Assalamualaikum Polemik warisan pernah terjadi beberapa tahun yang lalu, waktu itu seingat saya ada satu pendapat yang menyatakan begini. warisan di minangkabau di bagi 2 yaitu : 1. pusako tinggi 2. pusako randah
pusako tinggi adalah warisan yang sudah datang turun temurun yang di'warisan' (dalam tanda kutip) menurut garis ibu, salah satunya adalah tanah ulayat, milik suatu suatu di daerah tertentu. pusako tinggi ini hanya dapat dipindah tangankan kepada pihak lain dengan 3 syarat yaitu : 1. rumah gadang katirisan 2. maik tabujua di rumah gadang 3. gadih gaek indak balaki (maaf kalau 3 kalimat di atas ada yang salah krn saya bukan ahli adat) pemindah tanganan itu juga adalah hasil sidang ninik mamak dalam suku tersebut. pusako randah adalah warisan yang didapat dari hasil usaha seorang ayah yang kemudian diturunkan kepada keturunannya. kalau saya tidak salah ini adalah hasil dari kompromi dari polemik tersebut waktu itu. Memang sering menjadi dilema bagi kita bahwa masih banyak hukum adat yang tidak sejalan dengan kitabullah, sementara disisi lain kita sudah mendengung-dengungkan adaik basandi syarak syarak basandi kitabullah. Hal itu terjadi karena minangkabau sudah ada sebelum islam datang sekitar abad ke 11 M. Islam mempengaruhi minangkabau membutuhkan waktu yang panjang dan bukan hal yang gampang. Perang Paderi pada awalnya dipicu oleh perbedaan antara kaum wahabi (yang dipimpin oleh imam bonjol) dengan kaum adat saat itu. Kaum adat saat itu mempertahankan warisan adat yang katanya diwariskan oleh nenek moyang kita 'sajak gunuang marapi sagadang talua itiak' dari puncak lereng gunuang marapi. Sementara islam datang dari tanah arab di bawa pedang dari pesisir naik ke lereng marapi.'syarak mandaki adat manurun' secara harfiah. Kemudian baru pada tahun 1937 baru istilah ABSSBK dikonvesikan di Marapalam (hal ini saya baca pada satu literatur, mohon dikoreksi kalau tidak salah). Pertanyaan apakah kita harus mempertahankan bagian dari adat yang tidak sesuai lagi dengan kitabullah. Jawabnya: Apakah kita menerima kitabullah sebagai dasar bagi kehidupan kita atau tidak secara keseluruhan, kalau ya maka dengan mudah kita akan mengatakan lets do it, kalau tidak lets see it. Mengingat masuknya Islam ke minangkabau sampai dengan dicetuskannya ABSSBK membutuhkan perjalanan panjang berabad abad, maka implementasi dari konsep ini juga akan membutuhkan perjalanan yang panjang. Syukurlah tidak semua yang ada di adat bertentangan dengan islam, banyak yang sudah harmonis, dan yang paling utama jalan untuk menyelesaikan konflik menggunakan metoda yang sama mufakat dan ijtihad, 'bulek aia dek pambuluah bulek kato dek mufakat'. Saya yakin sekarang di minangkabau sudah banyak orang yang alim pewaris nabi yang menjadi niniak mamak pewaris adat kembali ke masalah raperda tanah ulayat apakah sudah ada yang punya 'paper'nya tolong di sharing di milis ini, siapa tahu kita bisa 'sato agak sakaki' mungkin kita bisa diskusikan di sini, untuk suatu keadaan yang lebih baik, Insya Allah wassalam Yanto P --- In [EMAIL PROTECTED], "Yulmizar" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > ----- Original Message ----- > From: Amrizal - [North Duri Cogen] > Sent: Wednesday, June 04, 2003 1:48 AM > > Assalamualaikum wr.wb. > [ymz] > Wa'alaikum salam WW > > Bagaimano hukumnyo kalo diliek dari hukum islam satantang tanah ulayat nan > diwarihkan manuruik garih ibu ?. Sadangkan hukum warisan manuruik islam > harus garih bapak. Keceknyo ABSK. Manuruik undang Undang adaik "syarak > mangato, adaik mamakai" (bagaimana manuruik syarak, adaik harus mamakai) > [.ymz] > Tanah Ulayat nan diwariskan pada garis ibu di ranahminang adalah berstatus > hak guna. Ia tidak boleh dijual, tidak boleh dihibahkan (hibah menurut > islam). Mohon bedakakan dengan ketentuan dalam kitabullah yang mengatur "hak > milik". Bila seseorang ingin mewariskan 1) berstatus hak milik; 2) berstatus > hak guna; maka ia harus menerapkan 1) sesuai dengan ketentuan kitabullah dan > 2) sesuai dengan ketentuan pemilik pertama. > Tahukah kita siapa pemilik pertama dari Tanah Ulayat itu dan bagaimana > "perjanjian" kita dgn mereka? Mengherankan bila sekarang banyak yang > menganggap Tanah Ulayat adalah adalah hak milik, bisa dijual, > disertifikatkan, digadaikan dlsb. Kini malahan ado nan maraso berkepentingan > mangganti "perjanjian". Urang2 ko indak > manusiawi. Sarancaknyo pejanjian nan indak tatulis itu nan di kukuhkan dalam > Ranperda dan bukan membuat aturan baru. Apakah mereka yg dahulu bersusah > payah membuka hutan dan kemudian menyulap menjadi perkebunan atau > pertanian?. > > "Syarak mandaki, adaik manurun" (makin lama syarak akan semaki banyak > dipakai , dan adaik makin berkurang).Kanapo syarak samakin banyak dipakai > karano ilmu agamo samakin dipadalam. Apo haruih dipatahankan system adaik > nan ado sabalun islam masuak?. > [.ymz] > Indak baitu doh. Itu samo jo grafik. Cubo caliak kato mandaki dan manurun. > Mana yg lebih banyak membutuhkan tenaga, mendaki atau menurun. Pelajarilah > syarak dgn baik, maka akan mudah memahami adat, adat nan sabana adat. > > > Wassalam, > Amrizal, (36). > > > > > > RantauNet http://www.rantaunet.com > Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php > ----------------------------------------------- > > Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: > http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php > =============================================== RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ----------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ===============================================

