Sato saangin mak wis.....
Secara matematis kalo cara ini dilakukan dengan tujuan yang benar dan
mementingkan institusi pendidikan saya sich setuju2 saja. Namun ada hal2
yang perlu kita cermati, yang namanya manusia, dengan adanya jalur khusus
ini, seiring waktu berjalan, saya yakin perguruan tinggi semacam ITB, UI,
UGM mau tidak mau akan berubah fungsi, selain tempat pendidikan formal juga
akan bergerak sebagai lahan bisnis. Apalagi ketiga perguruan tinggi ini
mempunyai gengsi dan tingkat perhormatan diatas rata2 dibandingkan perguruan
tinggi negeri lain di Indonesia. Apalah arti duit 5 jt-250 jt dalam satu
tahun, untuk orang tua mereka yang bisa menghasilkan uang milyaran rupiah
per tahun???/, begitu juga kualitas perguruan tinggi itu sendiri  pasti akan
turun, setidaknya akan berjalan ditempat. Mungkin untuk tahap awal
persentase yang diterima untuk jalur khusus ini tidak begitu besar, tapi
kita tidak tahu kan dalam jangka 5- 10 tahun kedepan??/bisa saja
persentasenya berimbang atau malah lebih banyak. Tidak lucu kan ITB bukan
lagi dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung,  tetapi menjadi Institut
Teknogi Ber-Uang, atau UI menjadi Uang Institut, begitu juga UGM menjadi
Universitas Gaet Modal hehehehe......semoga ini hanya kecemasan sutan
lenggang seorang........

Wassalam
Ben Sutan Lenggang
From: "Dewis Natra" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, June 19, 2003 11:50 AM
Subject: RE: [RantauNet.Com] 250 Juta untuk UI


> Ass. Wr. Wb.
> Mamanda Zul di Bali, Tinggi biaya masuak perguruan tinggi negri (UI, ITB,
> UGM) karano dirubahnyo status perguruan tinggi jadi otonomi dengan arati
> kato dikurangi subsidi. PTN dalam menyelenggarakan pendidikan tapaso
mancari
> dana surang.
> Salah satu upaya PTN tersebut ma adokan sistem masuak jalur khusus dengan
> dengan sumbangan. Sumbangan iko sifaiknyo bebas dengan patokan minimal yg
> ambo tau GAMA mamatok minimal 5 juta.
> Cuma biasonyo yg utaknyo pas-pas tu sumbangan di buek tinggi2. jadi dari
> sumbangan iko nantinyo subsidi silang ka masuak sacaro reguler. Jadi tetap
> nan ndak mampu bisa masuak.
> Rektor UGM Sofyan Efendi pernah janji bahwa sumbangan bukan penentu
> diterimanya tetap saja nilai ujian masuk sebagai penentu. Kaba angin nan
> ambo danga ado yg manyumbang 200 juta supayo tarimo di kedokteran UGM tapi
> karano nilai ndak memenuhi standar tetap indak ditarimo. dan banyak
kejadian
> sarupotu.
> Jadi nan kayo bialah masuak sacaro jalur khusus nan bangsaik masuak jalur
> reguler, jadi disiko tajadi subsidi silang.
> Nan paralu dicaliak kan transparasi penerimaanko jan sampai tajadi KKN.
>
> Salam
> Is
>
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of zul amry
> Sent: Thursday, June 19, 2003 11:18 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [RantauNet.Com] 250 Juta untuk UI
>
>
> Assalamu 'alaikum wr. wb
>
> Biaya pendidikan di Indonesia semakin lama memang dirasa
> semakin tinggi dan semakin tidak terjangkau oleh sebagian
> masyarakat  .
> Konon katanya untuk bisa masuk U.I , perlu menyediakan
> dana sebesar Rp 250 juta.
> Dana tersebut di patok bagi yang mengikuti jalur khusus ,
> yakni bagi calon mahasiswa
> yang mana nilai kelulusan SPMB pasan - pasan tapi orang
> tuanya memaksakan agar
> anaknya bisa masuk PT favourit seperti UI , ITB , GAMA
> dll.
> Sebetulnya yang salah disini adalah orangtua si anak ,
> yang disatu sisi ingin memaksakan kehendak agar anak
> anaknya mesti menjadi dokter atau insinyur .dan
> segala carapun ditempuh .
> Dilain pihak pihak PT(Perguruan Tinggi)  melihat dan
> memanfaatkan peluang ini
> Kita tahu bahwa bangku yang tersedia di PT Negeri terbatas
> , maka disini berlaku yang dalam ilmu ekonomi disebut
> supply and demand , apabila supllay berkurang dan demand
> meningkat maka harga akan naik , termasuk juga didalam
> penerimaan calon mahasiswa baru. Untuk beberapa tahun ke
> depan , biaya murah untuk masuk PT adalah suatu angan -
> angan dan keniscayaan .
>
>
> Wassalam : zul amry (54) di kuta bali
>
>
> On Wed, 18 Jun 2003 03:45:36 -0700 (PDT)
>   Hayatun Nismah Rumzy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >Assalamu Alaikum W. W.
> >
> >Iko ado pulo nan bisa masuak UI harus bayie 250 juta ITB
> >45 juta (minimal). Nanti sasudah manjadi manjadi dokter
> >atau insinyur urang ko manjadi tukang peras masyarakat
> >atau gila duit. Kasihan generasi mendatang. Bagaimana
> >dengan Unand ada jugakah program seperti ini? Nanda
> >Rahyussalim bagaimana kalau ditinjau dari professional?
> >Mungkin tiap-tiap semester mahasiswa ini bisa lulus juga
> >dengan mudah asal punya fulus. Tapi ini kan pemerataan.
> >
> >
> >
> >Wassalam Bundo Nismah
> >
>
============================================================================
> ===============
> "TELKOMNet Instan memberikan diskon 40% untuk akses malam hari dari pukul
> 23.00 sampai 06.00.
> Berlaku untuk wilayah Jawa Timur mulai 1 Mei 2003 sampai 30 Juni 2003."
>
============================================================================
> ===============
>
> RantauNet http://www.rantaunet.com
> Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
> -----------------------------------------------
>
> Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
> http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
> ===============================================
>
>
> RantauNet http://www.rantaunet.com
> Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
> -----------------------------------------------
>
> Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke:
> http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
> ===============================================
>


RantauNet http://www.rantaunet.com
Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/daftar.php
-----------------------------------------------

Berhenti menerima RantauNet Mailing List, silahkan ke: 
http://www.rantaunet.com/unsubscribe.php
===============================================

Kirim email ke