Anda betul sekali bung, saya cuma rakyat kecil yang cuma jadi penonton. Cuma si penonton pun bisa muak sama kelakuan pemain yang suka over acting, yang menyebabkan penonton ini stop menonton. Jadi sayang kan, maksud kontras itu baik, hanya tidak realistik seperti yang bung bilang. Apalagi penonton yang ini (Munjarra Morwey) juga over acting berkoar-koar dari LN, pulanglah, lihat kenyataan negeri ini. Siapapun tidak akan suka akan kekerasan. Tapi realistik bung bilang, apakah tidak realistik suatu kekerasan terjadi dalam suatu keada an darurat militer?? Realistik sajalah bung. Soal jatuh menjatuhkan presiden, sudah tiga periode presiden RI yang saya ikuti kejatuhannya, tapi nggak ada yang separah jaman ini suara2 asbun itu.
Tabik juga, Adrial (pemuda tiga zaman) ----- Original Message ----- From: "Yulmizar" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Sunday, June 01, 2003 11:40 PM Subject: Re: [RantauNet.Com] Fw:Tindakan Berlebihan Pemerintah Indon Selama Darurat Militer di Acheh > Bung juga sama. Hanya bisa mengkritik kontras :) > Reaslistis lah sedikit. Kita cuma penonton. Tapi emang ada masanya suara > penonton mempengaruhi pemain. > BTW, Bukan kah dahulu kala suara penonton sempat menjatuhkan Suharto!? Udah lahir? > > Tabik > .ymz > RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ----------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ===============================================

