Tergantung dari seberapa jauh seseorang menghayati agamanya dan appresiasinya terhadap hak azasi manusia. Banyak orang beranggapan bahwa soal iman dan takwa (agama) merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah (melalui pendidikan). Sebagian lagi mengganggap itu adalah wacana pribadi yang tak layak dimasukkan dalam domain publik atau pemerintah. Sejarah mencatat bahwa domain pribadi yang dijadikan domain publik menghasilkan lebih banyak kemunduran dibanding dipisahkan.
Salam
SBN 
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, June 11, 2003 11:11 AM
Subject: [RantauNet.Com] Dukung RUU Pendidikan Nasional

Rudy Gunawan Syarfi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
To: [EMAIL PROTECTED]
From: "Rudy Gunawan Syarfi" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wed, 11 Jun 2003 02:45:52 -0000

Menghormati sesama umat beraga sdh bagus, idea memeberikan pendidikan
dan guru agama yang sesuai dengan agama dan kepercayaan masing2 murid
juga bagus, sangat tidak bertentangan dengan demokrasi dan uud 45.
Lalu mengapa ada yang tidak setuju dan menolak dengan keras? banyak
penulis di koran kompas dan media tertentu menganggap ruu ini sebagai
tindakkan diktator.
Apakah ini bukan sebuah contoh tirani minoritas?
Salam,
Rudy Gunawan Syarfi


Do you Yahoo!?
Free online calendar with sync to Outlook(TM).

Kirim email ke