----- Original Message ----- From: "Yulmizar" <[EMAIL PROTECTED]> To: "RantauNet" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, June 09, 2003 3:16 PM Subject: [RantauNet.Com] Kasus penembakan 2 warga Jerman
> ----- Original Message ----- > From: solidaritas gerakan > To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; > [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; > [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; > [EMAIL PROTECTED] > Sent: Sunday, June 08, 2003 10:24 PM > > > TNI INGIN "CUCI TANGAN"; > * KASUS PENEMBAKAN 2 WARGA JERMAN > > oleh: Ruth Van Hothan > (anggota kehormatan untuk Indonesia, International Capital Crime > Institute/ICCI) > > Ada yang menarik untuk dicermati dalam kasus penembakan dua warga Jerman di > Desa Lueng Gayo, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya Rabu 4 juni lalu. > pertama; Proses terjadinya kasus, kedua; Reaksi cepat atas kasus itu dari > TNI, ketiga; kelemahan bukti surat pernyataan dari Elizabeth (istri) korban > penembakan oleh prajurit TNI Yonif 521 itu. > > Prosedur ? > > Menanyakan sandi-tembakan peringatan. Pengakuan Panglima Komando Operasi TNI > Brigjen Bambang Dharmono bahwa aparat TNI tidak melakukan kesalahan prosedur > adalah hal yang harus dipertanyakan. Hal itu disebabkan pernyataan Eliabet > yang dilansir oleh Kompas 6 juni lalu "Pada saat itu lah saya dengar satu > tembakan sangat keras. Tapi saya tidak tahu kalau tembakan itu dari jarak > dekat," katanya. "Saya pikir tembakan pertama itu ke udara. Yang kedua > terdengar sangat dekat dengan tembakan pertama. Setelah itu, tidak ada waktu > untuk berbicara apa-apa". Elisabeth mengakui bahwa tak ada kesempatan untuk > bicara karena tembakan itu sudah menyarang ke kakinya dan ke tubuh suaminya. > Konon lagi tentang aba-aba ataupun sandi yang semestinya ditanyakan oleh > aparat, pastilah tidak dilakukan. Elisabeth mengetahui bahwa Aceh dalam > kondisi Darurat Militer tentunya dia dan suaminya akan mengerti tentang > bagaimana harus berhati-hati dalam kondisi itu. Kalau sandi yang dimaksud > oleh TNI adalah dengan aba-aba pertanyaan "siapa itu ?" ataupun dengan > "jangan bergerak, letakkan tangan diatas kepala !!!" dll, tentu Lothar dan > Elisabeth akan melakukannya. Tapi terbukti bahwa prosedur itu tidak > dilakukan. > > Surat Pernyataan ? > > Bagaimana mungkin seorang calon korban pembunuhan, dari sudut psikologis, > bisa dengan demikian cermatnya, menuliskan sebuah pernyataan tertulis ?. ini > menimbulkan kemasygulan dan spekulasi opini. Hal lain membuat kita semakin > ragu tentang keabsahan surat itu adalah, pertama : jarak waktu antara > penulisan surat dan peristiwa penembakan sangat pendek. Rabu malam- kamis > pagi, kurang dari 24 jam seorang korban bisa dengan tenang menulis sebuah > surat. Kedua; bahasa surat tangan yang dimaksud menggunakan bahasa inggris > yang salah, Ketiga: perbedaan "gaya goresan" tanda tangan Elizabeth dan > "gaya goresan" isi surat. Keempat: surat pernyataan itu ditulis diatas surat > bersegelburung garuda. > > Meski Pangkoops ketika ditanyakan tentang apakah Elisabeth menulis surat itu > dibawah tekanan, menjawab "Tidak". Namun ini harus diragukan. Mengingat > kelemahan-kelemahan diatas. > > Paksaan dapat diartikan sebagai perbuatan sukarela dari seseorang dalam > kondisi tertekan atau trauma terulangnya kejadian yang telah menimpa korban. > Paksaan tidak hanya diartikan dengan todongan senjata ataupun kekerasan > fisik. Surat itu jelas menunjukkan bahwa ditulis oleh elisabet atas > perintah, bukan paksaan TNI. Suruhan dan paksaan tidak berbeda dari sudut > pandang kriminal. Perampokan, perampasan, pemerkosaan adalah tiga istilah > yang sama untuk menunjukkan tindakan kriminal yang bermuatan memerintah. > Jadi jika TNI memerintah Elisabeth ataupun meminta dengan lemah lembut > kepada Elisabet agar ia menuliskan surat diatas segel garuda itu, tentang > pemaafannya atas peristiwa itu, maka dapat dikatakan bahwa surat itu lemah > secara hukum. > > Ke-Imigrasi-an ? > > Kepada wartawan 5 juni lalu Pangkoops Bambang juga menyatakan keheranannya, > mengapa ada turis bisa masuk ke daerah darurat militer. Bahkan Kapolres aceh > barat AKBP Muhtar Harun menambahkan, kedua turis ini juga tidak melapor ke > Polsek. "Beberapa hari lalu saya datang ke sebuah cottage untuk mengosongkan > dan sudah kosong" katanya. > > Ini menunjukkan satu tanda bahwa TNI sedang berupaya untuk mencari "titik > lemah" untuk "mencuci tangan" atas tindakan penghilangan nyawa itu. Tidak > ada hubungannya antara pengumuman darurat militer di Aceh dengan adanya > turis di Indonesia. Indonesia itu negara tujuan wisata, bukan negara militer > yang tertutup. Tampaknya ini satu pengakuan yang "naif" dan kurang memahami > masalah. > > Pihak keimigrasian, juga menyatakan bahwa warga negara asing pemegang visa > kunjungan wisata memang tidak diwajibkan melapor ke Kantor Imigrasi di > wilayah yang mereka kunjungi, apalagi harus melapor ke Penguasa Darurat > Militer, tentu itu tak ada landasan hukumnya. > > *** > Sedemikian rupa ada titik lemah yang berupaya dicari oleh pihak TNI untuk > "mencuci-tangan" agar terhindar dari tanggungjawab hukum. Alasan Aceh dalam > kondisi darurat militer merupakan bentuk yang paling manifest dari TNI untuk > dapat melakukan kekerasan kepada rakyat sipil dengan impunitas hukum. > > Tertib-tertib sipil atas tindakan kriminal haruslah dijunjung tinggi oleh > aparat TNI. Memang Darurat Militer telah memberikan satu kewenangan "tanpa > batas" kepada TNI untuk terus menerus melakukan operasi militer di Aceh, > namun insiden penghilangan paksa tersebut haruslah dianggap sebagai sebuah > kasus pelanggaran HAM berat dan harus diajukan ke pengadilan internasional. > End. > > > RantauNet http://www.rantaunet.com > Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php > ----------------------------------------------- > > Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: > http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php > =============================================== > RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php ----------------------------------------------- Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php ===============================================

