Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di: 
http://www.rantaunet.com/subscribe.php3
==============================================

Kirim email ke